Kepemimpinan Agung-Markarius Hadirkan Perubahan Nyata Kota Pekanbaru Menjadi Kota Yang Bersih dan Tertata. Kamis, 07/05/2026 | 19:41
Agung Nugroho : Walikota Pekanbaru
PEKANBARU,Riaueksis.com – Satu tahun kepemimpinan Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho bersama Wakil Walikota Markarius Anwar mulai menunjukkan perubahan nyata di berbagai sektor. Perlahan namun pasti, wajah Kota Pekanbaru bergerak menuju kota yang lebih tertata, bersih, sehat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Berbagai program yang sebelumnya hanya sebatas perencanaan kini mulai diwujudkan melalui langkah konkret yang langsung dirasakan warga.
Pemerintah Kota Pekanbaru tak lagi bekerja secara parsial, melainkan dengan pendekatan terintegrasi demi menciptakan pembangunan yang berkelanjutan. “Sejak awal kami berkomitmen bahwa setiap program harus dirasakan langsung oleh masyarakat.
Bukan sekadar rencana, tapi benar-benar diwujudkan secara bertahap dan terukur,” ujar Agung Nugroho.
Salah satu kebijakan yang mendapat perhatian masyarakat ialah penyesuaian tarif parkir kendaraan bermotor. Kebijakan ini dinilai menjadi bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Di sektor lingkungan, Pemko Pekanbaru menggencarkan gerakan “Serbu Sampah” dengan membentuk Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di 83 kelurahan. Penertiban terhadap pelaku pembuangan sampah ilegal juga diperketat guna menciptakan lingkungan kota yang lebih tertib dan nyam.
Persoalan banjir yang selama ini menjadi masalah klasik turut menjadi fokus penanganan serius. Pemerintah kota mencatat sedikitnya 20 titik rawan banjir telah diintervensi melalui normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer serta perbaikan drainase dan daerah aliran sungai (DAS) mencapai 109,5 kilometer.
Tak hanya itu, upaya penghijauan juga diperkuat melalui penanaman 15 ribu pohon di sejumlah wilayah kota. “Masalah klasik seperti banjir dan sampah kami tangani dengan pendekatan sistematis, tidak lagi parsial. Ini butuh waktu, tetapi progresnya sudah mulai terlihat,” jelas Agung.
Di bidang pendidikan, Pemko Pekanbaru meluncurkan program beasiswa mulai jenjang S1 hingga S3, termasuk bagi para hafiz Al-Qur’an. Sementara program Zero Putus Sekolah berhasil menjaring 1.778 anak, dengan 757 anak di antaranya telah kembali mengenyam pendidikan.
Sektor kesehatan juga mendapat perhatian melalui layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar dan kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.
Pada sektor budaya, Pekanbaru sukses meraih juara dua MTQ tingkat Provinsi Riau dan sukses menggelar MTQ ke-57 tingkat kota. Pemerintah juga mendorong pelestarian budaya melalui Festival Kreatif Budaya Melayu yang sekaligus menjadi wadah penguatan UMKM lokal.
Penguatan ekonomi masyarakat turut dilakukan lewat program bantuan Rp100 juta per RW. Sementara peningkatan kualitas aparatur diwujudkan melalui pengangkatan PPPK dan pemberian tunjangan kinerja ke-14.
Di bidang infrastruktur, lebih dari 42 kilometer jalan telah diperbaiki. Pemerintah juga merevitalisasi 42 halte, memasang penerangan jalan, serta menghadirkan fasilitas WiFi gratis di sejumlah titik publik.
Untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, bazar murah digelar di 50 lokasi berbeda.
Pelayanan publik juga dipercepat, salah satunya pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu satu jam. Tak kalah penting, Pemko Pekanbaru berhasil melunasi utang daerah sebesar Rp467 miliar sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola keuangan yang lebih sehat dan transparan.
Sebagai langkah inovatif, pemerintah kota juga mulai mengembangkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy (WTE). Selain itu, layanan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112 diluncurkan untuk mempercepat penanganan kondisi darurat di tengah masyarakat.
Atas berbagai capaian tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru turut mendapat apresiasi dari pemerintah pusat dengan meraih peringkat dua nasional dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026, khususnya dalam penurunan angka kemiskinan dan stunting.
Satu tahun perjalanan kepemimpinan Agung-Markarius memang belum sepenuhnya sempurna. Namun berbagai langkah yang telah dilakukan mulai memperlihatkan arah perubahan dan harapan baru bagi masyarakat Kota Pekanbaru.adv