Senin, 31/08/20
 
"Band Sudah Mati" Berikut Kata Ahmad Dhani

Ica | LifeStyle
Senin, 20/09/2021 - 13:23:45 WIB
Ahmad Dhani
TERKAIT:
   
 
Jakarta, Riaueksis.com -- "Sekarang kan sudah enggak ada. Kayak semacam band is dead kalau enggak bisa dibilang rock is dead. Band sudah enggak ada gitu," kata Ahmad Dhani lantang dalam kesempatan wawancara beberapa waktu lalu.

Bukan tanpa alasan Ahmad Dhani berucap seperti itu. Ia merasa selera pendengar musik Indonesia saat ini lebih baik ketimbang sebelumnya, tetapi tidak ada band yang memfasilitasi kebutuhan pendengar.

Atas dasar itulah Ahmad Dhani melihat akhirnya pendengar lagi-lagi melirik Dewa 19 karena tidak ada band lain.

Bukan hanya di Indonesia, Dhani merasa ketidakhadiran band bagus juga terjadi di penjuru dunia. Ia mencontohkan dengan band Linkin Park sebagai band bagus terakhir yang sangat hit pada awal dekade 2000-an.

"Ya ada beberapa yang masih survive kan, Coldplay masih survive. Ya Pearl Jam berusaha untuk eksis. Tapi kan ya orang tetap mau mendengarkan lagu-lagu yang zaman dulu, udah enggak dengerin lagu-lagu zaman sekarang," kata Dhani.

Pengamat musik Idhar Resmadi menilai pendapat Dhani soal "band is dead" terlalu naif. Pendengar yang kembali melirik Dewa 19 tidak berbanding lurus dengan peningkatan selera serta kualitas band itu sendiri.

"Ya ada beberapa yang masih survive kan, Coldplay masih survive. Ya Pearl Jam berusaha untuk eksis. Tapi kan ya orang tetap mau mendengarkan lagu-lagu yang zaman dulu, udah enggak dengerin lagu-lagu zaman sekarang," kata Dhani.

Pengamat musik Idhar Resmadi menilai pendapat Dhani soal "band is dead"tan terlalu naif. Pendengar yang kembali melirik Dewa 19 tidak berbanding lurus dengan peningkatan selera serta kualitas band itu sendiri.

Di era digital hari ini, kata Idhar, band yang dilirik adalah band yang bisa merebut atensi dan bukan berarti band tersebut pasti berkualitas. Dewa 19 sendiri juga berusaha mendapatkan atensi dengan kolaborasi bersama musisi lintas usia dan genre belakangan ini

Dari kolaborasi tersebut, penulis buku Jurnalisme Musik dan Selingkar Wilayahnya (2019) ini melihat Dewa 19 hanya mampu menjual romansa nostalgia untuk mempertahankan eksistensi. Mereka hanya mengandalkan lagu lama dengan aransemen berbeda.

"Di era sekarang ketika genre dan major indie label sudah enggak relevan, yang paling penting itu merebut atensi. Lewat kolaborasi itu kan Dewa berhasil merebut atensi. Mereka juga bikin konser reuni kemudian konten," kata Idhar.

Ia pun melihat saat ini masih banyak band-band baru yang berkualitas baik di dalam negeri, seperti .feast dan The Panturas. Namun memang pendengar mereka tidak sebesar dan tidak bisa disamakan dengan Dewa 19 karena tidak bisa dibandingkan.

Pada masa Dewa 19 berjaya, industri musik dikuasai major label dan akses sangat terbatas. Sementara, kini akses sangat terbuka dan sudah tidak ada lagi satu bagian yang benar-benar menguasai industri musik Indonesia.

"Ketertarikan orang juga semakin beragam, satu orang bisa suka musik dengan berbagai macam genre. Banyak pendengar yang suka musik rock, tapi mereka mendengar pop juga. Kalau dulu enggak banyak, jadinya satu band bisa banyak banget penggemarnya," katanya.

Di industri musik internasional pun, kata Idhar, masih banyak band-band baru berkualitas. Namun, band yang paling bisa membuat atensi yang mendapat banyak pendengar. Ia mencontohkan dengan BTS sebagai boyband K-Pop yang berhasil menyita perhatian dunia.

"Di zaman sekarang ini band tergantung bagaimana merebut atensi saja. Juga kemampuan untuk membuat musik yang customer centric dan kemudian membuat konten. Sekarang selera pendengar itu majemuk," tutup Idhar.**

sumber : Cnnindonesia.com






Berita Lainnya :
 
  • Jelang Ramadhan Polda Riau Gelar Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2024 dan Pencanangan Aksi Keselamatan Jalan
  • Syukuran Sambut Ramadhan Di Rumah Pribadi, Bupati Kasmarni Ajak Masyarakat Saling Memaafkan
  • Peraih Beasiswa PHR Regitha Nur Azizah Sabet Juara Nasional Pidato Bahasa Inggris
  • Patroli Sambang , PPK Kecamatan Tuah Karya, Satgas Binmas Galang dan Bina Warga dengan Pesan Himbauan; "Pentingnya Menjaga Nilai Nilai Persatuan dan Kesatuan".
  • Keren! Lewat Inovasi 'Pensl', PHR Hemat Biaya Pemboran Rp 4,5 M Per Sumur
  • Keputusan Konkernas PWI, KTA Mati Bisa Diperpanjang Hingga Anggota Wajib Kompeten
  • Jelang MTQ, Pj Sekda Yusri Tinjau Progres Kegiatan MTQ Tingkat Kabupaten Kampar
  • Pj Bupati bersama Istri Hadiri Pesta Pernikahan Bayu dan Nadia
  • Pj Bupati Hambali Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kemendagri
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved