Senin, 23 Juli 2018
 
Negara Kuba dan Korut Sepakat Tolak Tuntutan Sepihak dan Kesewenang-wenangan Amerika Serikat

M Amin | Internasional
Kamis, 23/11/2017 - 17:56:22 WIB
Havana (RiauEksis.Com) - Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez Parilla menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Korea Utara (Korut) Ri Yong-hodi Havana, Rabu (22/11). Keduanya membahas sejumlah isu, termasuk tentang ketegangan di Semenanjung Korea.

Berdasarkan keterangan yang dirilis Kementerian Luar Negeri Kuba, dalam pertemuan tersebut Parilla dan Ri Yong-ho sepakat untuk menolak tuntutan sepihak dan sewenang-wenang yang diajukan Amerika Serikat (AS), termasuk terkait situasi di Semenanjung Korea.

"Mereka menolak keras daftar tuntutan sepihak dan sewenang-wenang Pemerintah AS yang bertentangan dengan hukum internasional," kata Kementerian Luar Negeri Kuba dalam keterangannya.

Kedua menteri meminta adanya penghormatan terhdap kedaulatan rakyat dan penyelesaian sengketa secara damai. Beberapa diplomat memang telah menyebut Kuba adalah satu dari sedikit negara yang mungkin mampu meyakinkan Korut agar menghindari pertikaian dengan AS yang berpotensi memicu perang di Semenanjung Korea.

Selain perihal ketegangan di Semenanjung Korea, Parilla dan RiYong-ho juga membahas tentang pembangunan sosialisme. "Para menteri berharap masing-masing yang dilakukan untuk pembangunan sosialisme sesuai dengan realitas yang melekat pada negara masing-masing," kata Kementerian Luar Negeri Kuba.

Korut dan Kuba adalah dua negara Komunis yang saat ini dinilai masih mempertahankan gaya perekonomian era Uni Soviet. Walaupun saat ini, dibawah Presiden Raul Castro, Kuba mulai mengambil beberapa langkah kecil guna menapaki jejak Cina sebagai negara komunis yang berorientasi pasar.

Kendati saat ini Korut dianggap sebagai negara paling terisolasidi dunia, namun Kuba masih mempertahankan keberadaan kedutaan besarnya di sana.Namun, secara umum, Kuba juga memiliki hubungan cukup dekat dengan tetanggasekaligus seteru Korut di Semenanjung Korea, yakni Korea Selatan (Korsel).

Tahun lalu, transaksi perdagangan antara Kuba dan Korsel mencapai angka 67 juta dolar AS. Sedangkan transaksi perdagangan Kuba dengan Korut tahunlalu hanya sekitar 9 juta dolar AS.

Neraca perdagangan Korut memang mengalami penyusutan sejak dijatuhkan beruntun oleh Dewan Keamanan PBB. Awal pekan ini AS baru saja memasukkan Korut ke dalam daftar negara pendukung terorisme.

Keputusan tersebut diambil agar AS dapat menjatuhkan sanksi baru kepada Pyongyang. Hal ini pun direalisasikan dengan menghukum 13 organisasi asal Cina yang diketahui masih menjalin perdagangan dengan Korut. (rec)



sumber: reuters/republika.co.id



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Terkait Kritikan Kali Item, Anies: Bantu Kami Menyelesaikan Masalah...
  • KPK Pinta Sel Lapas Sukamiskin Dikembalikan Sesuai Standar
  • Suara Ledakan Di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Tadi Subuh
  • Bj Habibie: Pilihlah Presiden Jejak-Jejaknya Yang Nyata
  • Kali Item Ditutup Dengan Waring, LIPI: Kurang Efektif Ngurangi Bau
  • Koordinator Isu Energi BEM Seluruh Indonesia Tolak Pelemahan Pertamina
  • Gempa Berkekuatan 5,5 Skala Richter Guncang Padang
  • Ahok Akan Bebas Bersyarat Agustus Nanti, Tapi...
  • Anies Pecat Walikota Melalui Aplikasi WhatsApp
  •  
     
     
    Senin, 29/08/2016 - 19:36:49 WIB
    Rupanya Seperti Ini Cara Tes Keperawanan Calon Polwan, Duh Ngerinya..
    Selasa, 17/07/2018 - 20:42:25 WIB
    Arsene Wenger: Saya Menyesal Telah Mengorbankan Segala Yang Saya Lakukan
    Kamis, 04/01/2018 - 18:37:13 WIB
    Pertarungan Jumiati Melawan Harimau di Sebuah Perkebunan Sawit di Riau...Sebelum Tewas, Leher Belakangnya Dicengkeram, Setelah Itu Pahanya Dimakan
    Rabu, 04/01/2017 - 13:09:56 WIB
    Malaysia dan Indonesia Berlomba Dalam Membuat Pesawat Tempur
    Minggu, 14/01/2018 - 13:42:13 WIB
    Zaman Sudah Mulai Edan, Ada Seorang Anak Remaja Mau Memperkosa Ibu Kandungnya Sendiri
    Senin, 22/01/2018 - 19:38:18 WIB
    Partai Gerindra Minta Tolak Dana Asing untuk Legalisasi LGBT
    Rabu, 17/05/2017 - 15:54:00 WIB
    Penegak Hukum Diminta Usut Otak Aksi Demo Bayaran di Riau
    Kamis, 05/03/2015 - 09:07:54 WIB
    Advertorial
    Panitia Pelaksana Konfercab NU Inhu ke-IV Gelar Audiensi dengan Bupati Inhu
    Kamis, 05/03/2015 - 12:18:03 WIB
    Danrem 031/WB Dampingi Mentan Kunker di Riau
    Senin, 22/01/2018 - 20:02:39 WIB
    Warga Sumatera Barat Bisa Saksikan Gerhana Bulan Total Yang Akan Terjadi Pada 31 Januari 2018
    Kamis, 05/03/2015 - 08:10:06 WIB
    Mentan Penuhi Janji Temui Petani di Pulau Ransang, Meranti
    Senin, 22/01/2018 - 19:18:29 WIB
    Dibanding Istrinya, Pria Ini Lebih Suka Bocah..Kalaupun Mau Berhubungan Dengan Istrinya, Lebih Dulu Berbuat Tak Senonoh kepada Anak-anak
    Kamis, 05/03/2015 - 07:53:52 WIB
    Menteri Pertanian Kagum Program Kemandirian Pangan Kampar
    Jumat, 05/01/2018 - 04:51:59 WIB
    Soal Yang Satu Ini, Ternyata Presiden Amerika Serikat Donald Trump Takut Juga
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved