Minggu, 17 Februari 2019
 
Lebih Dari 6.000 Anak-anak Palestina Berkumpul di Kota Gaza, Mereka Meminta Ini...

M Amin | Internasional
Senin, 05/02/2018 - 15:39:30 WIB
Gaza (RiauEksis.Com) - Lebih dari 6.000 anak-anak Palestina berkumpul di Central Square di Kota Gaza, pada Minggu (4/2/18) lalu.

Dalam aksi itu, mereka meminta dunia untuk segera menghentikan blokade Israel yang telah berlangsung 11 tahun di daerah kantong tersebut.

Dilansir International Middle East Media Center, Senin (5/2/18), dalam aksinya, anak-anak ini meminta dunia memberikan mereka kehidupan yang layak seperti anak-anak lain di dunia.

Ammar abdul-Hamid (10 tahun), mengatakan pendudukan Israel telah membunuh ayahnya. Akibatnya ia dan ibunya kehilangan tulang punggung keluarga dan harus hidup dari dana bantuan organisasi amal yang ada di Gaza.

Saat ini ibunya tidak memiliki uang sama sekali untuk kehidupan mereka. Menurut Hamid kehidupan mereka praktis terhenti karena blokade Israel.

"Saya memanggil semua manusia di dunia. Lihatlah kita dan lihatlah hidup kita. Ini tak tertahankan," ujar Hamid.

Hamid mengaku bingung dengan diamnya masyarakat dunia terkait penderitaan yang dialami warga Gaza.

"Apa yang terjadi dengan kemanusiaan Anda? Tidakkah kamu melihat hidup kita yang menyedihkan? Kasihanilah kami! " tambahnya.

Hal serupa disampaikan Shad Qishta (8). Qishta kehilangan orang tuanya dalam serangan Israel pada 2014 di Gaza. Rumahnya juga ikut hancur dalam serangan tersebut. Ia mengatakan blokade oleh Israel telah berlangsung bahkan empat tahun sebelum dia lahir.

"Apa kesalahan kita sehingga dihukum dengan cara ini? Tidakkah kamu merasa cukup untuk hidup sebagai yatim piatu?" katanya.

Qishta juga mengirim pesan ke negara-negara Arab dan Islam untuk menunjukan kepedulian mereka. Bahkan sambil berlinang air mata Qishta juga menyampaikan pesannya kepada pemimpin dunia.

"Tidakkah kamu punya anak? Apakah Anda menerima bahwa anak-anak Anda memiliki kehidupan yang sama dengan saya?" tambahnya.

Pekan lalu, organisasi amal di Gaza,Days of Palestine mengatakan Jalur Gaza adalah daerah yang dilanda bencana besar karena blokade yang ketat oleh Israel.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, Ashraf al-Qidra, mengumumkan penghentian operasi di beberapa rumah sakit dan pusat kesehatan di Gaza karena kekurangan pasokan listrik dan bahan bakar.

Gaza berada di bawah blokade Israel sejak pertengahan 2007. Mesir terlibat dalam pengepungan sejak awal, namun telah memperketat tindakannya terhadap Gaza sejak Presiden Mesir saat ini Abdel-Fattah al-Sisi menggantikan Mohammed Morsi pada 2013. (min/rec)




sumber: republika


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Perbaikan 7 Ruas Jalan Kota Tembilahan, Bupati Inhil Minta Masyarakat Bersabar
  • Jadi Pembicara Rapat KOPEK, Bupati Inhil: Kami Serius Dan Fokus Cari Solusi Fluktuasi Harga Kelapa
  • Hadapi Pileg Dan Pilpres, Bupati Inhil Ikuti Apel 3 Pilar Gabungan Di Rengat
  • Penutupan Program Jelajah Adat Di Indonesesia, Warga Tumpah Ruah
  • Antisipasi Kebakaran Koramil 01/ Bengkalis Bersama Masyarakat Bersihkan kanal Dan Embung
  • Innalillahi, Anggota Satpol PP yang Tertimpa Pagar Rumdis Wabub Bengkalis Meninggal
  • Anggota Satpol PP Bengkalis terhimpit Pagar Rumah Dinas Wabup
  • Bupati Inhil Ungkapkan Duka Cita Mendalam Atas Wafatnya Busu Atan
  • Bupati Inhil 'Tongkrongi' Sosialisasi Penyusunan Renstra Hingga Dini Hari
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved