Perkuat Kualitas Pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar, Jurusan Bahasa Polbeng Gelar PkM
BENGKALIS, Riaueksis.Com — Dalam rangka memperkuat kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar, Jurusan Bahasa Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SDN 50 Bengkalis pada Rabu, 02 September 2026 dengan tema “Penguatan Pembelajaran Bahasa Inggris di SDN 50 Bengkalis melalui Implementasi Buku Ajar Hasil Project-Based Learning Mahasiswa Jurusan Bahasa Politeknik Negeri Bengkalis.”
Kegiatan itu merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus upaya menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar.
Kegiatan pengabdian tersebut diketuai oleh Fanalisa Elfa, M.Pd., dengan anggota Diah Paramita Sari, M.Pd. Kegiatan itu dilaksanakan melalui kerja sama dengan SDN 50 Bengkalis yang dipimpin oleh Rio Felano, S.Pd.SD., M.Pd., selaku kepala sekolah.
Pada pembukaan kegiatan, Kepala SDN 50 Bengkalis, Rio Felano menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh Jurusan Bahasa Polbeng.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah merupakan langkah positif dalam mendukung pengembangan pembelajaran, khususnya pembelajaran Bahasa Inggris bagi siswa sekolah dasar.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi siswa, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi guru dalam memperoleh alternatif bahan dan aktivitas pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
“Kami menyambut baik kegiatan ini dan berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi siswa dan guru serta menjadi awal dari kerja sama yang dapat terus dikembangkan antara SDN 50 Bengkalis dan Polbeng,” ujar Rio dalam sambutannya.
Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian, Fanalisa Elfa menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan tersebut merupakan bagian dari upaya mengimplementasikan hasil pembelajaran mahasiswa agar dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Menurut Fanalisa, salah satu luaran pembelajaran mahasiswa Jurusan Bahasa Polbeng adalah pengembangan buku ajar melalui pendekatan Project-Based Learning (PjBL). Produk tersebut kemudian diimplementasikan dalam kegiatan pengabdian di SDN 50 Bengkalis sebagai bentuk hilirisasi hasil pembelajaran mahasiswa.
“Melalui kegiatan ini, hasil Project-Based Learning mahasiswa tidak berhenti sebagai produk pembelajaran di perguruan tinggi, tetapi dapat diimplementasikan secara langsung dan memberikan manfaat bagi peserta didik di sekolah dasar,” jelas Fanalisa.
Buku ajar yang diimplementasikan dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik pembelajaran Bahasa Inggris pada tingkat sekolah dasar. Materi dan aktivitas pembelajaran dikemas secara kontekstual dan komunikatif sehingga siswa dapat belajar Bahasa Inggris melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Implementasi buku ajar tersebut juga diarahkan untuk mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran.
Melalui pendekatan berbasis proyek, siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menggunakan Bahasa Inggris dalam berbagai aktivitas pembelajaran, seperti pengembangan kosakata, penyusunan kalimat sederhana, praktik komunikasi serta penyelesaian tugas atau proyek sederhana.
Selanjutnya, di tempat yang sama, Diah Paramita Sari menyampaikan, penggunaan bahan ajar yang sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik menjadi salah satu aspek penting dalam pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar.
“Pembelajaran Bahasa Inggris pada tingkat sekolah dasar perlu disajikan melalui aktivitas yang sederhana, komunikatif dan dekat dengan pengalaman siswa. Dengan demikian, siswa dapat memahami bahwa Bahasa Inggris tidak hanya dipelajari sebagai materi di kelas, tetapi juga dapat digunakan dalam situasi yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kegiatan pengabdian tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa Jurusan Bahasa Polbeng untuk melihat secara langsung penerapan produk pembelajaran yang telah mereka kembangkan. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam menghubungkan kompetensi akademik dengan kebutuhan nyata di lingkungan pendidikan.
Selain memberikan manfaat bagi siswa, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung guru dalam memanfaatkan bahan ajar berbasis proyek sebagai salah satu alternatif dalam pelaksanaan pembelajaran Bahasa Inggris.
Kolaborasi antara dosen, mahasiswa dan pihak sekolah juga membuka peluang untuk melakukan evaluasi dan pengembangan bahan ajar secara berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan PkM di SDN 50 Bengkalis menjadi bagian dari komitmen Jurusan Bahasa Polbeng untuk memperluas kontribusi akademiknya kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, hasil pembelajaran dan inovasi mahasiswa dapat dimanfaatkan secara lebih luas, sekaligus memperkuat hubungan kemitraan antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan di Kabupaten Bengkalis.
Kegiatan diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran Bahasa Inggris di SDN 50 Bengkalis serta menjadi model kolaborasi yang dapat dikembangkan pada kegiatan pengabdian berikutnya. (zjn)