" />


Rabu, 22 November 2017
 
Dua Keputusan Pemerintah yang Dinilai Kontroversial dalam Tiga Hari Terakhir

wan | Nasional
Sabtu, 15/07/2017 - 23:59:15 WIB
Menko Polhukam Wiranto menjadi pembicara dalam Diskusi Media Perppu Ormas di Galeri Nasional, Jakarta, Kamis (13/7).
TERKAIT:
JAKARTA (riaueksis.com) - Dalam waktu tiga hari yakni Rabu-Jumat pekan ini, pemerintah mengeluarkan dua keputusan yang dianggap kontroversial. Keputusan pertama yakni soal keluarnya Perppu Ormas pada Rabu (12/7). Perppu ini dianggap banyak kalangan tak sesuai dengan prinsip demokrasi karena pemerintah bisa membubarkan ormas tanpa harus lewat pengadilan. 

Bahkan politikus oposisi pemerintah dari Partai Gerindra, menyebut Perppu ini sebagai bentuk kediktatoran gaya baru, meski Menko Polhukam, Wiranto, telah membantahnya. Perppu juga dinilai dikeluarkan hanya untuk menyasar kelompok Islam tertentu.

Sebelumnya pemerintah telah lama ingin membubarkan gerakan Hizbut Tahrir Indonesia yang dinilai tak sejalan dengan Pancasila karena ingin mendirikan Khilafah. Wiranto pun menegaskan, Perppu ini tidak bermaksud mendiskreditkan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam. Tidak ada niatan pemerintah yang diarahkan mencederai keberadaan ormas Islam.

"Perppu ini betul-betul diarahkan untuk kebaikan banyak hal. Jadi jangan dianggap Perppu ini diarahkan untuk mendiskreditkan masyarakat Muslim yang merupakan mayoritas pendudukan Indonesia. Sama sekali tidak sampai ke sana," ujar Wiranto dalam konperensi pers di kantornya, Rabu (12/6). 

Dilansir republika.co.id, kendati banyak penolakan, namun tak sedikit juga yang mendukung. Salah satunya yakni Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. 

Keputusan lain yang juga menjadi perhatian yakni diblokirnya situs aplikasi percakapan Telegram. Pemerintah memandang aplikasi ini sering digunakan oleh para teroris.  Namun tak sedikit Netizen yang memprotes hal tersebut dan menganggap pemerintah otoriter. Mereka menilai Telegram banyak juga dimanfaatkan untuk hal-hal kebaikan, termasuk bisnis. 

Salah satu akun yang mengeluhkan pemblokiran tersebut adalah @auliafaizahr.   Dalam kicauannya ia bahkan 'menyenggol' langsung akun Twitter pendiri dan CEO Telegram yang juga pengusaha muda Rusia, Pavel Durov.  "Dear papa @durov did you hear that telegram will be blocked in Indonesia ? I'll be extremely sad if it happen 😔," kicau Aulia.

Kicauan tersebut mendapat repons, termasuk dari Durov. Dalam jawabannya itu, Durov mengaku aneh. Karena tidak pernah mendapatkan komplain dari pemerintah Indonesia. "Kami akan menginvestigasi dan mengumumkannya," ujarnya dalam bahasa Inggris. (wan)



Dikutip dari: republika.co.id



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Sejumlah Tersangka Dugaan Tipikor Pembangunan RTH Tugu Integritas Tunjuk Ajar Dipanggil Kejati Riau
  • Gubernur Riau Sudah Teken UMK 2018 Untuk 12 Daerah, Paling Tinggi Kabupaten Bengkalis Yang Nilainya Mendekati Rp 3 Juta. Berikut Rinciannya..
  • Satpol PP Pekanbaru Berlakukan Proses Tipiring Bagi Pelanggar Perda
  • Satpol PP Pekanbaru Bongkar Reklame Raksasa Berbahaya
  • Sekretaris DPD Partai Demokrat Riau Belum Tahu Jadwal Ekpos Balon Kepala Daerah Riau
  • Manajer PSPS Riau Keluarkan Pernyataan Mengejutkan Soal 'Penyakit' Wasit
  • Ketua PKK Riau Hadiri Acara Pencanangan Bulan Bhakti PKK KB Dan Kesehatan
  • Gubri Serahkan Bonus Atlet Riau Peraih Medali Popnas XIV
  • Inilah Tiga Skema Penyediaan Rumah DP Nol Yang Disampaikan Gubernur DKI Anies Baswedan Saat Berpidato
  •  
     
     
    Senin, 29/08/2016 - 19:36:49 WIB
    Rupanya Seperti Ini Cara Tes Keperawanan Calon Polwan, Duh Ngerinya..
    Rabu, 04/01/2017 - 13:09:56 WIB
    Malaysia dan Indonesia Berlomba Dalam Membuat Pesawat Tempur
    Kamis, 05/03/2015 - 09:07:54 WIB
    Advertorial
    Panitia Pelaksana Konfercab NU Inhu ke-IV Gelar Audiensi dengan Bupati Inhu
    Kamis, 05/03/2015 - 12:18:03 WIB
    Danrem 031/WB Dampingi Mentan Kunker di Riau
    Kamis, 05/03/2015 - 08:10:06 WIB
    Mentan Penuhi Janji Temui Petani di Pulau Ransang, Meranti
    Kamis, 05/03/2015 - 07:53:52 WIB
    Menteri Pertanian Kagum Program Kemandirian Pangan Kampar
    Minggu, 09/07/2017 - 03:09:29 WIB
    Inilah Sosok Tam, Anggota Geng Motor yang Bunuh Prajurit TNI di Inhil
    Senin, 21/03/2016 - 23:43:06 WIB
    Pengembangan Kasus Narkoba di Cirebon
    Tim Mabes Polri Turun ke Kota Pekanbaru Lakukan Penggerebekan di SMP Islam Plus Jannatul Firdaus
    Senin, 11/04/2016 - 16:57:41 WIB
    Jadwal Pilkades Serentak Gelombang II Tahun 2017 Sudah Mulai Disusun BPMPD Kabupaten Kampar
    Kamis, 24/03/2016 - 00:07:53 WIB
    Fraksi PDI-P dan Fraksi Gabungan DPRD Pekanbaru Walk Out Saat Rapat ParipurnaRanperda PMBRW
    Senin, 21/03/2016 - 16:59:19 WIB
    Advertorial Pemkab Rohul
    Dinilai Terobosan Pertama di Indonesia, Bupati Rohul Lantik Pengurus Sekaligus Resmikan BUEK
    Rabu, 17/05/2017 - 15:54:00 WIB
    Penegak Hukum Diminta Usut Otak Aksi Demo Bayaran di Riau
    Minggu, 20/03/2016 - 16:23:31 WIB
    Edarkan 3 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi, 3 Wanita dan 2 Pria Diamankan Petugas BNN Provinsi Riau
    Rabu, 23/03/2016 - 23:49:31 WIB
    DBD Semakin Mengganas di Kota Pekanbaru, Lima Warga Sudah Meninggal
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved