Kamis, 15 Januari 2026
 
206 Desa dan 116 Kecamatan di Riau Dipetakan Rawan Banjir dan Longsor

Derry |
Kamis, 11 Desember 2025 - 19:52:56 WIB
Foto: ilusrtrasi
TERKAIT:
   
 

PEKANBARU,Riaueksis.com— Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tengah meningkatkan mitigasi bencana di tengah masuknya periode cuaca ekstrem dan puncak musim hujan. Langkah ini diambil setelah Pemprov Riau memetakan secara detail kawasan yang paling rentan terhadap bencana hidrometeorologi, yakni banjir dan tanah longsor.

Data terbaru yang dikumpulkan oleh Pemprov Riau menunjukkan adanya kerentanan yang signifikan. Sedikitnya 206 desa/kelurahan di Provinsi Riau telah ditetapkan sebagai kawasan rawan banjir dan longsor. Kawasan rawan tersebut tersebar luas di 116 kecamatan di 12 kabupaten/kota di seluruh Riau.

Hal tersebut ditegaskan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri), SF Hariyanto, saat memimpin Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Arahan Presiden Republik Indonesia terkait Mitigasi Bencana Hidrometeorologi. Rapat penting tersebut dilaksanakan di Gedung Daerah Riau, Pekanbaru, pada Senin (8/12/2025).

Plt Gubri SF Hariyanto menjelaskan bahwa peningkatan mitigasi ini merupakan respons langsung terhadap arahan dari Presiden RI.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, kita Pemprov Riau sudah melakukan mitigasi bencana hidrometeorologi. Berdasarkan data yang ada, 206 desa dikategorikan rawan banjir dan tanah longsor, yang tersebar di 116 kecamatan,” kata Plt Gubri.

SF Hariyanto kemudian merincikan angka kerawanan tersebut untuk memberikan gambaran yang lebih jelas. Dari total 206 desa yang berstatus rawan, terdapat 170 desa yang berada di 93 kecamatan rawan banjir, sementara 36 desa lainnya di 23 kecamatan diidentifikasi rawan tanah longsor.

“Ini adalah angka yang tidak kecil. Data ini harus menjadi peringatan bagi kita semua untuk memastikan kesiapsiagaan berjalan secara maksimal dan cepat. Karena itu, antisipasi harus dilakukan di seluruh tingkatan,” sebutnya.

Lebih lanjut, Plt Gubri SF Hariyanto juga secara spesifik mengingatkan beberapa daerah yang perlu ekstra waspada. Daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan tinggi terhadap potensi banjir dan longsor adalah Kabupaten Kampar, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Pelalawan, dan Kota Pekanbaru.

Oleh karena itu, SF Hariyanto mengimbau seluruh pemerintah daerah untuk tetap waspada dan segera melakukan langkah-langkah antisipasi konkret di lapangan. Upaya ini harus segera dilaksanakan demi menghindari risiko dan meminimalkan dampak buruk dari bencana hidrometeorologi di Riau.***






Berita Lainnya :
 
  • Antisipasi Karlahut, Koramil Mandau Giat Patroli Pantau Kawasan Rawan Terbakar
  • Dua Pria Berhasil Ditangkap,Kapolsek Rokan IV koto, IPTU Dodi Ripo Saputra: Ini Komitmen Kami Berantas Narkoba
  • Komisi I DPRD Riau Segera Bentuk Pansel untuk Gesa Seleksi KI dan KPID
  • Tahun Ini Pemprov Riau Mulai Bebaskan Lahan Flyover Simpang Panam
  • Pemko Pekanbaru Buka Persimpangan Jalan Nangka - Paus  Untuk Urai Kemacetan
  • Tampil Cantik Dengan Kebaya Laboh Kekek, IKWI Riau ikut sukseskan  Rekor Muri Tari Zapin 
  • SF Hariyanto,    Perlebaran Jalan Subrantas,Cut Nyak Dien dan Sisingamagaraja, Dimulai Tahun Ini.
  • Persiapan HPN 2026, Pemprov Banten dan Panitia Gelar Rapat Koordinasi
  • Trafik Melonjak Double Digit, Indosat Jaga Keandalan Jaringan di Periode Tahun Baru
  •  
     
     
    >> Berita Terpopuler
    Jumat, 14 Januari 2022 - 18:05 WIB
    Gempa Goncang Jakarta, Warga Sempat Panik
    Senin, 05 Desember 2022 - 21:05 WIB
    Camping di Desa Gema serasa di New Zealand
    Kamis, 10 Februari 2022 - 12:47 WIB
    Ini Penyebab Harimau Mengganas di Indragiri Hilir
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved