" />


Sabtu, 21 Oktober 2017
 
Reklamasi Teluk Jakarta Bakal Memperparah Kondisi Banjir di Ibukota Negara

M Amin | Nasional
Rabu, 11/10/2017 - 00:18:51 WIB
Jakarta (RiauEksis.Com) - Reklamasi Teluk Jakarta bakal memperparah kondisi banjir tahunan karena pembuatan 17 pulau di kawasan tersebut berdampak buruk.

Penilaian itu disampaikan Ketua Bidang Ekonomi Keuangan, Industri, Teknologi dan Lingkungan Hidup DPP PKS, Memed Sosiawan.

"Reklamasi 17 pulau tersebut akan memperparah banjir tahunan yang berasal dari 13 sungai yang mengalami sedimentasi dengan cepat dan penurunan muka tanah serta intrusi air laut yang terjadi di Teluk Jakarta," kata Memed Sosiawan, Selasa (10/10/17).

Menurutnya, gubernur baru Ibu Kota yang sebentar lagi bakal dilantik diharapkan dapat memperhatikan bahaya reklamasi partial terhadap Teluk Jakarta, dan kembali mendalami, mengoreksi serta melanjutkan konsep rencana proyek The National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) dalam rangka meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Memed melihat ada dua isu penting dalam rangka menyelamatkan Jakarta dari bencana yang selalu terjadi. Yakni melindungi Jakarta terhadap datangnya banjir dari laut dan intrusi air laut yang asin ke akuifer air tawar yang dapat mengontaminasi sumber air minum, serta melindungi Jakarta terhadap banjir yang datangnya dari 13 sungai yang bermuara di teluk Jakarta.

"Sejak tahun 2011, sebenarnya pemerintah telah melakukan kerja sama dengan pemerintah Belanda untuk mereduksi dan mencegah banjir yang terjadi di Jakarta, dengan Program Bersama yang bernama, The Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDS), kerja sama bilateral tersebut kemudian dilanjutkan dengan nama, The National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) project," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, reklamasi Teluk Jakarta dihentikan berdasarkan moratorium yang dikeluarkan sesuai keputusan Menteri LHK pada tanggal 10 Mei 2016.

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan terbitnya Surat Moratorium Menteri LHK, antara lain terkait izin lingkungan, yaitu di mana material melebihi kapasitas, tercantum dalam izin 20.900.000 meter kubik, sebenarnya dipakai 23.789.816 meter kubik.

Perusahaan juga ketika itu tak menyampaikan pengamatan maupun pencatatan lapangan tentang tanah mereka dalam laporan pelaksanaan rencana pemantauan lingkungan.

Namun saat ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan telah memastikan bahwa reklamasi Teluk Jakarta dapat terus dilanjutkan setelah moratorium proyek tersebut dicabut menyusul penyelesaian masalah administrasi yang dipenuhi pengembang.

"Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah mencabut sanksi administratif Pulau C, Pulau D dan Pulau G, karena pengembang telah memenuhi sanksi moratorium dari pemerintah pusat karena masalah analisis mengenai dampak lingkungan (amdal)," kata Luhut.

Atas dasar tersebut, Kemenko Maritim mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Nomor S-78-001/02/Menko/Maritim/X/2017 pada Kamis (5/10).

Surat tersebut mencabut surat keputusan yang dikeluarkan Rizal Ramli, Menko Maritim terdahulu, yang pada 2016 menghentikan sementara pembangunan reklamasi. (ma/re)



sumber: antara/republika



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Apakah Anak Anda Masuk Kategori Berbakat Super? Jawabnya, Lihatlah Beberapa Sifat Ini
  • Tanda Dimulainya Pengiriman Mobil Sport Honda di Indonesia, HPM Serahterimakan Honda Civic type R kepada 10 Konsumen Pertama
  • Ternyata Praktik Judi Toto Gelap Masih Marak di Pekanbaru, Buktinya Polda Riau Tangkap Seorang Bandar
  • Anggota Polisi Amankan 43 Kg Daun Ganja Kering Dari Loket Lorena Expres, 4 Orang Ditangkap
  • Alasan Pembentukan Densus Tipikor Oleh Polri Belum Jelas Sehingga Memunculkan Kecurigaan
  • Babhin di Riau Yang Punya Ide dan Terobosan Kreatif Penggunaan Dana Desa Akan Diberi Penghargaan
  • Saat Ini Pemprov Riau dan DPRD Provinsi Riau Sedang Menyusun Ranperda Transportasi Haji ke Embarkasi dan Sebaliknya
  • Bupati Tandatangani MoU Nota Perubahan KUPA dan PPAS Perubahan 2017 Disaksikan Ketua DPRD Bengkalis
  • Gol Mario Mandzukic Jadi Penentu Kemenangan si 'Nyonya Tua' Atas Sporting CP
  •  
     
     
    Senin, 29/08/2016 - 19:36:49 WIB
    Rupanya Seperti Ini Cara Tes Keperawanan Calon Polwan, Duh Ngerinya..
    Rabu, 04/01/2017 - 13:09:56 WIB
    Malaysia dan Indonesia Berlomba Dalam Membuat Pesawat Tempur
    Kamis, 05/03/2015 - 09:07:54 WIB
    Advertorial
    Panitia Pelaksana Konfercab NU Inhu ke-IV Gelar Audiensi dengan Bupati Inhu
    Kamis, 05/03/2015 - 12:18:03 WIB
    Danrem 031/WB Dampingi Mentan Kunker di Riau
    Kamis, 05/03/2015 - 07:53:52 WIB
    Menteri Pertanian Kagum Program Kemandirian Pangan Kampar
    Kamis, 05/03/2015 - 08:10:06 WIB
    Mentan Penuhi Janji Temui Petani di Pulau Ransang, Meranti
    Minggu, 09/07/2017 - 03:09:29 WIB
    Inilah Sosok Tam, Anggota Geng Motor yang Bunuh Prajurit TNI di Inhil
    Senin, 21/03/2016 - 23:43:06 WIB
    Pengembangan Kasus Narkoba di Cirebon
    Tim Mabes Polri Turun ke Kota Pekanbaru Lakukan Penggerebekan di SMP Islam Plus Jannatul Firdaus
    Senin, 11/04/2016 - 16:57:41 WIB
    Jadwal Pilkades Serentak Gelombang II Tahun 2017 Sudah Mulai Disusun BPMPD Kabupaten Kampar
    Kamis, 24/03/2016 - 00:07:53 WIB
    Fraksi PDI-P dan Fraksi Gabungan DPRD Pekanbaru Walk Out Saat Rapat ParipurnaRanperda PMBRW
    Senin, 21/03/2016 - 16:59:19 WIB
    Advertorial Pemkab Rohul
    Dinilai Terobosan Pertama di Indonesia, Bupati Rohul Lantik Pengurus Sekaligus Resmikan BUEK
    Minggu, 20/03/2016 - 16:23:31 WIB
    Edarkan 3 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi, 3 Wanita dan 2 Pria Diamankan Petugas BNN Provinsi Riau
    Rabu, 23/03/2016 - 23:49:31 WIB
    DBD Semakin Mengganas di Kota Pekanbaru, Lima Warga Sudah Meninggal
    Rabu, 16/03/2016 - 17:33:28 WIB
    Dugaan Pungli Beasiswa, Kepala Disdikbud Kampar Diperiksa Kejari Selama 3 Jam
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved