Senin, 25/11/2019
 
Angkut Barang Ilegal Dari Malaysia, Dua ABK Ditahan Sat Polair Bengkalis
Windrayanto, SH : Klien Kita Pesuruh Bukan Pelaku

| Bengkalis Kab
Senin, 16/12/2019 - 18:08:37 WIB
Riaueksis.com

Bengkalis - Bagaikan disambar petir itulah rasa kaget yang dirasakan Dua Anak Buah Kapal (ABK) inisial D dan M yang ditangkap Sat Polair Polres Bengkalis saat lepas Jangkar (berlabuh) kapalnya diperairan Bengkalis pada jumat (13/12/19) lalu. Pasalnya kapal yang dibawa oleh dua ABK tersebut bermuatan barang tanpa dokumen (ilegal) dari Batu Pahat Malaysia

Salah satu ABK berinisial D mengaku bahwa dirinya baru satu bulan melakukan kegiatan terlarang tersebut dengan upah RM 300 sekali jalan.

"Baru satu bulan saya ikut kapal tersebut pak sekali berlayar saya dibayar RM 300," ungkapnya saat diminta keterangan

Hal senada juga dikatakan temannya M jika mereka beberapa kali telah melakukan penyeludupan tersebut dengan muatan, jika dari Bengkalis membawa kayu teki dan pulangnya membawa barang-barang bekas, makanan dan barang lainnya.

"Tugas kami hanya membawa pak, untuk bulan ini sudah empat kali kami membawa," ungkapnya tertunduk

Kasat Polair Polres Bengkalis AKP Yudi Pranata S.I.K melalui Kanit Gakkum Sat Polair Ipda Dodi Ripo mengatakan bahwa penangkapan tersebut berawal dari informasi yang didapat dari masyarakat bahwa akan ada kapal dengan muatan barang ilegal akan memasuki perairan Bengkalis.

"Melalui informasi tersebut kami melakukan penyelidikan dan tepat pada hari Jumat (13/12/19) lalu, kami melihat ada kapal yang lagi lempar jangkar lalu kita lakukan pengecekan kapal setelah diperiksa mereka tidak bisa menunjukan dokumen resmi (ilegal)," jelas Kanit diruang kerjanya senin (16/12/19)

Ipda Dodi Ripo juga menjelaskan bahwa barang-barang yang diangkut terdiri dari ratusan karung bawang, pakaian bekas, dan ratusan kotak dengan berbagai macam produk

"Semua barang yang diangkut tidak dilengkapi dokumen resmi dan itu jelas melanggar UU karantina yang terbaru 2019

dan perdagangan pasal 86 karantina  junto 111 dan 112 dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun," tutur Kanit.

Sementara itu Windrayanto. SH selaku Penasehat Hukum (PH) tersangka mengatakan bahwa yang bertanghung jawab sebenarnya adalah pemilik dari barang yang dibawa oleh kliennya, sedangkan mereka hanya sebagai pekerja jadi mereka bukan sepenuhnya bertanggung jawab dengan barang yang mereka bawa.

"Klien kita hanya sebagai pesuruh dan digaji bukan semata-mata pelaku delik yang telah disangkakan oleh Pihak Kepolisian," ungkap Windrayanto. SH

Terakhir pengacara gondrong itu juga berharap pihak Kepolisian bisa memproses kasus ini hingga tuntas tidak hanya kepada ke dua kliennya.

"Kami berharap bahwa bos pesuruh dari kedua tersangkalah yang harus bertanggung jawab dan pihak berwajib harus memprosesnya secara menyeluruh," ungkap Windrayanto. SH. (Ham)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Setelah Natuna, Pulau Sebaru Disiapkan untuk Observasi 188 WNI awak kapal Diamond Princess dan world dream
  • 6 fakta menarik jelang laga Napoli VS Barcelona.
  • Komisi IV DPRD Bengkalis kembali Gelar Rapat Koordinasi terkait realisasi kegiatan 2020
  • Kapolda dan Wakil Gubernur Riau Hadiri Pelatihan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Unilak.
  • Begini Cara Unilak Dukung Pemerintah Dalam Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan
  • Parisman Ikhwan Fatah Minta Pengelola Pasar Sukaramai Pakai Hati Nurani
  • Koramil 04/Mandau Hadiri Bimtek Penanggulangan Karlahut Kec. Bathin Solapan
  • Mahatir mengundurkan diri dari jabatan perdana mentri Malaysia
  • SMSI Bantu Media Siber Riau Untuk Verifikasi ke Dewan Pers
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved