" />


Rabu, 17 Januari 2018
 
Gubernur DKI Bentuk Komite Pencegahan Korupsi, Ketuanya Mantan Pimpinan KPK...Tujuannya Apa?

M Amin | Nasional
Rabu, 03/01/2018 - 11:20:57 WIB
Jakarta (RiauEksis.Com) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membentuk Komite Pencegahan Korupsi (Komite PK) Jakarta. Komite PK ini dipimpin oleh salah seorang mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Komite PK dibentuk dengan landasan Pergub Nomor 196 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Pergub Nomor 187 tentang Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

Anies mengatakan, Komite PK ini dibentuk dengan tujuan mencegah terjadinya korupsi dengan cara membangun sistem pemerintahan yang sesuai dengan prinsip tata pemerintahan yang baik (good governance). Prinsip tata pemerintahan yang baik ini adalah pemerintahan yang bersih, akuntabel, sesuai aturan hukum, efektif, efisien dan partisipatif.

"Komite PK Jakarta juga akan menjadi penghubung antara Pemda DKI dengan masyarakat dan lembaga negara lain seperti KPK dalam melakukan pengawasan serta pencegahan korupsi di Provinsi DKI Jakarta," kata Anies di Jakarta, Rabu (03/01/18).

Komite PK antara lain akan mendorong pembangunan sistem data yang terintegrasi dan membangun integritas aparatur sipil Pemda DKI Jakarta.

Anies mengatakan pembentukan Komite PK Jakarta ini merupakan salah satu tugas prioritas yang harus dilakukan pada 100 hari pertama pemerintahan.

"Kami ingin agar terwujudnya pemerintahan bersih, bukan hanya menjadi milik satu dua orang tokoh saja yang akan hilang begitu mereka pergi. Namun kami ingin perubahan mendasar dalam sistemnya, sehingga terwujudnya pemerintahan bersih akan bersifat lestari dan berlangsung lama," katanya.

Anies melanjutkan, ada dua hal pokok yang menjadi agenda utama bagi Komite PK yaitu di bidang tata kelola pemerintahan dan penyelamatan pendapatan asli daerah (PAD). Mencegah korupsi dalam urusan tata kelola pemerintahan akan mencegah terjadinya kebocoran anggaran. Menyelamatkan PAD perlu dilakukan karena ada banyak potensi pendapatan daerah yang belum masuk.

"Dengan cara ini ke depan saya berharap Jakarta sebagai kota metropolitan akan dapat meningkatkan PAD dan dapat membangun kota menjadi lebih berkualitas," ujar dia.

Komite PK ini diketuai oleh Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011 - 2015, Bambang Widjojanto. Anggota Dewan terdiri dari aktivis LSM Hak Asasi Manusia Nursyahbani Katjasungkana, mantan wakapolri Komjen Pol (purn) Oegroseno, dan peneliti ahli tata pemerintahan yang baik Tatak Ujiyati. Mantan ketua TGUPP pemerintah sebelumnya, Muhammad Yusuf, juga memperkuat Komite PK ini.

Menurut Anies, dirinya sengaja memilih orang-orang dengan kredibilitas baik dan keahlian mumpuni masuk ke dalam komite itu. "Dengan harapan agar keahlian dan pengalaman mereka dapat mendorong perubahan secara cepat sistem di Pemerintahan DKI Jakarta menjadi lebih transparan dan akuntabel secara sistematis," ujar dia.

Sementara Ketua Komisi PK Jakarta Bambang Widjojanto mengatakan, dirinya bersedia karena itu adalah kesempatan yang baik baginya, untuk membantu terwujudnya model pemerintahan daerah yang bersih, transparan dan akuntabel. Komite Pencegahan Korupsi ini menjadi lembaga pencegahan korupsi yang pertama kali dibuat di provinsi.

"Dengan posisi Jakarta yang strategis, sebagai ibu kota negara dan pusat bisnis, sudah seharusnya Pemprov DKI Jakarta menjadi garda terdepan pemberantasan korupsi penyelenggaraan pemerintahan," katanya.

BW juga berharap untuk bisa bekerja sama dengan semua lembaga dan kelompok masyarakat yang memiliki semangat anti korupsi yang sama. "Untuk itu, kami akan secara aktif menjalin kerja sama dengan KPK dan LSM Anti Korupsi untuk secara bersama mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel di Jakarta ini," ujar dia. (min/rec)




sumber: republika.co.id



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Tak Tenang Selama Buron, Akhirnya Tersangka Pembunuhan di Kabupaten Kampar Provinsi Riau Ini Menyerahkan Diri dengan Didampingi Ortunya
  • Zaman Sudah Mulai Edan, Ada Seorang Anak Remaja Mau Memperkosa Ibu Kandungnya Sendiri
  • Dituding Pecah Kongsi dengan Wakilnya, Ini Tangapan Bupati Bengkalis
  • Astaga..Seorang Pria Menyerang dan Mencoba Potong Hijab Remaja Putri Cantik Kanada Pakai Gunting. Apa Tindakan Polisi dan Tanggapan Perdana Menteri?
  • Ini Harus Ditelusuri, 232 TKI Ilegal Asal NTT Ternyata Kantongi KTP Kabupaten Siak Provinsi Riau
  • Pemerintah Rusia Kritik Keputusan Israel Bangun PermukimanBaru di Tepi Barat
  • Suhu Dingin Yang Melanda Sejumlah Daerah di Sumatera Disebabkan Pergeseran Udara di Asia
  • Kasus Penganiayan Pelaku Mesum Hingga Tewas di Riau, 6 Warga Ditangkap, Termasuk Anak Tiri Korban
  • Korut Sampaikan Permintaan Jika Korsel Ingin Damai
  •  
     
     
    Senin, 29/08/2016 - 19:36:49 WIB
    Rupanya Seperti Ini Cara Tes Keperawanan Calon Polwan, Duh Ngerinya..
    Kamis, 04/01/2018 - 18:37:13 WIB
    Pertarungan Jumiati Melawan Harimau di Sebuah Perkebunan Sawit di Riau...Sebelum Tewas, Leher Belakangnya Dicengkeram, Setelah Itu Pahanya Dimakan
    Rabu, 04/01/2017 - 13:09:56 WIB
    Malaysia dan Indonesia Berlomba Dalam Membuat Pesawat Tempur
    Minggu, 14/01/2018 - 13:42:13 WIB
    Zaman Sudah Mulai Edan, Ada Seorang Anak Remaja Mau Memperkosa Ibu Kandungnya Sendiri
    Kamis, 05/03/2015 - 09:07:54 WIB
    Advertorial
    Panitia Pelaksana Konfercab NU Inhu ke-IV Gelar Audiensi dengan Bupati Inhu
    Kamis, 05/03/2015 - 12:18:03 WIB
    Danrem 031/WB Dampingi Mentan Kunker di Riau
    Kamis, 05/03/2015 - 08:10:06 WIB
    Mentan Penuhi Janji Temui Petani di Pulau Ransang, Meranti
    Kamis, 05/03/2015 - 07:53:52 WIB
    Menteri Pertanian Kagum Program Kemandirian Pangan Kampar
    Jumat, 05/01/2018 - 04:51:59 WIB
    Soal Yang Satu Ini, Ternyata Presiden Amerika Serikat Donald Trump Takut Juga
    Minggu, 09/07/2017 - 03:09:29 WIB
    Inilah Sosok Tam, Anggota Geng Motor yang Bunuh Prajurit TNI di Inhil
    Senin, 21/03/2016 - 23:43:06 WIB
    Pengembangan Kasus Narkoba di Cirebon
    Tim Mabes Polri Turun ke Kota Pekanbaru Lakukan Penggerebekan di SMP Islam Plus Jannatul Firdaus
    Senin, 11/04/2016 - 16:57:41 WIB
    Jadwal Pilkades Serentak Gelombang II Tahun 2017 Sudah Mulai Disusun BPMPD Kabupaten Kampar
    Rabu, 17/05/2017 - 15:54:00 WIB
    Penegak Hukum Diminta Usut Otak Aksi Demo Bayaran di Riau
    Jumat, 29/12/2017 - 19:33:23 WIB
    Untuk Mengundang Ustadz Abdul Somad Berceramah di Gedung MPR-RI Saja Sudah Setahun Dibooking
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved