" />


Kamis, 22 Februari 2018
 
Dua Keputusan Pemerintah yang Dinilai Kontroversial dalam Tiga Hari Terakhir

wan | Nasional
Sabtu, 15/07/2017 - 23:59:15 WIB
Menko Polhukam Wiranto menjadi pembicara dalam Diskusi Media Perppu Ormas di Galeri Nasional, Jakarta, Kamis (13/7).
TERKAIT:
JAKARTA (riaueksis.com) - Dalam waktu tiga hari yakni Rabu-Jumat pekan ini, pemerintah mengeluarkan dua keputusan yang dianggap kontroversial. Keputusan pertama yakni soal keluarnya Perppu Ormas pada Rabu (12/7). Perppu ini dianggap banyak kalangan tak sesuai dengan prinsip demokrasi karena pemerintah bisa membubarkan ormas tanpa harus lewat pengadilan. 

Bahkan politikus oposisi pemerintah dari Partai Gerindra, menyebut Perppu ini sebagai bentuk kediktatoran gaya baru, meski Menko Polhukam, Wiranto, telah membantahnya. Perppu juga dinilai dikeluarkan hanya untuk menyasar kelompok Islam tertentu.

Sebelumnya pemerintah telah lama ingin membubarkan gerakan Hizbut Tahrir Indonesia yang dinilai tak sejalan dengan Pancasila karena ingin mendirikan Khilafah. Wiranto pun menegaskan, Perppu ini tidak bermaksud mendiskreditkan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam. Tidak ada niatan pemerintah yang diarahkan mencederai keberadaan ormas Islam.

"Perppu ini betul-betul diarahkan untuk kebaikan banyak hal. Jadi jangan dianggap Perppu ini diarahkan untuk mendiskreditkan masyarakat Muslim yang merupakan mayoritas pendudukan Indonesia. Sama sekali tidak sampai ke sana," ujar Wiranto dalam konperensi pers di kantornya, Rabu (12/6). 

Dilansir republika.co.id, kendati banyak penolakan, namun tak sedikit juga yang mendukung. Salah satunya yakni Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. 

Keputusan lain yang juga menjadi perhatian yakni diblokirnya situs aplikasi percakapan Telegram. Pemerintah memandang aplikasi ini sering digunakan oleh para teroris.  Namun tak sedikit Netizen yang memprotes hal tersebut dan menganggap pemerintah otoriter. Mereka menilai Telegram banyak juga dimanfaatkan untuk hal-hal kebaikan, termasuk bisnis. 

Salah satu akun yang mengeluhkan pemblokiran tersebut adalah @auliafaizahr.   Dalam kicauannya ia bahkan 'menyenggol' langsung akun Twitter pendiri dan CEO Telegram yang juga pengusaha muda Rusia, Pavel Durov.  "Dear papa @durov did you hear that telegram will be blocked in Indonesia ? I'll be extremely sad if it happen 😔," kicau Aulia.

Kicauan tersebut mendapat repons, termasuk dari Durov. Dalam jawabannya itu, Durov mengaku aneh. Karena tidak pernah mendapatkan komplain dari pemerintah Indonesia. "Kami akan menginvestigasi dan mengumumkannya," ujarnya dalam bahasa Inggris. (wan)



Dikutip dari: republika.co.id



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • BEM Se-Indonesia Tuntut Presiden Dan DPR Cabut UU MD3
  • Bapenda Pekanbaru Cetak Massal 236.560 Blanko Tagihan PBB
  • Bupati Amril: ASN Harus Jaga Kerukunan
  • Pemko Diminta Tertibkan APK Paslon Gubri
  • Pasca Meletusnya Gunung Sinabung dan Karhutla, Lalu Lintas Penerbangan SSK II Masih Lancar
  • PWI Riau Gelar Aksi Tanam Pohon di Stadion Utama Riau
  • Mourinho Pertanyakan Staff Medis Manchester United Mengenai Cedera Herrera
  • Pemkab Pelalawan Kaji Penggunaan DAKDR Rp 183 M yang Mengendap di Kasda
  • Kejari Rohil Serahkan Uang Hasil Korupsi Rp 1,8 M ke Pemkab
  •  
     
     
    Senin, 29/08/2016 - 19:36:49 WIB
    Rupanya Seperti Ini Cara Tes Keperawanan Calon Polwan, Duh Ngerinya..
    Kamis, 04/01/2018 - 18:37:13 WIB
    Pertarungan Jumiati Melawan Harimau di Sebuah Perkebunan Sawit di Riau...Sebelum Tewas, Leher Belakangnya Dicengkeram, Setelah Itu Pahanya Dimakan
    Rabu, 04/01/2017 - 13:09:56 WIB
    Malaysia dan Indonesia Berlomba Dalam Membuat Pesawat Tempur
    Minggu, 14/01/2018 - 13:42:13 WIB
    Zaman Sudah Mulai Edan, Ada Seorang Anak Remaja Mau Memperkosa Ibu Kandungnya Sendiri
    Senin, 22/01/2018 - 19:38:18 WIB
    Partai Gerindra Minta Tolak Dana Asing untuk Legalisasi LGBT
    Kamis, 05/03/2015 - 09:07:54 WIB
    Advertorial
    Panitia Pelaksana Konfercab NU Inhu ke-IV Gelar Audiensi dengan Bupati Inhu
    Kamis, 05/03/2015 - 12:18:03 WIB
    Danrem 031/WB Dampingi Mentan Kunker di Riau
    Senin, 22/01/2018 - 20:02:39 WIB
    Warga Sumatera Barat Bisa Saksikan Gerhana Bulan Total Yang Akan Terjadi Pada 31 Januari 2018
    Kamis, 05/03/2015 - 08:10:06 WIB
    Mentan Penuhi Janji Temui Petani di Pulau Ransang, Meranti
    Kamis, 05/03/2015 - 07:53:52 WIB
    Menteri Pertanian Kagum Program Kemandirian Pangan Kampar
    Senin, 22/01/2018 - 19:18:29 WIB
    Dibanding Istrinya, Pria Ini Lebih Suka Bocah..Kalaupun Mau Berhubungan Dengan Istrinya, Lebih Dulu Berbuat Tak Senonoh kepada Anak-anak
    Jumat, 05/01/2018 - 04:51:59 WIB
    Soal Yang Satu Ini, Ternyata Presiden Amerika Serikat Donald Trump Takut Juga
    Senin, 22/01/2018 - 17:51:03 WIB
    Wabup Bengkalis Minta ASN Tingkatkan Disiplin Kerja dan Penuhi Kewajiban
    Minggu, 09/07/2017 - 03:09:29 WIB
    Inilah Sosok Tam, Anggota Geng Motor yang Bunuh Prajurit TNI di Inhil
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved