" />


Kamis, 21 09 2017
 
Polda Riau Digugat Praperadilan oleh Seorang Dokter Gigi

wan | Hukum
Minggu, 16/07/2017 - 23:46:17 WIB
PEKANBARU (riaueksis.com) - Penyidik Polda Riau digugat Praperadilan (Prapid) oleh seorang dokter gigi, Narcelina (50) yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan.‎

Pemohon Prapid melalui pengacaranya Benno Suveltra, SH kepada wartawan, Ahad (16/7/17), menyebutkan penetapan status tersangka terhadap kiennya tidak sah dan tidak berdasarkan hukum. Karena penyelidikan perkara ini tidak dilakukan secara menyeluruh. 

"Seharusnya perkara ini adalah masalah perdata, tapi dijadikan pidana oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau," ungkapnya. 

Sehingga, hemat Benno, jika kliennya tetap disangkakan kasus penipuan atau penggelapan sesuai Surat Panggilan No : S.Pgl/759/VI/2017/Reskrimum Polda Riau tertanggal 2 Juni 2017, jelas berbenturan dengan Surat Edaran Mahkamah Agung (MA), p‎eraturan MA No 1 Tahun 1956 (Perma 1/1956), dalam pasal 1 Perma 1/1956 tersebut.

"Perma 1 tahun 1956 itu mengamanatkan apabila pemeriksaan perkara pidana, harus diputuskan hal adanya suatu hal perdata atas suatu barang atau tentang suatu hubungan hukum antara dua pihak tertentu. Maka pemeriksaan perkara pidana dapat dipertangguhkan untuk menunggu suatu putusan Pengadilan dalam pemeriksaan perkara perdata tentang adanya atau tidak adanya hak perdata itu," katanya.‎

Benno menambahkan, dalam pemeriksaan di kepolisian, kliennya sudah menjelaskan bahwa dirinya tidak tahu tentang kapan dan dimana terjadinya tindak pidana penipuan dan atau penggelapan, sebagaimana yang dilaporkan oleh korban.

"Klien saya (Narcelina, Red) sudah menjelaskan kepada pihak kepolisian bahwa dia dengan korban pelapor yang tak lain adalah sepupunya bernama Ajang (baca : Ayang, Red), masih terikat secara keperdataan yang bersifat kekeluargaan," ungkapnya.

Menurut Benno, dalam perkara perdata itu Ajang awalnya meminta kepada kliennya untuk ikut kerjasama dalam hal usaha jual beli dan pertambangan batu bara, yang dijalankan dengan sistem kekeluargaan.

Ajang lalu dilibatkan dalam usaha ini. Dalam akta notaris, Ajang tercatat sebagai pengurus di PT Anugrah Bara Kencana dan PT Anugrah Bara Kasih. Kedua perseroan ini, dalam operasionalnya telah mendapatkan aset berupa tanah dan izin pertambangan batu bara (IUP) PT Bumi Permata Indonesia di Muaro Bungo, Jambi dan PT Tambulun Panual Jaya di Kalimantan.

Sehingga ketika Ajang melaporkan Drg Narcelina atas dugaan penipuan dan atau penggelapan uang sebanyak Rp2,8 miliar, jelas kliennya itu kaget. 

Ditambah lagi Polda Riau tiba tiba memanggil Narcelina sebagai tersangka, tanpa pernah mengkonfirmasi tentang kerugian material yang jumlahnya mencapai Rp2,8 miliar. 

"Faktanya, kerugian korban itu tidak bisa dibuktikan. Aset kedua perusahaan itu nyata berupa tanah dan izin pertambangan batu bara (IUP). Jadi gag ada yang fiktif, " pungkas Benno. 

PT Anugrah Bara Kencana dan PT Anugrah Bara Kasih, berupa PT Bumi Permata Indonesia dan PT Tambulun Panual Jaya kan ada. Jadi bukan fiktif," terangnya.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, SIK, MM yang konfirmasi terkait gugatan Prapid itu menyatakan silahkan saja diajukan.

