Kamis, 21 Maret 2019
 
Terbongkarnya Bilik Cinta Di Lapas Sukamiskin

Putra | Hukum
Kamis, 13/12/2018 - 11:24:51 WIB
RiauEksis.com - Keberadaan 'bilik cinta' di Lapas Sukamiskin perlahan mulai terungkap. Ruangan 2x3 yang semula toilet umum itu, pernah digunakan oleh 7 narapidana koruptor.

Cerita keberadaan bilik cinta awalnya terbongkar dalam sidang dakwaan Wahid Husen, eks Kalapas Sukamiskin yang disebut menerima suap dari napi. Dalam dakwaan jaksa KPK yang dibacakan pekan lalu, disebutkan Fahmi Darmawansyah napi kasus suap Bakamla membuat dan mengelola bisnis ruangan bercinta itu bersama tahanan pendampingnya (tamping), Andri Rahmat.

Dakwaan serupa juga diungkapkan lagi oleh jaksa KPK pada sidang perdana Fahmi yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Rabu (12/12) kemarin. Sebagaimana dalam dakwaan Wahid, Fahmi dan Andri menyewakan bilik cinta ke sesama napi dengan biaya Rp 650 ribu.

Andri dalam kesaksiannya saat sidang Wahid menyatakan bahwa bilik cinta itu berasa di area saung-saung 'elite' Lapas Sukamiskin. Lokasinya tepat di belakang saung Fahmi. "Kan ada saung Fahmi di depan, nah di belakangnya," ucap Andri di persidangan.

Andri awalnya membantah apabila ruangan itu disewakan. Namun saat hakim menyebutkan dakwaan jaksa, Andri membenarkan ruangan itu disewakan dengan nominal Rp 650 ribu.

Dia lantas menyebutkan nama-nama napi yang menggunakan bilik cinta itu. Namun tak semua disebutkan lantaran terpotong pertanyaan hakim.

Ada tiga nama disebut Andri yang pernah menggunakan 'bilik cinta' itu antara lain Sanusi, Suparman dan Umar. Sanusi yang dimaksud Andri merupakan napi kasus suap reklamasi Jakarta. Sementara dua nama lain Suparman dan Umar, tak dijelaskan secara rinci.

"Sanusi pernah pakai, Suparman, Umar pokoknya rekan-rekan Fahmi," kata Andri.

Firma Uli Silalahi, pengacara Wahid, membeberkan asal usul bilik cinta itu. Menurutnya, bilik cinta awalnya berupa toilet umum yang tak terpakai.

Itu (bilik cinta) sangat hangat, saya juga sangat tertarik. Jadi bilik bercinta itu sudah ada sebelumnya (sebelum Wahid Kalapas), itu bekas WC," kata Firma.

Firma menjelaskan posisi bilik cinta itu berada di area saung-saung Lapas Sukamiskin. Sebelum dibuat bilik cinta, ruangan itu digunakan untuk buang air kecil tamu yang membesuk.

"Kalau orangnya yang besuk di saung, karena itu kan terbuka. Kalau mau buang air kecil dulu ke situ. Lalu diperbaiki ditambahkan kasur di situ, enggak ada AC," tuturnya.

Ruangan bekas toilet itu lalu direnovasi dan dijadikan bilik cinta. Ruangan disulap jauh hari sebelum Wahid ditunjuk jadi Kalapas. Namun sejak Wahid menjabat, dia menyangkal Wahid mengetahui adanya aktivitas hubungan badan di situ.

"Itu tadi kita pertanyakan melalui saksi atau Wahid. Kalapas atau klien kami tidak tahu," kata Firma.

Pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan jaksa. Jaksa KPK dalam dakwaan Wahid maupun Fahmi Darmawansyah menyebut bahwa Wahid memberi keleluasaan kepada Fahmi mengelola bisnis penyewaan bilik cinta itu. Fahmi melalui tahanan pendampingnya, Andri Rahmat, menyewakan kamar itu ke warga binaan lain dengan harga Rp 650 ribu.****(ptr)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Peringatan Hari Kesehatan Gigi Dan Mulut Sedunia 2019, PDGI Rohul Adakan Sosialisasi Senam Dan Cara Gosok Gigi Kepada 1000 Anak SD
  • Cegah Karlahut, Babinsa Koramil 12/Pwk Patroli Lokasi Rawan Kebakaran
  • Pelatihan Dan Pembinaan Bela Negara Bagi Kader PKK Se Rohul, Bupati Sukiman : Mencintai Negeri Ini Kita Harus Meningkatkan Wawasan Kebangsaan
  • Pemkab Inhil Serahkan Bantuan Bagi Warga Sulteng Korban Bencana Gempa Dan Tsunami
  • Bupati Ikuti Tabligh Akbar Dan Istighosah di Mapolres Inhil
  • Musrenbang Tingkat Kabupaten Rohul Targetkan 4 Sektor Pembangunan
  • Babinsa Koramil 01/Bengkalis laksanakan Komsos ke SDN 06 Bengkalis
  • Babinsa Koramil 07/Bukit Batu Patroli Karlahut di Desa Temiang
  • Bahas Solusi Harga Kelapa, Sekda Inhil Sambangi Ditjen Daglu Kemendag RI
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved