" />


Rabu, 17 Januari 2018
 
Satupena Desak Pemerintah Turunkan Pajak Penulis

Ridwan Alkalam | Nasional
Senin, 11/09/2017 - 19:44:29 WIB
JAKARTA (riaueksis.com) - Organisasi Persatuan Penulis Indonesia (Satupena) yang menjadi wadah rausan penulis buku berbagai genre di negeri inai mendesak pemerintah agar menurunkan pajak penulis yang pantas dan adil.

Pernyataan ini diungkapkan Ketua Umum, Satupena Dr Nasir Tamara dalam rilis yang dikirim ke media, Senin (11/9).

''Kami sangat memahami keberatan para penulis sebagaimana disuarakan penulis Tere Liye dan Dewi 'Dee' Lestari di media sosial. Oleh sebab itulah, Satupena menjembatani aspirasi para penulis debngan pihak pemerintah untuk mendapatkan besaran pahak penulus yang adil," kata Nasir Tamara.

Pihak pemerintah melalui Menteri Keuangan dan Dirjen Pajak mengundang para perwakilan penulis termasuk Satupena untuk berdialig dan membahas secara lebih rinci masalah oajak penulis ini, Rabu mendatang.

Adapun pernyataan sikap Satupena terkait desakan pada pemerintah mengenai tuntutan pahak yang ringan bagi penulis:

Masalah pajak menjadi perbincangan di kalangan para penulis dan pelaku bisnis perbukuan di Indonesia selama beberapa bulan terakhir dan menjadi pembahasan nasional di arena Indonesia International Book Festival 2017. Perlakuan pajak terhadap profesi penulis dinilai memberatkan bagi banyak penulis karena kondisi ekonomi sebagian besar penulis Indonesia masih belum memadai.

Salah satu anggota Dewan Pakar Satupena, Dee Lestari, juga telah menyampaikan kritiknya terhadap masalah perpajakan penulis yang kemudian ditanggapi baik oleh Kepala Bekraf Triawan Munaf. Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, telah meminta langsung Dirjen Pajak memberi penjelasan kepada publik tentang masalah tersebut. 
Sebagai asosiasi penulis Indonesia dari berbagai genre, berikut pernyataan Satupena:

1. Satupena mengapresiasi tindakan cepat dari pihak pemerintah, khususnya Menkeu dan Direktorat Jenderal Pajak, dalam menanggapi isu pajak royalti penulis yang bergulir hangat baru-baru ini.

2. Satupena meminta komitmen pemerintah untuk mendukung penulis sebagai hulu dari industri perbukuan melalui kebijakan perpajakan baru yang dapat meringankan beban pajak penulis.

3. Satupena meminta penulis diikutsertakan untuk berdialog dan berdiskusi agar arah perubahan yang terjadi kelak dapat tepat sasaran dan menguntungkan bagi semua pihak. Satupena dengan terbuka menyediakan waktu, tenaga, pikiran untuk ikut serta dalam proses perumusannya.

4. Sehubungan dengan surat pernyataan resmi dari Direktorat Jenderal Pajak pada tanggal 8 September 2017 mengenai penerapan Norma Penghitungan Penghasilan Neto (NPPN) 50% bagi pendapatan penulis termasuk royalti dan mengingat bagaimana sebelumnya sosialisasi tentang hal itu belum merata ke seluruh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) sehingga beberapa penulis ditolak penggunaan NPPN-nya karena pemahaman yang belum seragam antara penulis dan KPP, Satupena meminta masa transisi untuk satu tahun pajak.

Proses sosialisasi ini sangat krusial karena banyak penulis yang juga  belum mengetahui tentang kebijakan NPPN ini dan belum sempat memasukkan prasyarat berupa surat pemberitahuan penggunaan NPPN ke KPP-nya masing-masing. Pada masa transisi ini, Satupena mengusulkan agar semua penulis yang memenuhi syarat dapat menggunakan NPPN 50% pada pelaporan pajak yang akan datang (di tahun 2018 untuk tahun pajak 2017) dengan  memberikan surat pemberitahuan penggunaan NPPN sebelum atau pada saat pelaporan pajak penghasilannya.

5. Satupena mengapresiasi kebijakan pemerintah yang telah membebaskan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)  untuk  penyerahan/penjualan buku-buku pelajaran umum dan agama. Namun, upaya mencerdaskan kehidupan bangsa tidak hanya dilakukan melalui buku-buku pelajaran umum dan  agama saja, melainkan hampir semua buku di semua genre. Untuk itu Satupena meminta pemerintah meninjau kembali tarif PPN yang terkait dengan masalah perbukuan agar iklim usaha perbukuan semakin kompetitif.

Penulis pada dasarnya adalah pendidik, pemberi informasi, pencipta rasa keindahan, menyentuh inspirasi dan imajinasi, serta penyimpan memori bangsa. Semua buku, termasuk karya sastra, sejarah, biografi, maupun karya populer lainnya, berkontribusi besar bagi upaya mencerdaskan masyarakat. Satupena sepakat dan akan berjuang bersama-sama dengan para penulis untuk memperoleh keadilannya demi sehatnya ekosistem perbukuan Indonesia. (len)





comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Tak Tenang Selama Buron, Akhirnya Tersangka Pembunuhan di Kabupaten Kampar Provinsi Riau Ini Menyerahkan Diri dengan Didampingi Ortunya
  • Zaman Sudah Mulai Edan, Ada Seorang Anak Remaja Mau Memperkosa Ibu Kandungnya Sendiri
  • Dituding Pecah Kongsi dengan Wakilnya, Ini Tangapan Bupati Bengkalis
  • Astaga..Seorang Pria Menyerang dan Mencoba Potong Hijab Remaja Putri Cantik Kanada Pakai Gunting. Apa Tindakan Polisi dan Tanggapan Perdana Menteri?
  • Ini Harus Ditelusuri, 232 TKI Ilegal Asal NTT Ternyata Kantongi KTP Kabupaten Siak Provinsi Riau
  • Pemerintah Rusia Kritik Keputusan Israel Bangun PermukimanBaru di Tepi Barat
  • Suhu Dingin Yang Melanda Sejumlah Daerah di Sumatera Disebabkan Pergeseran Udara di Asia
  • Kasus Penganiayan Pelaku Mesum Hingga Tewas di Riau, 6 Warga Ditangkap, Termasuk Anak Tiri Korban
  • Korut Sampaikan Permintaan Jika Korsel Ingin Damai
  •  
     
     
    Senin, 29/08/2016 - 19:36:49 WIB
    Rupanya Seperti Ini Cara Tes Keperawanan Calon Polwan, Duh Ngerinya..
    Kamis, 04/01/2018 - 18:37:13 WIB
    Pertarungan Jumiati Melawan Harimau di Sebuah Perkebunan Sawit di Riau...Sebelum Tewas, Leher Belakangnya Dicengkeram, Setelah Itu Pahanya Dimakan
    Rabu, 04/01/2017 - 13:09:56 WIB
    Malaysia dan Indonesia Berlomba Dalam Membuat Pesawat Tempur
    Minggu, 14/01/2018 - 13:42:13 WIB
    Zaman Sudah Mulai Edan, Ada Seorang Anak Remaja Mau Memperkosa Ibu Kandungnya Sendiri
    Kamis, 05/03/2015 - 09:07:54 WIB
    Advertorial
    Panitia Pelaksana Konfercab NU Inhu ke-IV Gelar Audiensi dengan Bupati Inhu
    Kamis, 05/03/2015 - 12:18:03 WIB
    Danrem 031/WB Dampingi Mentan Kunker di Riau
    Kamis, 05/03/2015 - 08:10:06 WIB
    Mentan Penuhi Janji Temui Petani di Pulau Ransang, Meranti
    Kamis, 05/03/2015 - 07:53:52 WIB
    Menteri Pertanian Kagum Program Kemandirian Pangan Kampar
    Jumat, 05/01/2018 - 04:51:59 WIB
    Soal Yang Satu Ini, Ternyata Presiden Amerika Serikat Donald Trump Takut Juga
    Minggu, 09/07/2017 - 03:09:29 WIB
    Inilah Sosok Tam, Anggota Geng Motor yang Bunuh Prajurit TNI di Inhil
    Senin, 21/03/2016 - 23:43:06 WIB
    Pengembangan Kasus Narkoba di Cirebon
    Tim Mabes Polri Turun ke Kota Pekanbaru Lakukan Penggerebekan di SMP Islam Plus Jannatul Firdaus
    Senin, 11/04/2016 - 16:57:41 WIB
    Jadwal Pilkades Serentak Gelombang II Tahun 2017 Sudah Mulai Disusun BPMPD Kabupaten Kampar
    Rabu, 17/05/2017 - 15:54:00 WIB
    Penegak Hukum Diminta Usut Otak Aksi Demo Bayaran di Riau
    Jumat, 29/12/2017 - 19:33:23 WIB
    Untuk Mengundang Ustadz Abdul Somad Berceramah di Gedung MPR-RI Saja Sudah Setahun Dibooking
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved