Rabu, 24 Oktober 2018
 
Antisipasi Rudal Korut, Badan Pertahanan Roket AS Pasang Sistem Proteksi Baru Yang Dapat Berpindah-pindah

M Amin | Internasional
Minggu, 03/12/2017 - 22:10:28 WIB
Simi Valley (RiauEksis.Com) - Badan pertahanan roket Amerika Serikat (AS) memasang sistem proteksi baru guna mengantisipasi rudal jelajah antarbenua (ICBM) Korea Utara (Korut). Benteng pertahanan anyar itu dipasang di kawasan pesisir barat negeri Paman Sam.

Salah satu sistem pertahanan yang dipasang nanti adalah rudal pertahanan anti-balistik dataran tinggi (THAAD). Benteng pertahanan tersebut mirip dengan sistem proteksi yang dipasang Korea Selatan (Korsel) dalam mengantisipasi serangan roket Korut.

Anggota Kongres Amerika yang mengurusi masalah pertahanan rudal asing Mike Rogers mengatakan, Agensi Pertahanan Roket (MDA) tengah memasang pengamanan ekstra di kawasan pesisir barat. Dia mengatakan, pendanaan sistem yang tidak masuk dalam anggaran pertahanan 2018 mengindikasikan adanya penyebaran sistem pertahanan serupa lebih lanjut.

"Ini hanya masalah lokasi dan MDA membuat rekomendasi mengenai lokasi mana yang memenuhi kriteria karena akan ada dampak lingkungan," kata Mike Rogers, Ahad (3/12).

Meski demikian, Rogers tidak merinci lokasi mana saja yang direkomendasikan oleh MDA karena tempat-tempat tersebut masih dalam pertimbangan. Begitu juga jumlah lokasi yang akan dipasangkan sistem pertahanan tersebut masih belum ditentukan.

THAAD merupakan sistem pertahanan berupa rudal yang dipasang di daratan. Peralatan itu dirancang untuk menembak jatuh rudal balistik jarak pendek, medium dan menengah.

Amerika telah memasang sistem pertahanan serupa di Guam dan pangkalan militer di Fort Bliss, Texas. Sistem ini dapat berpindah-pindah dan lokasinya tidak pernah diungkapkan.

Kesuksesan Korut dalam rangkaian ujicoba roket sedikit banyak memerikan tekanan kepada pemerintah Amerika Serikat yang harus memperbaiki sistem pertahanan mereka. Terakhir, Korut mengklaim kesuksesan uji coba peluncuran rudal balistik antar benua pada Rabu (29/11).

Rudal tersebut dilaporkan telah terbang selama 50 menit dengan lintasan yang sangat tinggi, mencapai 13 ribu km di atas bumi dan disebut-sebut dapat menghantam negeri Paman Sam. (min/rec)



sumber: republika.co.id



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Jalan Lintas Riau - Sumatera Barat Longor
  • Kejari Pelalawan Musnahkan BB 102 Perkara
  • Mahasiswa STT Pelalawan Terpilih 30 Finalis BYTe 2018
  • Kenangan Cristiano Ronaldo Di Old Trafford Pada Laga Manchester United Vs Juventus
  • Olahraga Tak Sempat? Begini Cara Diet Biar Badan Tak Melar
  • BNN Menangkap Perempuan Kirim Ganja Ke Rutan Sialang Bungkuk
  • Satu Pelaku dan Mobil SUV Penghadang Tim KLHK Diamankan
  • Kostum Capres Nomor Urut 2, Prabowo Subianto Dianggap Bikin Bosen Pemilih
  • Pengusaha Sawit Kuansing Dirampok, Kerugian Sekitar 500 Juta
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved