Selasa, 21 08 2018
 
Terbaru, Fakta Tragedi Hilangnya MH370

Putranya | Internasional
Selasa, 31/07/2018 - 09:45:51 WIB
RiauEksis.com - Penerbangan MH370 hilang saat dalam perjalanan dari Kuala Lumpur, Malaysia menuju Beijing, China pada 8 Maret 2014 lalu. Sebanyak 239 orang berada di dalam pesawat yang hilang misterius itu.

Laporan penyelidikan MH370 ini tak hanya disiapkan Malaysia. Ada tujuh negara lain yang terlibat di antaranya Australia dan Inggris.

Pencarian ekstensif dilakukan sejak pesawat ini hilang 2014 lalu. Hingga kini bangkai pesawat MH370 belum ditemukan. Peristiwa tersebut menjadi salah satu misteri penerbangan terbesar di dunia.

Berikut fakta baru misteri hilangnya MH370:

1. Pesawat Dipastikan Putar Balik secara Manual

Hasil penyelidikan menyatakan kendali pesawat MH370 kemungkinan sengaja dimanipulasi untuk membawanya keluar dari rute seharusnya. Namun mereka tak bisa memastikan siapa pelakunya.

Tim penyelidik tak bisa menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi di pesawat Boeing 777 tersebut.

"Jawabannya hanya bisa konklusif jika serpihan ditemukan," ujar Kok Soo Chon, kepala tim penyelidikan keselamatan MH370 kepada para wartawan di Kuala Lumpur hari ini.

"Apa yang kami temukan adalah bahwa pesawat memang telah memutar balik," ujar Kok seperti dilansir The Guardian, Senin (30/7/2018). 

"Kami bisa menyimpulkan bahwa MH370 telah memutar balik dan putar balik itu bukan karena anomali dalam sistem mekanik. Putar balik itu dilakukan bukan secara autopilot tapi secara manual," imbuhnya.

2. Kecil Kemungkinan Kecelakaan Disengaja Pilot

Hasil penyelidikan menunjukkan sangat tidak mungkin pilot maupun kopilot pesawat sengaja menjatuhkan pesawat yang membawa 239 orang itu. Para penyelidik juga telah menyelidiki latar belakang pilot dan kopilot MH370. Hasilnya memuaskan. 

"Kami telah memeriksa pilot, kopilot, kami cukup puas dengan latar belakang, pelatihan para pilot itu," tuturnya seraya menambahkan:

"Kami tak beropini bahwa itu mungkin peristiwa yang dilakukan pilot-pilot," tuturnya. Namun ditambahkannya, tim penyelidik tak mengesampingkan kemungkinan apapun mengingat putar balik pesawat dilakukan secara manual dan sistem-sistem di pesawat juga dimatikan secara manual.

"Kami tak bisa membantah bahwa memang ada putar balik. Kami tak bisa mengesampingkan setiap kemungkinan," imbuhnya.

Kok juga mengatakan, pilot MH370, Zaharie Ahmad Shah, menjadi orang pertama yang diselidiki. Pilot berusia 53 tahun itu diketahui sangat berpengalaman dengan 18 ribu jam terbang.

Kok menyebut pilot Zaharie tidak memiliki riwayat perawatan kejiwaan, tidak ada bukti konflik dengan teman atau keluarga, tidak ada penggunaan narkoba, tidak ada bukti hubungan yang bermasalah dengan anggota keluarga, tidak ada bukti tekanan finansial dan tidak ada bukti dia mendaftar asuransi tambahan. Dia menegaskan sang pilot sangat dihormati.

3. Tak Ada Kesimpulan Penyebab Kecelakaan

Laporan penyelidikan atas hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 tak mempunyai kesimpulan soal apa yang sebenarnya terjadi pada pesawat yang hilang empat tahun lalu itu.

"Kesimpulannya, tim tidak bisa menentukan penyebab sebenarnya dari menghilangnya MH370," demikian kalimat penutup laporan penyelidikan tersebut.

Dalam konferensi pers, Kepala Tim Penyelidik Keselamatan MH370, Kok Soo Chon, mengatakan MH370 memang melenceng dari rute seharusnya, dan itu dilakukan bukan di bawah kendali autopilot melainkan secara manual.

"Apa yang kami temukan adalah bahwa pesawat memang telah memutar balik," ujar Kok seperti dilansir The Guardian, Senin (30/7/2018). "Kami bisa menyimpulkan bahwa MH370 telah memutar balik dan putar balik itu bukan karena anomali dalam sistem mekanik. Putar balik itu dilakukan bukan secara autopilot tapi secara manual," imbuhnya.

Dalam laporan juga disebutkan bahwa para penyelidik mempertimbangkan dan menilai semua teori konspirasi, rumor dan gosip-gosip yang beredar di media sosial.

Penyelidik juga menelusuri latar belakang pilot pesawat. Namun, tak ada temuan janggal.

"Kami tak bisa menentukan dengan pasti alasan mengapa pesawat dialihkan dari rute yang direncanakan," katanya. "Tim tak bisa menentukan alasan sebenarnya dari hilangnya pesawat," imbuhnya.

4. ATC Malaysia Telat Umumkan Sinyal Darurat

Menara pemandu lalu lintas udara atau ATC Malaysia terlambat dalam mengumumkan sinyal darurat pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hilang misterius sejak 8 Maret 2014. ATC Malaysia seharusnya segera merilis sinyal darurat setelah mereka gagal menjalin komunikasi dengan MH370.

Seperti dilansir Malay Mail, Senin (30/7/2018), laporan penyelidikan keselamatan MH370 yang baru dirilis otoritas Malaysia mengungkapkan bahwa ATC (Air Traffic Controller) Malaysia tidak mengerahkan tiga fase darurat sesuai dengan standar prosedur operasional (SOP) secara tepat waktu.

Diketahui bahwa ATC Malaysia hilang kontak dengan MH370 pada 8 Maret 2014 sekitar pukul 01.19 waktu Malaysia.

Sesudah itu, ATC di Vietnam di bawah Komando Kontrol Area Ho Chi Minh (HCM ACC) tidak mampu menjalin komunikasi radio dua arah dengan MH370 pada pukul 01.39 waktu Malaysia, atau sekitar 20 menit kemudian.

Pada momen itu, ternyata ATC Malaysia tidak mengikuti SOP untuk mengerahkan fase-fase darurat.

"Saat itu, Radar Controller seharusnya telah memulai aksi penuh (tidak boleh lebih dari 30 menit setelah pengumuman Fase Ketidakpastian)," imbuh laporan itu, merujuk pada Radar Controller seharusnya memberitahu lokal ARCC bahwa Fase Peringatan sedang berlangsung.

Laporan penyelidikan keselamatan MH370 menyatakan bahwa fase darurat seharusnya diumumkan ARCC Malaysia pada pukul 02.27 waktu setempat. Namun faktanya, fase darurat baru dirilis pukul 06.32 waktu setempat, nyaris empat jam kemudian.

Akibatnya, keberadaan MH370 yang membawa 239 orang hingga kini masih belum diketahui. Penyebab pesawat jenis Boeing 777-200ER itu menghilang juga belum terungkap. Laporan terbaru yang dirilis otoritas Malaysia ini tidak banyak mengungkap hal-hal baru. Bahkan kesimpulan dari laporan tersebut adalah para penyelidik tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada pesawat yang hilang empat tahun lalu itu.

5. Membawa Ribuan Mangga dan Baterai Lithium

Laporan penyelidikan MH370 yang baru dirilis juga membahas soal muatan yang dibawa pesawat rute Kuala Lumpur-Beijing itu. Disebutkan ada muatan mangga dan baterai lithium di dalam MH370 saat menghilang misterius empat tahun lalu.

Diungkapkan kepala tim penyelidik tragedi MH370, Kok Soo Chon, seperti dilansir Malay Mail dan The Guardian, Senin (30/7/2018), kargo MH370 berisi buah mangga sebanyak 2.500 kilogram yang ditempatkan di dalam keranjang-keranjang plastik.

Kok juga menyebut ada sejumlah besar baterai lithium, yang oleh beberapa pihak dianggap berbahaya untuk dibawa dalam pesawat.

Kok menegaskan muatan baterai lithium dan mangga itu telah dikemas dan dimasukkan ke dalam bagasi pesawat jenis Boeing 777-200ER itu sesuai prosedur standar operasional atau SOP.

Dia juga menyatakan bahwa baterai lithium tergolong wajar dibawa dalam bagasi pesawat. "Kami tidak menemukan adanya ketidakwajaran dalam proses pengemasan," tegas Kok dalam konferensi pers.

****(ptr)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Selembar Kertas Pun Bung Hatta Tak Mau Korupsi
  • Satu Narapidana Sialang Bungkuk Tewas Akibat Perkelahian
  • MUI Menetapkan Vaksin MR Mengandung Babi, Tapi Diperbolehkan
  • Perwakilan Siswa Dari Pekanbaru Ikuti Internasional Economic Olimpiade (IEO) Di Rusia
  • Mourinho Kesal Kepada Reporter Cantik Usai Ditekuk Brighton and Hove Albion
  • Stop Curhat Di Sosmed, Coba Deh Renungkan 5 Alasan Ini, Jangan Sampai Ngelamun Ya
  • Bocah Berusia 8 Tahun Telah Menaklukan 10 Gunung Di Indonesia
  • Pawai TK Bercadar Dan Pegang Senjata, DPR: Tidak Mendidik
  • Baswalu Panggil Saksi Terkait Dugaan Mahar Politik Sandiaga Uno
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved