Minggu, 16 Desember 2018
 
Ternyata Pembakar Istana Siak di Provinsi Riau Adalah Anggota Keluarga Pewaris Kerajaan Itu Sendiri..Kenapa Itu Dilakukannya?

M Amin | Hukum
Rabu, 10/01/2018 - 21:21:32 WIB
Pekanbaru (RiauEksis.Com) - Aparat kepolisian sudah berhasil menangkap pembakar Istana Siak yang berada di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Ternyata pembakarnya adalah anggota keluarga pewaris kerajaan itu sendiri yang bernama Tengku Said Abdullah alias Faisal (41).

Penangkapan itu dibenarkan , Kapolda Riau Irjen Nandang, kepada wartawan, Rabu (10/1/18). Disampaikan Kapolda, motif tersangka pembakar Istana Siak itu adalah karena sakit hati. "Karena kecewa, dia melakukan pembakaran," kata Kapolda.

Kapolda mengatakan, tersangka selama ini diketahui berjualan pada salah satu kios di komplek Istana Siak. Kekecewaan itu, kata Nandang, disebabkan pelaku yang bernama legkap Tengku Said Abdullah alias Faisal, dilarang berjualan di salah satu kios komplek Istana Siak.

"Tadinya (Faisal, red) jualan di belakang Istana Siak. Ada kios, dan sekarang dilarang sehingga dia kecewa," ujarnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan Faisal ditangkap di salah satu tempat di Kabupaten Siak. Penangkapan itu merupakan hasil penyelidikan antara Polda Riau dan Polres Siak. "Ditangkap di Siak, sekarang dibawa ke Pekanbaru," ucapnya.

Upaya pembakaran Istana Siak terjadi pada Senin awal pekan ini. Beruntung upaya pembakaran cepat diketahui petugas sehingga tidak menimbulkan kerusakan berat. Hanya saja, akibat upaya pembakaran itu diketahui menyebabkan sejumlah ornamen rusak. Di antaranya adalah Diorama serta Tirai peninggalan bersejarah.

Istana Siak Sri Indrapura atau disebut juga 'Istana Matahari Timur', merupakan kediaman resmi Sultan Siak yang mulai dibangun pada tahun 1889, yaitu pada masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim. Istana ini merupakan peninggalan Kesultanan Siak Sri Indrapura yang selesai dibangun pada tahun 1893.

Kompleks istana ini memiliki luas sekitar 32.000 meter persegi yang terdiri dari empat istana yaitu Istana Siak, Istana Lima, Istana Padjang, dan Istana Baroe. Istana Siak sendiri memiliki luas 1.000 meter persegi.

Istana Siak memiliki arsitektur bercorak Melayu, Arab, dan Eropa. Bangunannya terdiri dari dua lantai. Lantai bawah dibagi menjadi enam ruangan sidang, ruang tunggu para tamu, ruang tamu kehormatan, ruang tamu laki-laki, ruang tamu untuk perempuan, satu ruangan di samping kanan adalah ruang sidang kerajaan, juga digunakan untuk ruang pesta.

Lantai atas terbagi menjadi sembilan ruangan, berfungsi untuk istirahat Sultan serta para tamu istana. Di puncak bangunan terdapat enam patung burung elang sebagai lambang keberanian Istana.

Sementara pada halaman istana masih dapat dilihat delapan meriam menyebar ke berbagai sisi-sisi halaman istana, kemudian di sebelah kiri belakang istana terdapat bangunan kecil yang dahulunya digunakan sebagai penjara sementara. (min/rec)



sumber: antara



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Pemkab Rohil Giatkan Pembangunan Wilayah Perbatasan
  • Curhatan Mahasiswa S3 Polisikan Dosen Karena Dilempar Disertasi
  • Jadwal Lengkap Presiden RI Ke-6 Di Riau
  • Terduga Teroris Aksi Teror Natal Dan Tahun Baru Ditangkap Polisi
  • Kosmetik Ilegal Akan Diedarkan Ke Kota Besar Di Indonesia Tapi Dihentikan BPOM
  • Terseret Arus Sungai Kampar, Korban Ditemukan Kondisi Meninggal Dunia
  • Evalasi Waduk PLTA Koto Panjang Mengalami Penurunan
  • Terbongkarnya Bilik Cinta Di Lapas Sukamiskin
  • Kukang Jantan Berusia Setahun Sempat Terjebak Banjir
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved