Senin, 10 Desember 2018
 
Saat Bersama Jokowi di Istana, Presiden Afghanistan Ciumi Beberapa Kepala Anak-anak

ad | Nasional
Kamis, 06/04/2017 - 04:52:50 WIB
Jakarta (RiauEksis.Com) - Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani melakukankunjungan kenegaraan ke Indonesia. Saat bertemu Jokowi di Istana Negara, Presiden Afghanistan ini menciumi beberapa anak.

Kedatangan Presiden Afghanistan ini merupakan rangkaian kunjungannya ke sejumlah negara di Asia Tenggara. Ghani bersama Rombongan di Istana Merdeka sekitar pukul 12.55. WIB.

Ghani langsung disambut Presiden Joko Widodo yang mengenakan kemaja putih dengan dasi berwarna merah.‎ Keduanya kemudian berjalan ke depan Istana Merdeka guna mengikuti upacara penyambutan yang diiringi lagu kebangsaan kedua negara.

Usai upacara penyambutan, Joko Widodo kemudian mengajak Ghani untuk berkeliling dan menemui puluhan siswa-siswi sekolah dasar yang telah didandani pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketika bersalaman, terdapat kejadian unik. Setelah mendapat salaman langsung, Presiden Ghani melakukan hak tak terduga dengan mencium kepala beberapa anak yang dia salami.

Joko Widodo yang berada di samping Ghani langsung tersenyum melihat adegan tersebut. Meski demikian, tak semua siswa-siswi yang menjadi penerima tamu dicium Ghani.

Setelah berkeliling dan menyapa para penerima tamu, Presiden Ghani kemudian diajak Joko Widodo untuk bersantai di teras belakang Istana Merdeka yang mengarah ke Taman di tengah Istana Negara.

Sambutan yang kerap disebut Veranda Talk pun dilakukan Joko Widodo seperti yang biasa dia lakukan kepada tamu kehormatan negara.

Kunjungan Presiden Ghani merupakan pertemuan pertama antara dua kepala negara sebagai Presiden. Kunjungan Kenegaraan ini merupakan kunjungan pertama kali bagi Presiden Ghani Indonesia, dan Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang dikunjungi oleh Presiden Ghani.

Kunjungan Presiden Ghani ke sejumlah negara di Asia Tenggara salah satunya untuk meningkatkan kerjasama Bilateral.

Selama ini Afghanistan merupakan mitra Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dan keamanan melalui penyebaran nilai Islam yang moderat.

Hal ini ditandai dengan kerjasama penanggulangan terorisme dan kejahatan lintas negara terorganisir (irregular movement of persons, people smuggling). (re)


sumber: republika.co.id




comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Jadwal Lengkap Presiden RI Ke-6 Di Riau
  • Terduga Teroris Aksi Teror Natal Dan Tahun Baru Ditangkap Polisi
  • Kosmetik Ilegal Akan Diedarkan Ke Kota Besar Di Indonesia Tapi Dihentikan BPOM
  • Terseret Arus Sungai Kampar, Korban Ditemukan Kondisi Meninggal Dunia
  • Evalasi Waduk PLTA Koto Panjang Mengalami Penurunan
  • Terbongkarnya Bilik Cinta Di Lapas Sukamiskin
  • Kukang Jantan Berusia Setahun Sempat Terjebak Banjir
  • Kronologis Basarnas Tangkap Ular Saat Evakuasi Korban Banjir
  • Penemuan Mayat Di Perairan Bengkalis 2 Orang Ditetapkan Tersangka
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved