Senin, 25/11/2019
 
Peran Penyuluh Pertanian Sangat Penting Dalam Meningkatkan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai

ditma | Inhil Kab
Selasa , 08/05/2018 - 18:08:24 WIB
TEMBILAHAN,RiauEksis.Com - Keberadaan dan peran penyuluh pertanian di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sangat penting, dalam pencapaian program Upaya Khusus (Upsus) peningkatan produksi Padi, Jagung dan Kedelai.


Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Inhil dalam sambutannya yang dibacakan Pelaksana Harian (Plh) Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda), RM Sudinoto saat membuka Pertemuan Teknis Penyuluh Pertanian se-Kabupaten Inhil, yang dipusatkan di aula salah satu hotel di Kota Tembilahan, Selasa (8/5/2018).


Dikatakan, sektor pertanian merupakan sektor penting dalam pembangunan ekonomi Nasional. Peran strategis sektor pertanian tersebut, digambarkan dalam kontribusi nyata sektor pertanian dalam penyedia bahan pangan dan bahan baku industri kecil dan menengah, penyumbang nyata PDB, penghasil devisa negara, penyerap tenaga kerja, sumber utama pendapatan rumah tangga perdesaan, penyedia bahan pakan dan bioenergi, serta berperan dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca.


"Pembangunan sektor pertanian masih dihadapkan pada berbagai kendala, antara lain jumlah penduduk yang terus meningkat, kerusakan lingkungan dan perubahan iklim, terbatasnya infrastruktur belum cukup tersedianya benih/bibit unggul bermutu, pupuk, pakan, pestisida/obat-obatan, alat dan mesin pertanian hingga ke tingkat usahatani, konversi lahan pertanian produktif ke non pertanian yang tidak terkendali, ketergantungan konsumsi beras, kompetisi pemanfaatan air dan status kepemilikan lahan," ujar Sudinoto.


Dalam menghadapi kendala dan tantangan yang ada, lanjutnya, pemerintah telah menetapkan pencapaian swasembada pangan berkelanjutan padi, jagung dan kedelai yang dikenal dengan program Upaya Khusus (Upsus) Peningkatan Produksi Padi, jagung dan Kedelai.


Disamping itu, untuk mencapai swasembada daging ditetapkan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab).


Dijelaskan, sebagai pencapaian program upsus tersebut, peran serta penyuluh menjadi sangat penting dalam menggerakkan para petani selaku pelaku utama dan pelaku usaha.


"Penyuluh pertanian merupakan salah satu faktor penggerak bagi para petani (pelaku utama) dan dapat berperan aktif sebagai komunikator, fasilitator, advisor, motivator, edukator, organisator dan dinamisator dalam rangka terlaksananya kegiatan upsus peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai dalam pencapaian swasembada berkelanjutan padi dan jagung serta swasembada kedelai maupun swasembada daging," terangnya.


Untuk diketahui, kegiatan yang dilaksanakan sejak tanggal 7 hingga 9 Mei 2018 ini, bertujuan meningkatkan pengetahuan dan wawasan di bidang pertanian dan memperertat silaturahmi serta pertukaran informasi sesama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kecamatan se-Kabupaten Inhil.


Turut hadir saat itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Inhil, H Kuswari, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia, Penyuluh pertanian, Pengamat organisme Pengganggu Tanaman, peserta penyuluhan dan para undangan.  (adv)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Positif Covid 19 Di Rohul Tidak Ada, Pemuda Desa Cipang Kanan Menghimbau Tetap Waspada
  • Raja Thailand Saat Corona, Tidur di Hotel Mewah dengan 20 Selir
  • Pemkab Rohul Siapkan Rp 13 Miliar Untuk Penanganan Covid-19
  • Gara-gara India Lockdown Mudik Jalan Kaki 200 Km. Seorang pria meninggal
  • Vicon Bersama Gubri, Bupati Rohul Laporkan Progres Penanganan Covid 19 Di Kabupaten Rohul
  • Dandim 0303/Bengkalis Hadiri Video Conference Plh Bupati Bengkalis Dengan Gubernur Riau Tentang Penanganan COVID-19 
  • Koramil 05/Rupat Bersama Tim Gabungan Berjibakau Lawan Karlahut Di pulau Rupat
  • LP3ES: RI Disarankan Lockdown Jika Ingin Selamatkan Ekonomi dari Corona
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved