" />


Rabu, 20 Juni 2018
 
Pernyataan Presiden AS Donald Trump Berbahaya Bagi Dunia

M Amin | Internasional
Sabtu, 13/01/2018 - 00:13:08 WIB
New York (RiauEksis.Com) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam kalimat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut Haiti, El Salvador dan negara-negara di Afrika penuh masalah. PBB menilai pernyataan yang terlontar dari mulut Trump merupakan hal yang berbau rasisme.

"Itu merupakan komentar yang memalukan dari seorang Presiden Amerika Serikat, tak ada kata lain yang dapat menggambarkan selain 'rasis'," kata Juru Bicara (Jjubir) PBB untuk urusan Hak Asasi Manusia (HAM) Rupert Coleville seperti dikutip Independent, Jumat (12/1).

Dia mengatakan, seseorang tentu tidak bisa menyebut suatu negara atau benua dengan kata-kata yang tidak senonoh (s***holes). Dia menegaskan, hanya karena penduduk di kawasan tersebut tidak berkulit putih, bukan berarti mereka tidak bisa diterima.

Menurut Coleville, pernyataan yang diungkapkan Presiden AS itu bukan lagi menyangkut sebuah kata-kata vulgar. Lebih dari itu, kalimat tersebut mendorong dunia pada sesuatu yang lebih buruk yakni rasisme dan ketakutan terhadap orang-orang dari negara lain yang dianggap asing.

Komentar tidak senonoh itu dilontarkan Trump untuk mengkritik gagalnya program reformasi imigrasi yang dia usung semasa kampanye. Hal itu, dia sampaikan, dalam sebuah pertemuan dengan legislator yang sedang membahas kesepakatan bipartisan tentang imigrasi.

Coleville melanjutkan, komentar Trump kali ini serupa dengan pernyataan dia sebelumnya yang ditujukan kepada orang-orang Meksiko dan Muslim. Proposal kebijakan Trump, dia mengatakan, menargetkan seluruh kelompok atas dasar kewarganegaraan atau agama.

Menurut Coleville, tindakan itu, menujukan keengganan secara nyata untuk mengecam tindakan anti-semit, rasisme dan supremasi kulit putih.

Dia menambahkan, kata-kata tersebut sangat bertentangan dengan nilai-nilai universal yang sudah susah payah dibangun dunia setelah Perang Dunia II dan Holocaust.

"Komentar itu mungkin menjadi pernyataan paling rusak dan berbahaya yang penah dibuat figur politik besar," katanya seperti dikutip Dailymail.

Mantan Menteri Tenaga Kerja AS era Bill Clinton, Robert Reich bahkan membandingkan Trump dengan gerakan Nazi. Dia mengatakan, dalam akun twitter, bagi Nazi, orang-orang Arya yang paling murni adalah orang-orang Nordik dari Jerman dan Norwegia. Dia menambahkan, dengan menyinggung fakta bahwa orang Norwegia lebih banyak tidak diizinkan masuk ke AS.

Pemerintah Uni Afrika yang mewakili 55 negara di benua tersebut mengaku, terkejut dengan pernyataan Trump. Juru Bicara Uni Afrika Ebba Kalondo mengatakan, melihat kenyataan sejarah dimana banyak warga Afrika yang tiba di AS sebagai budak sehingga pernyataan itu sangat melewati batas.

Kalondo mengatakan, pernyataan yang dibuat Trump sangat mengejutkan mengingat AS merupakan contoh global dari nilai keragaman dan kesempatan yang kuat. Dia melanjutkan, keberagaman dan migrasi tersebut kemudian melahirkan sebuah negara yang kuat.

Trump mengeluarkan pernyataan bernada mencela itu setelah senator dari Partai Demokrat Richard Durbin mengusulkan diakhirinya lotre untuk visa. Sebagai gantinya, Durbin mengatakan, orang-orang yang melarikan diri dari negara-negara yang terkena bencana alam atau perselisihan sipil, termasuk Haiti dan El Salvador akan diizinkan tinggal di AS.

Trump secara khusus mempertanyakan mengapa AS ingin menerima lebih banyak orang dari Haiti dan juga Afrika. "Mengapa kita menginginkan orang-orang dari Afrika di sini? Mereka adalah negara-negara yang bermasalah. Kita harus menerima lebih banyak orang dari Norwegia," kata Trump.

Sementara sejak menduduki kuris di ruang oval, Turmp telah menyudahi status perlindungan sementara (TPS) untuk beberapa kelompok di AS, termasuk Haiti dan Salvadoran.

Warga Haiti memenuhi syarat untuk mengikuti program TPS setelah gempa pada 2010 lalu menghancurkan negara kepulauan Karibia yang hingga saat ini belum pulih seutuhnya. Sedangkan, sekitar 200 ribu warga Salvador diberi izin TPS setelah serangkaian gempa mengguncang negara Amerika Tengah pada 2001 lalu. (min/rec)



sumber: republika.co.id



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Pemkab Inhil Terima Penghargaan Kapabilitas APIP Inspektorat Level 2 di Riau
  • Pjs Bupati Inhil: Pererat Silaturrahmi, Jaga Nama Baik Diri dan Daerah Asal
  • Diskominfo Canangkan Penerapan Sistem Informasi Terintegrasi Berbasis Aplikasi Mobile
  • Pemkab Inhil Buka Puasa Bersama Masyarakat di Jakarta
  • Orang Tua di Inhil Diingatkan Jaga Anaknya Dari Kemajuan Teknologi dan Pergaulan yang Merusak
  • Triwulan Kedua, Pjs Bupati Inhil Ingatkan Desa Yang Belum Cairkan Dana Segera Mengajukannya
  • Pjs Bupati Inhil Ajak Seluruh Elemen Mayarakat Berperan Aktif Jaga Kamtibmas
  • Kabag Humas dan Protokol Setda Inhil Bagikan 350 Takjil
  • Sekda Inhil Harap Pembuatan & Pelaksanaan KLHS Dalam RPJMD Sesuai Potensi & Kondisi Daerah
  •  
     
     
    Senin, 29/08/2016 - 19:36:49 WIB
    Rupanya Seperti Ini Cara Tes Keperawanan Calon Polwan, Duh Ngerinya..
    Kamis, 04/01/2018 - 18:37:13 WIB
    Pertarungan Jumiati Melawan Harimau di Sebuah Perkebunan Sawit di Riau...Sebelum Tewas, Leher Belakangnya Dicengkeram, Setelah Itu Pahanya Dimakan
    Rabu, 04/01/2017 - 13:09:56 WIB
    Malaysia dan Indonesia Berlomba Dalam Membuat Pesawat Tempur
    Minggu, 14/01/2018 - 13:42:13 WIB
    Zaman Sudah Mulai Edan, Ada Seorang Anak Remaja Mau Memperkosa Ibu Kandungnya Sendiri
    Senin, 22/01/2018 - 19:38:18 WIB
    Partai Gerindra Minta Tolak Dana Asing untuk Legalisasi LGBT
    Kamis, 05/03/2015 - 09:07:54 WIB
    Advertorial
    Panitia Pelaksana Konfercab NU Inhu ke-IV Gelar Audiensi dengan Bupati Inhu
    Kamis, 05/03/2015 - 12:18:03 WIB
    Danrem 031/WB Dampingi Mentan Kunker di Riau
    Senin, 22/01/2018 - 20:02:39 WIB
    Warga Sumatera Barat Bisa Saksikan Gerhana Bulan Total Yang Akan Terjadi Pada 31 Januari 2018
    Rabu, 17/05/2017 - 15:54:00 WIB
    Penegak Hukum Diminta Usut Otak Aksi Demo Bayaran di Riau
    Kamis, 05/03/2015 - 08:10:06 WIB
    Mentan Penuhi Janji Temui Petani di Pulau Ransang, Meranti
    Senin, 22/01/2018 - 19:18:29 WIB
    Dibanding Istrinya, Pria Ini Lebih Suka Bocah..Kalaupun Mau Berhubungan Dengan Istrinya, Lebih Dulu Berbuat Tak Senonoh kepada Anak-anak
    Kamis, 05/03/2015 - 07:53:52 WIB
    Menteri Pertanian Kagum Program Kemandirian Pangan Kampar
    Jumat, 05/01/2018 - 04:51:59 WIB
    Soal Yang Satu Ini, Ternyata Presiden Amerika Serikat Donald Trump Takut Juga
    Senin, 22/01/2018 - 17:51:03 WIB
    Wabup Bengkalis Minta ASN Tingkatkan Disiplin Kerja dan Penuhi Kewajiban
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved