Selasa, 25/06/2019
 
Bj Habibie: Pilihlah Presiden Jejak-Jejaknya Yang Nyata

Putra | Nasional
Minggu, 22/07/2018 - 23:01:16 WIB
RiauEksis.com, Jakarta - BJ Habibie bicara soal Pilpres 2019. Presiden RI ke-tiga  mengingatkan masyarakat Indonesia untuk memilih Presiden yang mampu dan mempunyai kerja yang nyata.

Habibie awalnya memaparkan soal pentingnya produktivitas manusia Indonesia dan perlunya pemimpin yang benar-benar dekat dengan rakyat. Habibie lantas mengibaratkannya dengan suatu bus.

"Sekarang kita harus tingkatkan produktivitas sumber daya manusia. Oleh karena itu leadership yang kita butuhkan pertama yang benar-benar dekat dengan rakyat dan mempunyai suatu proses yang nyata," kata Habibie di kediamannya di Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, seperti dikutip Detik.com, Minggu (22/7/2018).

Habibie menganalogikan rakyat itu seperti penumpang yang berada dalam suatu bus. Sedangkan Presiden adalah sopir yang memegang kendali kendaraan tersebut.

"Anggap Anda punya bus, bus itu namanya RI, penumpangnya rakyat Indonesia, pengemudi bus itu adalah Presiden, dia harus ke titik A," tuturnya.

Setiap bus, kata Habibie, pasti mempunyai tujuan yang ditentukan penumpang. Untuk mencapai tujuan itu, bus harus mempunyai rem dan gas agar perjalanan tidak oleng.

"Yang menentukan ke titik A itu ada penumpangnya, dia bayar pajak, dia membiayai semua. Tapi bus itu hanya bisa bergerak, kalau dia punya gas, gas itu dia tekan, bergerak. Tetapi kalau hanya gas saja, tidak cukup, dia butuh rem. Karena kalau dia cukup gas, baru keluar, bisa tabrak mobil atau tabrak pohon. Kecelakaan. Jadi dia butuh rem," paparnya.

Rem yang dimaksud dalam konteks pemerintah menurut Habibie adalah Bappenas. Sedangkan gas nya itu adalah persoalan ekonomi dan teknologi. Semuanya dikendalikan oleh sang pemegang kendali yaitu Presiden.

"Kalau rem nya itu siapa, itu yang memikirkan makro ekonomi, Bappenas karena harus melihat keadaan global, yang namanya gas, yang memikirkan mikro ekonomi dan tekno. Karena dia harua tahu persis apa yang ada di sumber daya manusia. Dua-duanya dikendalikan oleh namanya Presiden," tuturnya.

Namun untuk menuju ke arah yang dikehendaki bus memerlukan peta. Peta itu lah, menurut Habibie, adalah Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

"Tapi dia butuh peta harus mau kemana. Nah peta itu disusun bersama dengan namanya garis haluan besar negara (GBHN), GBHN," bebernya.

GBHN ini, masih kata Habibie, disusun oleh eksekutif, partai politik dan dewan riset nasional. Semua harus bekerja sama untuk menentukan arah perjalanan bangsa.

Tak hanya GBHN, Habibie pun menyarankan setiap daerah memiliki Garis Besar Haluan Daerah (GBHD). GBHD disusun oleh pemerintah daerah bersama dengan partai politik di daerah.

"Agar supaya mana maka tiap provinsi menyusun Garis Besar Haluan Daerah yang menyusun siapa? Pemda bekerja sana dengan sinergi positif dengan dewan riset daerah dengan parpol daerah dan belum tentu parpol daerah itu berperan dalam nasional," ujarnya.

Dengan begitu, kata Habibie, kinerja pemerintah dapat diukur secara jelas. Terakhir, dia pun meminta masyarakat untuk memilih Presiden yang mempubyai jejak yang nyata dan bisa melaksanakan GBHN itu.

"Sekarang kita memilih siapa yang leader nya? Yang menjadi Presiden? Pilih yang mampu. Tidak pernah berbicara, jejak-jejaknya nyata, mampu melaksanakan GBHN," bebernya. ****(ptr)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Beberapa Kali Tertunda Komandan Resort Militer (Danrem) 031/Wira Bima Pekanbaru, Kunker ke Bengkalis
  • Patroli Karlahut Babinsa, Larang Masyarakat Membuka Lahan Dengan Cara Membakar
  • Danramil 12/Pwk Sabak Auh Ikuti Apel Hari Pramuka Ke-58
  • Akibat Kemarau Hasil Panen Menurun, Serma Sembiring Semangati Para Petani
  • Danramil 06/SA Hadiri Apel HUT RI Ke-74 Kecamatan Sungai Apit
  • HUT RI Ke 74 Dirohul Berlangsung Hikmat Dan Menampilkan Seni Tradisional
  • Pelaksanaan Apel HUT RI Ke 74, Sertu Gopardin Laksanakan Goro Bersama Masyarakat
  • Jelang Apel Peringatan HUT RI ke 74, Serda Hamdani Mantapkan Paskibra Bungaraya
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved