Senin, 31/08/20
 
Korban galodo sumbar Meninggal 37 Orang,17 Hilang

Derry | Nasional
Senin, 13/05/2024 - 15:39:33 WIB
Kondisi jalur sungai yang berhulu di Gunung Marapi, pascabanjir bandang alias galodo yang menerjang Kabupaten Agam, Sabtu (11/5) malam. FOTO: BPBD Agam.
TERKAIT:
   
 
JAKARTA. Riaueksis. Com-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru jumlah korban jiwa akibat banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi di Sumatera Barat pada Sabtu malam (11/5).

Bencana banjir bandang atau dalam bahasa Minang disebut galodo, dipicu hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu Gunung Marapi.

Kondisi permukiman warga dan sarana publik pascabanjir bandang alias galodo yang menerjang Kabupaten Agam, Sabtu (11/5/2024) malam. Hingga kini, tim gabungan masih melakukan upaya penanganan darurat. FOTO: BPBD Kabupaten Agam.

Empat daerah terdampak cukup parah akibat kejadian itu, yakni Kabupaten Agam, Tanah Datar, Padang Panjang, dan Padang Pariaman.

"Hingga Minggu (12/5) pukul 21.00 WIB tercatat total korban meninggal dunia akibat bencana ini mencapai 37 orang," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam siaran pers, Senin pagi (13/5).

Dia menyebut sebanyak 35 jenazah telah teridentifikasi dengan rincian di Kabupaten Agam 19 orang, Tanah Datar 9 orang, Padang Panjang 2 orang, dan Padang Pariaman 7 orang.

"Dua jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi," lanjut Abdul Muhari.

Adapun perubahan jumlah korban disebabkan dinamika laporan dari masyarakat yang kemudian disesuaikan dengan catatan korban ditemukan, dan yang masih dalam pencarian oleh Basarnas dan TNI-Polri.

Untuk sementara, upaya pencarian dan pertolongan dihentikan mengingat kondisi malam hari di lokasi terdampak yang kurang penerangan dan adanya peringatan akan peningkatan getaran hujan di wilayah hulu.

Hingga Minggu malam, jumlah orang yang dilaporkan hilang sebanyak 17 orang, dengan rincian 14 orang hilang di Tanah Datar dan 3 lainnya di Agam.

"Upaya pencarian dan pertolongan akan dilanjutkan kembali hari ini," lanjutnya.

Peningkatan Getaran Hujan

Pos Pengamatan Gunung Marapi mencatat peningkatan getaran hujan di Stasiun Batu Palano sejak Minggu (12/5) pukul 20.35 WIB.

BNPB mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai yang berhulu ke Gunung Marapi agar selalu waspada akan potensi risiko bahaya susulan.

"Warga diharap melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman," kata Abdul menyampaikan imbauan. **





Berita Lainnya :
 
  • Ribuan Peserta, Pendaftaran ke Universitas Al-Azhar, Masih Dibuka Hingga 24 Mei 2024
  • Upacara Harkitnas di Blok Rokan, Manajemen PHR Tegaskan Semangat Tingkatkan Produksi untuk Ketahanan Energi Nasional
  • Ada Penyelenggaraan WWF ke-10, Pelaku UMKM di Bali 'Kecipratan' Dampak Positifnya
  • Pahami Konsep Kajian Ranperda, Tim Pansus BLJ Bertukar Pikiran bersama Biro BUMD Bandung
  • Kembalikan Berkas Bacalon Ketum HIPMI Bengkalis, Arsya Bertekad Wujudkan HIPMI Bermasa
  • Ditpolairud Polda Bali Siagakan Dua Kapal dan Tiga Helikopter Amankan KTT WWF
  • Pelajari Analisis Resiko, Tim Pansus BPBD Studi Banding ke Kab. Bantul
  • PHR Pamer Inovasi Digitalisasi di IPA Convex 2024
  • Kapolri Beri Penghargaan Casis Bintara Jari Putus Dibegal Masuk Bintara Polri
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved