Selasa, 25/06/2019
 
Wanita Pembawa Anjing Ke Masjid Pernah Tolak Dirawat DI RS

Putra | Nasional
Jumat, 05/07/2019 - 15:06:16 WIB
RiauEksis.com - Tersangka SM (52), wanita yang membawa anjing masuk Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Kabupaten Bogor, masih diobservasi terhadap kondisi kejiwaan dilakukan tim dokter.

"Tim dokter masih membutuhkan yang bersangkutan untuk dilakukan observasi," ucap Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko saat ditemui di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat (5/7/2019).

Truno mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, tim dokter menduga SM mengalami gangguan jiwa. Hal ini juga dikuatkan dengan keterangan dokter yang pernah menangani SM sebelum insiden terjadi.

"Berdasarkan keterangan dari tim dokter, yang bersangkutan sudah dari 2004 dengan catatan bahwasannya benar melakukan pengobatan. Tetapi kemudian proses perawatannya tidak optimal karena yang bersangkutan tidak mau dirawat intensif," kata Truno.

Meskipun ada dugaan SM mengalami gangguan kejiwaan, Truno memastikan proses penyidikan atas kasus tersebut terus berjalan. Pihaknya tetap berkoordinasi dengan tim dokter.

"Proses penyidikan tetap ya. Kemudian dalam proses ini kita koordinasi apakah nanti dirawat atau proses penahanan lebih lanjut, itu kita berdasarkan KUHP. Ada hak tersangka, hak mendapatkan perawatan apabila memang sakit baik fisik, mental dan psikis. Maka kita akan memberikan dengan berdasarkan apa yang diatur dalam KUHP," tutur Truno.

SM membuat heboh saat membawa anjing ke dalam masjid. SM yang kini berstatus tersangka kemudian diamankan Polres Bogor. Namun dalam proses pemeriksaan, kondisi emosional SM membuat polisi kesulitan memperoleh keterangan. Polisi lantas membawa SM ke rumah sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan.

Dari hasil pemeriksaan, Karumkit RS Polri Kramat Jati Brigjen Musyafak menyebut SM mengidap penyakit skizofrenia. Kepastian itu didapat setelah RS Polri berkoordinasi dengan tim dokter yang pernah menangani SM sebelumnya.

"Memang dari hasil pengalaman penyakit dahulu ditangani dokter tersebut, kemudian penanganan dari ahli kami, kami bisa simpulkan penyakit skizofrenia," kata Musyafak, Selasa (2/7).

"Informasi terakhir hari ini bisa disimpulkan untuk kami buatkan visum, karena hasil dari medical record sebelum dari RS Marzuki Mahdi dari dokter yang pernah menangani di sana dengan hasil pemeriksaan kemarin dan hari ini," dia menambahkan.****(ptr)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Sosialisasi Karlahut, Babinsa Himbau Masyarakat Jangan Bakar Lahan
  • Komsos Bersama Masyarakat dan Scurity Perusahaan, Serda Prawito Himbau Bantu Mengawasi Wilayah
  • Disbudparpora Kab. Bengkalis Buka Festival Budaya Bahri tahun 2019 di pantai Selat Baru 
  • Teritorial Babinsa 07/Bukit Batu Laksanakan Komsos Upaya Cegah Karlahut
  • Anggota Koramil 06/Sungai Apit Bersama Masyarakat Gotong Royong Mengecat Rumah Ibadah
  • Wagubri H Edy Natar Nasution Hadiri HUT Rohul Ke 20 Tahun
  • Serma Sayuti Laksanakan Komsos Bersama Damkar dan Masyarakat Wilayah Binaan
  • Tiga DPRD Kabupaten dan anggota DPRD Kota Pekanbaru, Ikuti Pembukaan Orientasi Se-Provinsi Riau
  • Orientasi di Hotel Pangeran Pekanbaru, Seluruh anggota DPRD Bengkalis ikut Serta
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved