Senin, 10 Desember 2018
 
Pemberian Bebas Visa Untuk WN Cina Masih Berlanjut, Ini Alasan Yasonna Hamonangan Laoly

ad | Nasional
Senin, 10/04/2017 - 15:40:20 WIB
Jakarta (RiauEksis.Com) - Kebijakan bebas visa masih berjalan dengan baik, termasuk bebas vis untuk warga negara Cina dan Australia.

Hal itu diakui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Hamonangan Laoly, saat melakukan Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Menurutnya, bebas visa yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk warga negara Cina dapat meningkatkan devisa negara.

"Untuk bebas visa kita masih on the track. Untuk Australia, Cina yang ada persoalan tenaga kerja dan turis. Karena by travel agent, masuk dan keluar meningkatkan devisa kita," kata Yasonna, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senin (10/4/17).

Meski kebijakan bebas visa untuk Cina masih berlanjut, tapi dia menegaskan pemerintah tidak boleh lengah terhadap pengawasan orang asing. Maka dari itu pihaknya mendukung evaluasi bebas visa dilakukan lembaga terkait.

"Kami setuju evaluasi juga dipimpin Kemenkopolhukam, Polri, Menpar, dan juga lembaga lainnya,” ujarnya.

Yasonna mengatakan kesepakatan pemerintah terhadap evaluasi beberapa negara yang tidak punya manfaat juga akan tambah seperti Pakistan. Namun, Yasonna mengungkapkan ada satu negara lagi yang meminta kebijakan bebas visa, yaitu Georgia.

Sebelumnya, maraknya pekerja ilegal asal Cina membuat berbagai pihak meminta agar pemerintah segera mengevaluasi kebijakan bebas visa untuk Negeri Tirai Bambu itu.

Menurut Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf, kebijakan bebas visa yang diterapkan pemerintah Indonesia ke Cina tersebut  menjadi perangsang Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal.

Selain bebas visa, kata Dede Yusuf, kebijakan pemerintah Cina yang mewajibkan hanya memiliki satu anak, juga menjadi penyebab TKA asal Tirai Bambu berbondong-bondong datang ke Indonesia. Akibat kebijakan tersebut, jumlah penduduk mereka yang tua lebih banyak daripada kaum muda. Sehingga Cina pun memperluas lapangan pekerjaan ke luar negeri, termasuk Indonesia. (re)


sumber: republika.co.id



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Jadwal Lengkap Presiden RI Ke-6 Di Riau
  • Terduga Teroris Aksi Teror Natal Dan Tahun Baru Ditangkap Polisi
  • Kosmetik Ilegal Akan Diedarkan Ke Kota Besar Di Indonesia Tapi Dihentikan BPOM
  • Terseret Arus Sungai Kampar, Korban Ditemukan Kondisi Meninggal Dunia
  • Evalasi Waduk PLTA Koto Panjang Mengalami Penurunan
  • Terbongkarnya Bilik Cinta Di Lapas Sukamiskin
  • Kukang Jantan Berusia Setahun Sempat Terjebak Banjir
  • Kronologis Basarnas Tangkap Ular Saat Evakuasi Korban Banjir
  • Penemuan Mayat Di Perairan Bengkalis 2 Orang Ditetapkan Tersangka
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved