Minggu, 16 Desember 2018
 
Pengakuan Mantan Komandan Militer AS, Negaranya Bisa Kalah Berperang Dengan Korea Utara

M Amin | Internasional
Sabtu, 11/11/2017 - 16:27:40 WIB
Washington DC (RiauEksis.Com) - Mantan komandan militer Amerika Serikat (AS), Letjen Jan-Marc Jouas mengatakan, AS bisa kalah dalam perang melawan Korea Utara (Korut). Menurutnya, kekalahan bisa disebabkan oleh kekurangan jumlah personil dan pasokan.

"Pasukan Amerika sangat kalah jumlah dengan pasukan Korut, begitu juga kekuatan (sekutu) yang akan melakukan banyak pertempuran," kata Jouas, dalam sebuah surat kepada anggota Kongres, yang diperoleh Newsweek, Jumat (10/11/17).

Dikatakannya,AS akan menghadapi masalah dalam mencari bala bantuan atau pasokan baru. Markas mereka bahkan dapat diserang oleh senjata konvensional atau senjata kimia, yang selanjutnya akan menunda masuknya mereka ke dalam perang.

Jouas mengatakan, tindakan militer terhadap rezim Kim Jong-un kemungkinan akan memicu perang skala penuh. Namun, hal itu tidak akan menghancurkan kemampuan nuklir Pyongyang secara total.

"Korban yang luar biasa dan krisis pengungsi akan mencakup lebih dari 100 ribu orang Amerika yang tidak berperang," katanya. Menurut Jouas, penggunaan senjata nuklir oleh Pyongyang tidak bisa dikesampingkan.

Jouas adalah komandan Pasukan AS Korea dari Januari 2012 hingga pensiun di awal 2017. Personil AS di Korea Selatan (Korsel), kata dia, berjumlah sekitar 28.500 orang, meski laporan berita menunjukkan angka yang berbeda.

Perang habis-habisan dengan Korut akan sangat berdarah, karena negara tersebut memiliki sejumlah besar persenjataan yang siap ditujukan ke Seoul. Ibu kota Korsel ini hanya berjarak beberapa mil dari zona demiliterisasi.

Menurut Dewan Hubungan Luar Negeri (CFR), sebuah kelompok think tank AS, Pyongyang memiliki 1,1 juta personil di angkatan bersenjatanya.

"Meskipun Pyongyang kalah oleh negara-negara tetangga dan lawannya dalam perbandingan dolar-ke-dolar, para ahli pertahanan mengatakan mereka beroperasi dengan peralatan dan teknologi canggih. Posisi militer dan rudal yang dikerahkan ke Seoul memastikan kemampuan konvensional Pyongyang tetap menjadi ancaman konstan bagi tetangga di selatannya itu," ujar CFR.

Surat Jouas muncul saat ketegangan antara AS dan Korut semakin meningkat. Namun, Trump tampaknya telah memberikan sedikit nada lembut untuk Korut. "Masuk akal bagi Korut untuk berunding dan membuat kesepakatan yang baik untuk rakyat Korut dan dunia," kata dia saat berkunjung ke Seoul. (min/rec)



sumber: republika.co.id



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Pemkab Rohil Giatkan Pembangunan Wilayah Perbatasan
  • Curhatan Mahasiswa S3 Polisikan Dosen Karena Dilempar Disertasi
  • Jadwal Lengkap Presiden RI Ke-6 Di Riau
  • Terduga Teroris Aksi Teror Natal Dan Tahun Baru Ditangkap Polisi
  • Kosmetik Ilegal Akan Diedarkan Ke Kota Besar Di Indonesia Tapi Dihentikan BPOM
  • Terseret Arus Sungai Kampar, Korban Ditemukan Kondisi Meninggal Dunia
  • Evalasi Waduk PLTA Koto Panjang Mengalami Penurunan
  • Terbongkarnya Bilik Cinta Di Lapas Sukamiskin
  • Kukang Jantan Berusia Setahun Sempat Terjebak Banjir
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved