" />


Rabu, 17 Januari 2018
 
Malaysia Akan Bayar Hampir Satu Triliun Rupiah Kepada Perusahaan Asal AS Jika Berhasil Temukan Bangkai Pesawat MH370

M Amin | Internasional
Rabu, 10/01/2018 - 22:00:14 WIB
Kuala Lumpur (RiauEksis.Com) - Malaysia pada Rabu (10/1/18) menyatakan akan membayar perusahaan Amerika Serikat hampir satu triliun rupiah jika perusahaan penjelajah dasar laut itu berhasil menemukan bangkai pesawat Malaysia Airlines MH370 dalam 90 hari di samudera Hindia selatan.

Pesawat dengan 239 penumpang dalam perjalanan dari Kualalumpur menuju Beijing pada 2014 itu hilang dan menjadi salah satu kegaiban terbesar penerbangan di dunia. Australia, China dan Malaysia sudah menghabiskan 200 juta dolar AS pada Januari tahun lalu untuk menyisir daerah seluas 120.000 km persegi demi mencari bangkai pesawat itu, namun tanpa hasil.

Menteri Angkutan Malaysia, Liow Tiong Lai, mengatakan bahwa perusahaan asal Houston, Ocean Infinity, akan mencari MH370 di wilayah prioritas seluas 25.000 km persegi. Dalam kesepakatan itu, Ocean Infinity akan pulang dengan tangan hampa jika tidak menemukan apapun.

"Pada saat ini, kapal Seabed Constructor dalam perjalanan ke wilayah pencarian itu, mengingat cuaca di samudra Hindia selatan tengah bersahabat," kata Liow kepada wartawan.

Direktur pelaksana Ocean Infinity, Oliver Plunkett, mengatakan pencarian akan dimulai pada 17 Januari. Ocean Infinity akan menerima bayaran 20 juta dolar AS jika pesawat ditemukan di area 5.000 km persegi, 30 juta dolar AS dalam jarak pencarian 10.000 km persegi, dan 50 juta dolar AS dalam 25.000 km persegi.

''Di luar wilayah tersebut, Ocean Infinity akan dibayar 70 juta dolar AS (hampir satu triuliun rupiah),'' kata Liow.

Prioritas Ocen Infinity adalah menemukan lokasi bangkai atau rekaman kokpit untuk kemudian melaporkan bukti-bukti lengkapnya dalam waktu 90 hari. "Mereka tidak bisa terus-menerus mencari atau memperpanjang waktu sampai enam bulan," kata Liow.

Kapal Seabed Constructor membawa delapan kendaraan selam otomatis yang akan menjelajahi dasar lautan dengan peralatan pemindaian. Mereka juga membawa 65 kru, termasuk dua orang wakil pemerintah Malaysia.

Menurut Plunkett, kapalnya sanggup menyelesaikan pencarian selama tiga atau empat pekan, dan memindai area seluas 60.000 km persegi dalam 90 hari. Usaha utama Ocean Infinity adalah industri minyak dan gas. Mereka juga mengambil layanan eksplorasi untuk pemetaan dasar laut.

''Pemegang saham perusahaan akan menanggung biaya pencarian,'' kata Plunkett.

Bangkai MH370 akan menjadi petunjuk mengenai apa yang terjadi di pesawat sebelum jatuh. Selama ini banyak yang percaya bahwa ada pihak yang sengaja mematikan transponder pesawat sebelum berbelok rute dari tujuan. Hingga kini, hanya ada tiga bagian pesawat ditemukan di Samudra Hindia dan sepanjang garis pantai timur Afrika. (min/rec)



sumber: antara/reuters



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Tak Tenang Selama Buron, Akhirnya Tersangka Pembunuhan di Kabupaten Kampar Provinsi Riau Ini Menyerahkan Diri dengan Didampingi Ortunya
  • Zaman Sudah Mulai Edan, Ada Seorang Anak Remaja Mau Memperkosa Ibu Kandungnya Sendiri
  • Dituding Pecah Kongsi dengan Wakilnya, Ini Tangapan Bupati Bengkalis
  • Astaga..Seorang Pria Menyerang dan Mencoba Potong Hijab Remaja Putri Cantik Kanada Pakai Gunting. Apa Tindakan Polisi dan Tanggapan Perdana Menteri?
  • Ini Harus Ditelusuri, 232 TKI Ilegal Asal NTT Ternyata Kantongi KTP Kabupaten Siak Provinsi Riau
  • Pemerintah Rusia Kritik Keputusan Israel Bangun PermukimanBaru di Tepi Barat
  • Suhu Dingin Yang Melanda Sejumlah Daerah di Sumatera Disebabkan Pergeseran Udara di Asia
  • Kasus Penganiayan Pelaku Mesum Hingga Tewas di Riau, 6 Warga Ditangkap, Termasuk Anak Tiri Korban
  • Korut Sampaikan Permintaan Jika Korsel Ingin Damai
  •  
     
     
    Senin, 29/08/2016 - 19:36:49 WIB
    Rupanya Seperti Ini Cara Tes Keperawanan Calon Polwan, Duh Ngerinya..
    Kamis, 04/01/2018 - 18:37:13 WIB
    Pertarungan Jumiati Melawan Harimau di Sebuah Perkebunan Sawit di Riau...Sebelum Tewas, Leher Belakangnya Dicengkeram, Setelah Itu Pahanya Dimakan
    Rabu, 04/01/2017 - 13:09:56 WIB
    Malaysia dan Indonesia Berlomba Dalam Membuat Pesawat Tempur
    Minggu, 14/01/2018 - 13:42:13 WIB
    Zaman Sudah Mulai Edan, Ada Seorang Anak Remaja Mau Memperkosa Ibu Kandungnya Sendiri
    Kamis, 05/03/2015 - 09:07:54 WIB
    Advertorial
    Panitia Pelaksana Konfercab NU Inhu ke-IV Gelar Audiensi dengan Bupati Inhu
    Kamis, 05/03/2015 - 12:18:03 WIB
    Danrem 031/WB Dampingi Mentan Kunker di Riau
    Kamis, 05/03/2015 - 08:10:06 WIB
    Mentan Penuhi Janji Temui Petani di Pulau Ransang, Meranti
    Kamis, 05/03/2015 - 07:53:52 WIB
    Menteri Pertanian Kagum Program Kemandirian Pangan Kampar
    Jumat, 05/01/2018 - 04:51:59 WIB
    Soal Yang Satu Ini, Ternyata Presiden Amerika Serikat Donald Trump Takut Juga
    Minggu, 09/07/2017 - 03:09:29 WIB
    Inilah Sosok Tam, Anggota Geng Motor yang Bunuh Prajurit TNI di Inhil
    Senin, 21/03/2016 - 23:43:06 WIB
    Pengembangan Kasus Narkoba di Cirebon
    Tim Mabes Polri Turun ke Kota Pekanbaru Lakukan Penggerebekan di SMP Islam Plus Jannatul Firdaus
    Senin, 11/04/2016 - 16:57:41 WIB
    Jadwal Pilkades Serentak Gelombang II Tahun 2017 Sudah Mulai Disusun BPMPD Kabupaten Kampar
    Rabu, 17/05/2017 - 15:54:00 WIB
    Penegak Hukum Diminta Usut Otak Aksi Demo Bayaran di Riau
    Jumat, 29/12/2017 - 19:33:23 WIB
    Untuk Mengundang Ustadz Abdul Somad Berceramah di Gedung MPR-RI Saja Sudah Setahun Dibooking
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved