FGD dan Workshop SMSI Riau, AI Membantu Pekerjaan Media, Bukan Menggantikan Pekerjaan Media
BATAM, Riaueksis.com
- Menghindari AI di dunia jurnalistik saat ini rasanya seperti
menghindari mesin tik di awal abad ke-20 atau internet di era 2000-an.
AI bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan realitas baru yang
mendefinisikan ulang cara kerja ruang redaksi (ruang redaksi).
- Menghindari AI di dunia jurnalistik saat ini rasanya seperti
menghindari mesin tik di awal abad ke-20 atau internet di era 2000-an.
AI bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan realitas baru yang
mendefinisikan ulang cara kerja ruang redaksi (ruang redaksi).
Hal
ini terungkap dalam Forum Group Discussion (FGD) dan Workshop bertajuk
Artificial Intelligence (AI) yang digelar Serikat Media Siber (SMSI)
Riau yang berlangsung 17-19 Juni 2026 di Batam, Kepulauan Riau.
ini terungkap dalam Forum Group Discussion (FGD) dan Workshop bertajuk
Artificial Intelligence (AI) yang digelar Serikat Media Siber (SMSI)
Riau yang berlangsung 17-19 Juni 2026 di Batam, Kepulauan Riau.
FGD
dan Workshop yang diikuti 31 pengurus dan anggota SMSI Riau ini
menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kompetensi di bidang
transformasi digital, media siber dan kecerdasan buatan. Mereka adalah
Waletum SMSI Pusat dan juga CO Founder & CEO Props Ilona Juwita,
Praktisi Media Digital Zabur Anjasfianto, serta sharing session terkait
jurnalisme AI bersama Syam Irfandi.
dan Workshop yang diikuti 31 pengurus dan anggota SMSI Riau ini
menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kompetensi di bidang
transformasi digital, media siber dan kecerdasan buatan. Mereka adalah
Waletum SMSI Pusat dan juga CO Founder & CEO Props Ilona Juwita,
Praktisi Media Digital Zabur Anjasfianto, serta sharing session terkait
jurnalisme AI bersama Syam Irfandi.
Ketua
SMSI Riau Luna Agustin menyampaikan penghargaan kepada seluruh pengurus
dan anggota SMSI Riau yang mengikuti kegiatan ini dan diharapkan bisa
memberi manfaat ditengah terus berkembangnya kemajuan teknologi
informasi saat ini.
SMSI Riau Luna Agustin menyampaikan penghargaan kepada seluruh pengurus
dan anggota SMSI Riau yang mengikuti kegiatan ini dan diharapkan bisa
memberi manfaat ditengah terus berkembangnya kemajuan teknologi
informasi saat ini.
“Kita
harus menjadikan kegiatan selama tiga hari ini sebagai bagian untuk
terus memperbaiki dan mendalami berbagai kemajuan teknologi yang terus
berkembang,” kata Luna saat membuka acara.
harus menjadikan kegiatan selama tiga hari ini sebagai bagian untuk
terus memperbaiki dan mendalami berbagai kemajuan teknologi yang terus
berkembang,” kata Luna saat membuka acara.
Luna
juga menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah ikut
berkontribusi dalam kesuksesan, terutama Pemerintah Provinsi Riau dan
juga pihak lainnya.
juga menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah ikut
berkontribusi dalam kesuksesan, terutama Pemerintah Provinsi Riau dan
juga pihak lainnya.
“Terimakasih
kami sampaikan kepada pihak-pihak yang telah ikut mensukseskan kegiatan
ini, semoga jalinan kerjasama yang terjadi bisa terus terjaga dengan
baik,” imbuhnya.
kami sampaikan kepada pihak-pihak yang telah ikut mensukseskan kegiatan
ini, semoga jalinan kerjasama yang terjadi bisa terus terjaga dengan
baik,” imbuhnya.
Bukan untuk Dihindari
Sementara
dalam materi Praktisi Media Digital Zabur Anjasfianto, dalam sesi
pertama FGD dan Workshop yang dipandu Fitriady Syam menjelaskan bahwa
seiring dengan terus banyaknya dan berkembangnya berbagai aplikasi
berbasis AI yang bisa dimanfaatkan siapa saja untuk membuat karya, maka
bagi kalangan jurnalis, mau tidak mau hal itu harus juga di ikuti.
dalam materi Praktisi Media Digital Zabur Anjasfianto, dalam sesi
pertama FGD dan Workshop yang dipandu Fitriady Syam menjelaskan bahwa
seiring dengan terus banyaknya dan berkembangnya berbagai aplikasi
berbasis AI yang bisa dimanfaatkan siapa saja untuk membuat karya, maka
bagi kalangan jurnalis, mau tidak mau hal itu harus juga di ikuti.
“Tidak harus kita hindari, AI membantu media pekerjaan, bukan menggantikan media pekerjaan,” ujarnya.
Ditengah
kemajuan teknologi ini media Siber tidak hanya bisa mengandalkan
kualitas pemberitaan semata, memanfaatkan media sosial dari berbagai
platform harus dilakukan, karena audiens saat ini lebih fokus pada media
sosial.
kemajuan teknologi ini media Siber tidak hanya bisa mengandalkan
kualitas pemberitaan semata, memanfaatkan media sosial dari berbagai
platform harus dilakukan, karena audiens saat ini lebih fokus pada media
sosial.
“Media
sosial adalah kanal terbesar yang pernah dimiliki media industri. Media
yang bertahan bukan yang paling besar, melainkan yang paling cepat
beradaptasi terhadap perubahan perilaku audiens,” sebutnya.
sosial adalah kanal terbesar yang pernah dimiliki media industri. Media
yang bertahan bukan yang paling besar, melainkan yang paling cepat
beradaptasi terhadap perubahan perilaku audiens,” sebutnya.
Pada
sesi kedua dalam sharingcsession terkait jurnalisme AI bersama Syam
Irfandi, dia menekankan bahwa pemanfaatan AI dalam pekerjaan
jurnalistik, memang sangat memberi kemudahan dan kecepatan, hanya saja
apa yang dibuat AI tidak bisa dijadikan karya jurnalistik atau langsung
di upload ke media siber.
sesi kedua dalam sharingcsession terkait jurnalisme AI bersama Syam
Irfandi, dia menekankan bahwa pemanfaatan AI dalam pekerjaan
jurnalistik, memang sangat memberi kemudahan dan kecepatan, hanya saja
apa yang dibuat AI tidak bisa dijadikan karya jurnalistik atau langsung
di upload ke media siber.
“Harus
ada koreksi juga yang dilakukan sebelum mengupload berita satu karya
yang dibuat melalui AI. Dan yang perlu juga diingat, AI tidak bisa
mendapatkan informasi langsung dari narasumber, dan itulah yang menjadi
kelebihan kita sebagai seorang jurnalis, kita bisa melakukan wawancara
langsung dengan narasumber, AI tidak,” tutupnya.
ada koreksi juga yang dilakukan sebelum mengupload berita satu karya
yang dibuat melalui AI. Dan yang perlu juga diingat, AI tidak bisa
mendapatkan informasi langsung dari narasumber, dan itulah yang menjadi
kelebihan kita sebagai seorang jurnalis, kita bisa melakukan wawancara
langsung dengan narasumber, AI tidak,” tutupnya.
Sementara
Ketua Umum SMSI Pusat dan juga CO Founder & CEO Props Ilona Juwita
dalam pemaparannya menyampaikan bahwa dengan "kekuatan" besar yang
dimiliki SMSI seharusnya bisa menjadikan organisasi ini kuat dalam
menghadapi arus perubahan Wakil audiens yang lebih cenderung ke media
sosial sebagai alat pencari informasi.
Ketua Umum SMSI Pusat dan juga CO Founder & CEO Props Ilona Juwita
dalam pemaparannya menyampaikan bahwa dengan "kekuatan" besar yang
dimiliki SMSI seharusnya bisa menjadikan organisasi ini kuat dalam
menghadapi arus perubahan Wakil audiens yang lebih cenderung ke media
sosial sebagai alat pencari informasi.
“Jika
saja SMSI mampu membuat jaringan dengan memanfaatkan medsos ini, akan
menjadi kekuatan yang bisa meningkatkan penghasilan,” ujarnya.
saja SMSI mampu membuat jaringan dengan memanfaatkan medsos ini, akan
menjadi kekuatan yang bisa meningkatkan penghasilan,” ujarnya.
Karena
diakuinya memanfaatkan keunggulan tulisan yang dimuat di website, saat
ini saja tidak cukup, karya yang dibuat harus disebarluaskan melalui
berbagai platform media sosial.
diakuinya memanfaatkan keunggulan tulisan yang dimuat di website, saat
ini saja tidak cukup, karya yang dibuat harus disebarluaskan melalui
berbagai platform media sosial.
“Mau
tidak mau, kita di media siber ini harus melakukan invasi dengan aktif
di seluruh platform media sosial, dan jika kita mampu membangun jaringan
yang baik dengan seluruh anggota, maka kita akan menjadi kuat dan akan
mampu terus bertahan,” tegasnya.
tidak mau, kita di media siber ini harus melakukan invasi dengan aktif
di seluruh platform media sosial, dan jika kita mampu membangun jaringan
yang baik dengan seluruh anggota, maka kita akan menjadi kuat dan akan
mampu terus bertahan,” tegasnya.
Oleh
karena itu, dia berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal bagi
SMSI untuk bisa memberi motivasi kepada anggotanya untuk bisa terus
berkarya, dengan tentunya memanfaatkan berbagai kemajuan teknologi AI
untuk peningkatan kesejahteraan bersama.
karena itu, dia berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal bagi
SMSI untuk bisa memberi motivasi kepada anggotanya untuk bisa terus
berkarya, dengan tentunya memanfaatkan berbagai kemajuan teknologi AI
untuk peningkatan kesejahteraan bersama.
“Mulai
dari SMSI Riau, untuk bisa melakukan penguatan jaringan dengan
membangun medsos masing-masing media siber. Sekali lagi, medsos yang ada
harus dimanfaatkan dan dijadikan bagian untuk menghasilkan cuan,”
tutupnya. ***
dari SMSI Riau, untuk bisa melakukan penguatan jaringan dengan
membangun medsos masing-masing media siber. Sekali lagi, medsos yang ada
harus dimanfaatkan dan dijadikan bagian untuk menghasilkan cuan,”
tutupnya. ***

