" />


Jum'at, 15 Desember 2017
 
Ini Pernyataan Resmi Amerika serikat. Kekerasan Terhadap Muslim Rohingya di Myanmar adalah Pembersihan Etnis

M Amin | Internasional
Kamis, 23/11/2017 - 01:34:25 WIB
Washington DC (RiauEksis.Com) - Amerika Serikat (AS) akhirnya secara resmi menyatakan kekerasan terhadap Muslim Rohingya di Myanmar adalah bentuk pembersihan etnis, pada Rabu (22/11).

Pernyataan ini memberikan tekanan lebih besar kepada militer negara tersebut untuk menghentikan tindakan keras yang telah membuat lebih dari 600 ribu pengungsi Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.

Menteri Luar Negeri Rex Tillerson menyalahkan pasukan keamanan Myanmar dan warga setempat atas penderitaan yang dirasakan warga Rohingya. Meskipun militer Myanmar telah menyalahkan gerilyawan Rohingya karena telah memulai krisis, Tillerson mengatakan tidak ada provokasi yang dapat membenarkan kekejaman yang sangat mengerikan itu.

"Setelah melakukan analisis menyeluruh terhadap fakta-fakta yang ada, jelas situasi di Negara Bagian Rakhine utara merupakan pembersihan etnis terhadap Rohingya," kata Tillerson dalam sebuah pernyataan.

Menurutnya, mereka yang melakukan kekejaman harus dimintai pertanggungjawaban. Dia menambahkan, AS menginginkan penyelidikan penuh dan akan mencari keadilan melalui undang-undang AS, termasuk kemungkinan untuk memberikan sanksi.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah proses peninjauan yang panjang oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Peninjauan dilakukan untuk menentukan apakah kekerasan tersebut telah mencapai ambang batas untuk bisa dianggap sebagai pembersihan etnis.

Pada September lalu, PBB telah menyatakan krisis Rohingya adalah contoh dari buku teks pembersihan etnis. Namun, AS belum mau menggunakan istilah itu. Tillerson mengatakan ia memerlukan lebih banyak informasi, sehingga saat itu ia hanya mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap krisis tersebut.

Pekan lalu, Tillerson melakukan perjalanan ke Myanmar dalam kunjungan tingkat tertinggi pertama yang dilakukan oleh pejabat AS sejak Presiden Trump menjabat. Di ibu kota Naypitaw, Tillerson bertemu dengan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi dan Panglima Militer Myanmar Min Aung Hlaing, yang bertanggung jawab atas operasi militer di Negara Bagian Rakhine.

Meskipun label "pembersihan etnis" tidak mempengaruhi hukum khusus AS, namun kemungkinan pemerintahan Trump dan Kongres dapat menjatuhkan sanksi baru terhadap Myanmar. Sanksi terhadap negara Asia Tenggara itu telah mereda di bawah kepemimpinan mantan Presiden Barack Obama karena negara tersebut sedang melakukan langkah-langkah transisi menuju demokrasi.

Tillerson, saat berkunjung ke Myanmar, mengatakan AS akan mempertimbangkan sanksi yang ditargetkan terhadap individu yang dianggap bertanggung jawab atas kekerasan tersebut. Namun dia tidak menganjurkan adanya sanksi ekonomi terhadap seluruh negara. (min/rec)



sumber: republika.co.id



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Pada Tahun 2017, Tipe Avanza dan Calya Masih Mendominasi Penjualan Toyota di Riau
  • Ketua IDAI: Pembawa Bakteri Difteri Bisa Tidak Sakit Tapi Bisa Menularkan
  • Disperindag Siak Bersama Pertamina Regional Riau-Sumbar Kian Perketat Pengawasan Distribusi Gas Tiga Kilogram
  • Mobil Inilah Yang Menjadi Penyumpang Tertinggi Penjualan Honda Indonesia di Bulan Lalu
  • Mulai 1 Januari 2018, Pemko Padang Akan Lakukan OTT Terhadap Pelaku Pembuang Sampah Sembarangan
  • Densus Anti Teror 88 Polda Riau Sudah Lama Mengendus Pergerakan NII, Namun Belum Ditindak Karena..
  • Sidang Kasus Ujaran Kebencian Terhadap Ahok, Ustadz Alfian Tanjung Divonis Dua Tahun Penjara
  • Sekitar 10 Kg Sabu Berhasil Diamankan Kepolisian Saat Razia K2YD di Bengkalis Provinsi Riau
  • Menlu Turki Serukan Dunia Akui Yerusalem Timur Ibu Kota Palestina
  •  
     
     
    Senin, 29/08/2016 - 19:36:49 WIB
    Rupanya Seperti Ini Cara Tes Keperawanan Calon Polwan, Duh Ngerinya..
    Rabu, 04/01/2017 - 13:09:56 WIB
    Malaysia dan Indonesia Berlomba Dalam Membuat Pesawat Tempur
    Kamis, 05/03/2015 - 09:07:54 WIB
    Advertorial
    Panitia Pelaksana Konfercab NU Inhu ke-IV Gelar Audiensi dengan Bupati Inhu
    Kamis, 05/03/2015 - 12:18:03 WIB
    Danrem 031/WB Dampingi Mentan Kunker di Riau
    Kamis, 05/03/2015 - 08:10:06 WIB
    Mentan Penuhi Janji Temui Petani di Pulau Ransang, Meranti
    Kamis, 05/03/2015 - 07:53:52 WIB
    Menteri Pertanian Kagum Program Kemandirian Pangan Kampar
    Minggu, 09/07/2017 - 03:09:29 WIB
    Inilah Sosok Tam, Anggota Geng Motor yang Bunuh Prajurit TNI di Inhil
    Senin, 21/03/2016 - 23:43:06 WIB
    Pengembangan Kasus Narkoba di Cirebon
    Tim Mabes Polri Turun ke Kota Pekanbaru Lakukan Penggerebekan di SMP Islam Plus Jannatul Firdaus
    Senin, 11/04/2016 - 16:57:41 WIB
    Jadwal Pilkades Serentak Gelombang II Tahun 2017 Sudah Mulai Disusun BPMPD Kabupaten Kampar
    Rabu, 17/05/2017 - 15:54:00 WIB
    Penegak Hukum Diminta Usut Otak Aksi Demo Bayaran di Riau
    Kamis, 24/03/2016 - 00:07:53 WIB
    Fraksi PDI-P dan Fraksi Gabungan DPRD Pekanbaru Walk Out Saat Rapat ParipurnaRanperda PMBRW
    Senin, 21/03/2016 - 16:59:19 WIB
    Advertorial Pemkab Rohul
    Dinilai Terobosan Pertama di Indonesia, Bupati Rohul Lantik Pengurus Sekaligus Resmikan BUEK
    Rabu, 23/03/2016 - 23:49:31 WIB
    DBD Semakin Mengganas di Kota Pekanbaru, Lima Warga Sudah Meninggal
    Minggu, 20/03/2016 - 16:23:31 WIB
    Edarkan 3 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi, 3 Wanita dan 2 Pria Diamankan Petugas BNN Provinsi Riau
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved