Senin, 24 09 2018
 
Beginilah Pengakuan Ketua IKAT Aceh Terkait Ustadz Abdul Somad

M Amin | Nasional
Kamis, 04/01/2018 - 18:16:33 WIB
Banda Aceh (RiauEksis.Com) - Kehadiran dai kondang asal Riau, Ustaz Abdul Somad atau yang lebih dikenal dengan UAS mampu membangkitkankan semangat dan persatuan masyarakat Aceh.

Ketua Ikatan Alumni Timur Tengan (IKAT) Aceh, Tgk Muhammad Fadhil Rahmi Lc, menilai, fenomena dan demam UAS sang dai sejuta follower itu sangat luar biasa.

"Namun mampukah Aceh melahirkan dai sekelas Ust #UAS??” tulis Fadhil Rahmi dalam pernyataan pers melalui Whatsapp kepada serambinews.com, Kamis (4/1/18).

Fadhil kemudian menjawab sendiri pertanyaan tersebut. Menurutnya, bukanlah sesuatu yang mustahil jika Aceh dapat melahirkan dai sekelas Ustaz Abdul Somad.

Salah satu alasannya, setiap tahun Banda Aceh menjadi salah satu tuan rumah untuk seleksi nasional pendidikan ke Timur Tengah.

Selain itu, IKAT Aceh juga membatu fasilitasi sejak dari bimbingan, try out bahkan sampai tahap sosialisasi.

"Saya yakin Aceh pasti bisa, apalagi Aceh memiliki lembaga yang khusus menangani beasiswa. Kalau serius pasti bisa," ujar Fadhil.

Fadhil yang baru pulang mendampingi dakwah Ustaz Abdul Somad di beberapa daerah, menyampaikan sejumlah harapan dan target agar cita-cita tersebut dapat terwujud. Antara lain, harus adanya perhatian khusus dari pemerintah melalui LPSDM.

"Kenapa perlu perhatian pemerintah di sini? Karena selama ini yang lulus seleksi adalah mayoritas dan hampir seluruhnya tanpa beasiswa, banyak yang lulus seleksi tapi tidak bisa berangkat, karena alasan finansial," lanjut Fadhil.

Ia melanjutkan, bahwa seleksi nasional belajar ke Timur Tengah selama ini adalah khusus untuk program strata satu (S1).

Sementara LPSDM tidak mengakomodir beasiswa bagi S1 ke luar negeri, hanya untuk S2 dan s3.

Padahal minat orangtua dan para alumni dayah/pesantren untuk melanjutkan pendidikan S-1 anaknya ke Timur Tengah sangat tinggi.

"Buktinya hampir setiap hari ada yang tanya informasi tentang pendidikan di Timur Tengah kepada kami, terutama tentang Al-Azhar Mesir," ujar Fadhil Rahmi.

Menurutnya, sosok UAS bisa seperti sekarang, bukan hanya karena S-2nya di Timur Tengah, tapi sudah dimulai sejak dari S-1.

"Tentu tanpa bermaksud merendahkan kualitas lulusan S1 di tempat lain, tapi perlu kami sampaikan bahwa sebaiknya kalau mau belajar ke Timur Tengah, baiknya dimulai dari S1, itu idealnya," kata Fadhil.

Ia menambhkan, IKAT Aceh akan segera bertemu Gubernur untuk menyampaikan hal ini. Pihak IKAT juga sudah mempersiapkan materi untuk dipresentasikan di depan Gubernur dan LPSDM, sebagai upaya melahirkan dai dan ulama kelas dunia.

"Seminggu yang lalu saya bertemu Dubes Maroko di Jakarta. Mereka siap membantu untuk memfasilitasi beasiswa di Maroko. Kami dari IKAT Insya Allah selalu selalu siap memfasilitasi pemuda-pemudi Aceh belajar ke Timur Tengah," demikin Fadhil Rahmi.(min/rec)



sumber: tribunnews.com




     



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Zikir Kebangsan Yang Dilaksanakan GP Ansor Di Siak Berjalan Lancar
  • Tabrakan Kapal Pompong, 1 Penumpang Hilang
  • Dinas Pariwisata Riau Menggelar Festival Jajanan Sumatera Di Pekanbaru
  • Titik Rawan Masuk Narkoba Di Pantai Sumatera
  • Pelaku Curanmor Ditangkap Polsek Rumbai Pesisir
  • Ma'aruf Dapat Cibiran Saat Memutuskan Maju Sebagai Cawapres 2019
  • Utang Pemerintah Naik Lagi
  • Daftar CPNS? Ini Instansi Yang Tunjangan Paling Tinggi
  • Jadwal Liga Inggris Pekan Keenam
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved