Senin, 25/11/2019
 
Pengakuan Mantan Komandan Militer AS, Negaranya Bisa Kalah Berperang Dengan Korea Utara

M Amin | Internasional
Sabtu, 11/11/2017 - 16:27:40 WIB
Washington DC (RiauEksis.Com) - Mantan komandan militer Amerika Serikat (AS), Letjen Jan-Marc Jouas mengatakan, AS bisa kalah dalam perang melawan Korea Utara (Korut). Menurutnya, kekalahan bisa disebabkan oleh kekurangan jumlah personil dan pasokan.

"Pasukan Amerika sangat kalah jumlah dengan pasukan Korut, begitu juga kekuatan (sekutu) yang akan melakukan banyak pertempuran," kata Jouas, dalam sebuah surat kepada anggota Kongres, yang diperoleh Newsweek, Jumat (10/11/17).

Dikatakannya,AS akan menghadapi masalah dalam mencari bala bantuan atau pasokan baru. Markas mereka bahkan dapat diserang oleh senjata konvensional atau senjata kimia, yang selanjutnya akan menunda masuknya mereka ke dalam perang.

Jouas mengatakan, tindakan militer terhadap rezim Kim Jong-un kemungkinan akan memicu perang skala penuh. Namun, hal itu tidak akan menghancurkan kemampuan nuklir Pyongyang secara total.

"Korban yang luar biasa dan krisis pengungsi akan mencakup lebih dari 100 ribu orang Amerika yang tidak berperang," katanya. Menurut Jouas, penggunaan senjata nuklir oleh Pyongyang tidak bisa dikesampingkan.

Jouas adalah komandan Pasukan AS Korea dari Januari 2012 hingga pensiun di awal 2017. Personil AS di Korea Selatan (Korsel), kata dia, berjumlah sekitar 28.500 orang, meski laporan berita menunjukkan angka yang berbeda.

Perang habis-habisan dengan Korut akan sangat berdarah, karena negara tersebut memiliki sejumlah besar persenjataan yang siap ditujukan ke Seoul. Ibu kota Korsel ini hanya berjarak beberapa mil dari zona demiliterisasi.

Menurut Dewan Hubungan Luar Negeri (CFR), sebuah kelompok think tank AS, Pyongyang memiliki 1,1 juta personil di angkatan bersenjatanya.

"Meskipun Pyongyang kalah oleh negara-negara tetangga dan lawannya dalam perbandingan dolar-ke-dolar, para ahli pertahanan mengatakan mereka beroperasi dengan peralatan dan teknologi canggih. Posisi militer dan rudal yang dikerahkan ke Seoul memastikan kemampuan konvensional Pyongyang tetap menjadi ancaman konstan bagi tetangga di selatannya itu," ujar CFR.

Surat Jouas muncul saat ketegangan antara AS dan Korut semakin meningkat. Namun, Trump tampaknya telah memberikan sedikit nada lembut untuk Korut. "Masuk akal bagi Korut untuk berunding dan membuat kesepakatan yang baik untuk rakyat Korut dan dunia," kata dia saat berkunjung ke Seoul. (min/rec)



sumber: republika.co.id



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Hardianto Dukung Gubri Syamsuar evaluasi BUMD
  • Danramil 05/Rupat Bersama Tim Gabungan Kembali Berjibaku Lawan Karlahut di Pulau Rupat
  • Presiden Tinjau Posko Penanganan Karhutla Riau
  • Akpasindo Kunjungi Kelompok Tani Desa Talang Mandau
  • Turki berin300 bea siswa untuk mahasiswa Indonesia.
  • Aset Tersangka kasus Jiwasraya Ditaksir Capai Rp11 Triliun
  • Dewan Pers Berikan UKW Gratis untuk 480 wartawan
  • 29 Februari, PWI akan Gelar Porwada Catur.
  • Kasdim 0303/Bengkalis Hadiri Ijab Qobul Anak Plt Bupati Bengkalis 
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved