Asian Agri dan Apical Dorong Nilai Tambah Sawit hingga Avtur Kamis, 09/04/2026 | 08:49
Foto bersama pimpinan Asian Agri dan Media (ist)
PEKANBARU,Riaueksis.com– Industri kelapa sawit terus menunjukkan peran strategisnya, tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai sumber energi terbarukan. Hal ini menjadi sorotan dalam kegiatan Halal Bihalal yang digelar Asian Agri bersama Apical di Grand Zuri Pekanbaru, Selasa (8/4).
Momentum Idulfitri dimanfaatkan kedua perusahaan untuk mempererat silaturahmi dengan insan pers sekaligus menegaskan kontribusi industri sawit terhadap perekonomian nasional dan ketahanan energi berkelanjutan.
Head of Corporate Communications RGE Agri, Prama Yudha Amdan, mengatakan Halal Bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk membawa nilai kebermanfaatan, integritas, dan keberlanjutan dalam operasional industri. “Di sektor hulu, hampir seluruh bagian tanaman sawit dapat dimanfaatkan. Minyaknya untuk pangan dan energi, sementara limbahnya diolah kembali menjadi pupuk atau sumber energi. Ini mencerminkan prinsip ekonomi sirkular,” ujarnya.
Ia menambahkan, potensi besar sawit juga ditopang oleh praktik budidaya berkelanjutan, termasuk penggunaan bibit unggul Topaz, peningkatan produktivitas tanpa membuka lahan baru, serta program peremajaan tanaman. Menurutnya, keberlanjutan tidak bisa dicapai sendiri. Kolaborasi antara perusahaan dan petani menjadi kunci utama untuk menciptakan manfaat yang lebih luas. “Melalui kemitraan, kita bisa saling menguatkan. Inilah semangat #BermitraLebihBaik,” tambahnya. Sementara di sektor hilir, Apical memperluas pemanfaatan sawit melalui rantai pasok terintegrasi dan inovasi produk bernilai tambah. Sawit kini tidak hanya menjadi minyak goreng, tetapi juga bahan oleokimia, functional fats, hingga energi terbarukan seperti sustainable aviation fuel (SAF).
Transformasi ini mencerminkan perjalanan sawit dari kebutuhan rumah tangga hingga bahan bakar pesawat, atau dikenal dengan konsep #DariDapurSampaiAvtur. Mewakili insan pers Riau, H. Zurfa Irwan mengapresiasi konsistensi kedua perusahaan dalam membangun komunikasi dengan media. “Ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi jembatan kepercayaan antara perusahaan dan media. Kuncinya adalah keterbukaan dan saling percaya,” ujarnya.
Menutup kegiatan, Prama menegaskan pentingnya hubungan yang kuat dengan media sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan jangka panjang. Ia juga menekankan komitmen perusahaan terhadap filosofi 5C—community, country, climate, customer, dan company—yang menjadi landasan dalam menjalankan bisnis berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, Asian Agri dan Apical optimistis industri sawit dapat terus tumbuh sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan masa depan energi.***