"Silahkan saja. Itu haknya. Nantikan semuanya akan jelas dalam sidang," katanya, seperti dilansir riauterkini.com. (wan)




comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Makorem 031 Wirabima Akan Tayangkan Film Penumpasan PKI
  • Jalan Akses PT CPI di Rantau Kopar, Rohil Masih Diblokir
  • DPRD Pelalawan Desak Pemkab Evaluasi Kinerja Disdik
  • Dihadapan Jenazah Ayahanda, Momo Geisha Tak Sanggup Tahan Tangis Haru
  • BI Provinsi Riau Tingkatkan Intensitas Bincang Bersama Media
  • Menyamar Sebagai Tukang Ojek 'Gojek', Petugas Polisi Tembak Mati Pencuri Motor Karena Melawan
  • Jaksa Penuntut Umum KPK Akan Hadirkan Menteri Desa PDTT Pada Sidang Suap Auditor BPK
  • Kemenkop-UKM Bersama Kemendagri dan OJK Lakukan Koordinasi Pembentukan Jamkrida di 16 Provinsi
  • Pupuk Tak Tepat, Produksi Padi di Bungaraya Menurun
  •  
     
     
    Senin, 29/08/2016 - 19:36:49 WIB
    Rupanya Seperti Ini Cara Tes Keperawanan Calon Polwan, Duh Ngerinya..
    Rabu, 04/01/2017 - 13:09:56 WIB
    Malaysia dan Indonesia Berlomba Dalam Membuat Pesawat Tempur
    Kamis, 05/03/2015 - 12:18:03 WIB
    Danrem 031/WB Dampingi Mentan Kunker di Riau
    Kamis, 05/03/2015 - 09:07:54 WIB
    Advertorial
    Panitia Pelaksana Konfercab NU Inhu ke-IV Gelar Audiensi dengan Bupati Inhu
    Kamis, 05/03/2015 - 07:53:52 WIB
    Menteri Pertanian Kagum Program Kemandirian Pangan Kampar
    Kamis, 05/03/2015 - 08:10:06 WIB
    Mentan Penuhi Janji Temui Petani di Pulau Ransang, Meranti
    Minggu, 09/07/2017 - 03:09:29 WIB
    Inilah Sosok Tam, Anggota Geng Motor yang Bunuh Prajurit TNI di Inhil
    Senin, 21/03/2016 - 23:43:06 WIB
    Pengembangan Kasus Narkoba di Cirebon
    Tim Mabes Polri Turun ke Kota Pekanbaru Lakukan Penggerebekan di SMP Islam Plus Jannatul Firdaus
    Senin, 11/04/2016 - 16:57:41 WIB
    Jadwal Pilkades Serentak Gelombang II Tahun 2017 Sudah Mulai Disusun BPMPD Kabupaten Kampar
    Kamis, 24/03/2016 - 00:07:53 WIB
    Fraksi PDI-P dan Fraksi Gabungan DPRD Pekanbaru Walk Out Saat Rapat ParipurnaRanperda PMBRW
    Senin, 21/03/2016 - 16:59:19 WIB
    Advertorial Pemkab Rohul
    Dinilai Terobosan Pertama di Indonesia, Bupati Rohul Lantik Pengurus Sekaligus Resmikan BUEK
    Minggu, 20/03/2016 - 16:23:31 WIB
    Edarkan 3 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi, 3 Wanita dan 2 Pria Diamankan Petugas BNN Provinsi Riau
    Rabu, 23/03/2016 - 23:49:31 WIB
    DBD Semakin Mengganas di Kota Pekanbaru, Lima Warga Sudah Meninggal
    Rabu, 16/03/2016 - 17:33:28 WIB
    Dugaan Pungli Beasiswa, Kepala Disdikbud Kampar Diperiksa Kejari Selama 3 Jam
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved