Pertalite Sempat Langka, SPBU di Pekanbaru Diserbu Warga, Antrean Mengular Berjam-jam Jumat, 01/05/2026 | 20:58
Foto: internet
PEKANBARU,Riaueksis.com – Setelah dua hari sulit didapat, pasokan BBM subsidi jenis Pertalite akhirnya kembali masuk ke sejumlah SPBU di Pekanbaru, Jumat (1/5/2026).
Namun, kondisi ini justru memicu lonjakan antrean panjang kendaraan di berbagai titik.
Sejak pagi, ratusan kendaraan mulai dari sepeda motor, mobil pribadi hingga truk dan bus tampak memadati SPBU.
Salah satu antrean terparah terjadi di SPBU Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) Ujung, Kecamatan Tenayan Raya.
Antrean bahkan meluber hingga ke bahu jalan dan menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi.
Situasi serupa juga terlihat di SPBU Jalan SM Amin, dekat Tugu Songket, di mana antrean kendaraan mengular hingga mendekati persimpangan jalan utama.
Seorang warga yang ikut mengantri, Nani , mengaku kaget melihat kondisi tersebut. Ia menyebut antrean kali ini jauh lebih panjang dari biasanya. “Biasanya tidak seramai ini. Sekarang antreannya panjang sekali, bahkan kalah dengan antrean truk solar,” ujarnya.
Kelangkaan Pertalite yang terjadi sejak Kamis (30/4/2026) membuat masyarakat memilih langsung mengisi penuh tangki saat BBM kembali tersedia.
Hal ini turut memperparah panjangnya antrean. Agus yang sudah ngantre dari jam 7 pagi mengaku harus mengantre hingga tiga jam demi mendapatkan BBM subsidi. Ia bahkan sempat berpindah lokasi sebelum akhirnya berhasil mendekati SPBU. “Sudah tiga jam antre. Dari Jalan Tuanku Tambusai, sekarang baru sampai dekat SPBU di SM Amin,” katanya.
Menurutnya, antrean panjang sudah menjadi rutinitas setiap beberapa hari sekali. Ia terpaksa mengisi penuh tanki mobik agar kendaraan bisa tetap jalan. “Kalau tidak full, nanti antre lagi. Ini sudah biasa tiap tiga hari begini,” tambahnya. Agus juga mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain menggunakan Pertalite. Beralih ke BBM nonsubsidi seperti Dexlite atau Pertadex dinilai terlalu mahal untuk operasional kendaraan logistik.
Lonjakan antrean ini menjadi dampak langsung dari terganggunya distribusi BBM di wilayah Riau dalam beberapa hari terakhir.
Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas ekonomi, terutama distribusi barang dan jasa.
Para pengemudi dan masyarakat pun berharap pemerintah serta pihak terkait segera mengambil langkah konkret agar pasokan BBM subsidi kembali stabil dan antrean panjang tidak lagi terjadi.***