Selatpanjang(Riaueksis)Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI), Andi Amran Sulaiman, Rabu (4/3/15) siang tadi memenuhi janjinya untuk menemui dan melakukan panen raya bersama masyarakat wilayah Indonesia per"> Selatpanjang(Riaueksis)Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI), Andi Amran Sulaiman, Rabu (4/3/15) siang tadi memenuhi " />


Rabu, 22 08 2018
 
Mentan Penuhi Janji Temui Petani di Pulau Ransang, Meranti

| LifeStyle
Kamis, 05/03/2015 - 08:10:06 WIB
Selatpanjang(Riaueksis)Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI), Andi Amran Sulaiman, Rabu (4/3/15) siang tadi memenuhi janjinya untuk menemui dan melakukan panen raya bersama masyarakat wilayah Indonesia perbatasan di Pulau Rangsang, Kepulauan Meranti, Riau.

Mentan RI mendarat ditengah pesawahan sekitar pukul 11.00 wib menggunakan helikopter dari Kota Pekanbaru, didamping Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman dan Danrem 031 Wirabima Brigjen Agus Irianto. Rombongan langsung disambut oleh Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir, serta sejumlah pejabat lainnya.

Karena ingin memenuhi janjinya untuk menemui masyarakat Petani di Pulau Rangsang, Kata Metan Amran Sulaiman, Ia harus meninggalkan sidang kabinet yang dipimpin langsung Presiden Jokowi di Jakarta yang dijadwal siang tadi. "Tadi pagi saya ditelepon Wapres JK untuk hadir rapat kabinet. Tapi saya izin karena harus menemui para petani di Kepulauan Meranti ini," kata Menteri Amran Sulaiman dalam sambutannya pada kegiatan panen raya di Desa Bina Maju Kecamatan Rangsang Barat.

Usai melakukan panen raya secara simbolis, Menteri Amran langsung berdialog bersama sejumlah petani membicarakan apa yang menjadi kebutuhan petani. Ia sangat berharap program pemerintah untuk swasembada pangan dapat terwujud, sehingga Indonesia tidak lagi harus mengimpor dari negara luar.

"Kita negara besar, negara merdeka, negara kaya serta berdaulat, dan kita juga harus merdeka dan berdaulat secara pangan. Saya yakin bersama petani kita bisa," kata Putra kelahiran Sulawesi itu.

Menurutnya saat ini Indonesia memang masih mengimpor beras dan beberapa jenis pangan lainnya dari negara luar, namun dia yakin hal itu akan segera berubah. Indonesia tidak lagi negara pengimpor, katanya, tapi akan menjadi negara pengekspor dengan berbagai kebijakan yang mulai dijalankan oleh Kementerian Pertanian.

"Tunggu saatnya serangan pangan dari Indonesia ke negara luar. Tidak akan saya biarkan impor produks pertanian, selagi kita masih bisa memproduksinya sendiri," ujar Amran disambut riuh tepuk tangan para petani.

Pria yang masih keturunan Raja Bone ini juga mengatakan bantuan yang akan dikucurkan kepada para petani harus seuai dengan keinginan petani itu sendiri, bukan keinginan dari Jakarta.

Untuk itu dalam dialog bersama petani, dia langsung menanyakan kebutuhan petani, mencatatnya dan memerintahkan stafnya untuk memasukkan kedalam program kementerian.

"Sampaikan, apa yang bisa kami bantu di sini?," tanya Doktor Ilmu Pertanian itu.(rec/rtc/azw)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Selembar Kertas Pun Bung Hatta Tak Mau Korupsi
  • Satu Narapidana Sialang Bungkuk Tewas Akibat Perkelahian
  • MUI Menetapkan Vaksin MR Mengandung Babi, Tapi Diperbolehkan
  • Perwakilan Siswa Dari Pekanbaru Ikuti Internasional Economic Olimpiade (IEO) Di Rusia
  • Mourinho Kesal Kepada Reporter Cantik Usai Ditekuk Brighton and Hove Albion
  • Stop Curhat Di Sosmed, Coba Deh Renungkan 5 Alasan Ini, Jangan Sampai Ngelamun Ya
  • Bocah Berusia 8 Tahun Telah Menaklukan 10 Gunung Di Indonesia
  • Pawai TK Bercadar Dan Pegang Senjata, DPR: Tidak Mendidik
  • Baswalu Panggil Saksi Terkait Dugaan Mahar Politik Sandiaga Uno
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved