Senin, 25/11/2019
 
Riau Berpotensi Kembangkan Industri Ekonomi Syariah

ridwan alkalam | Ekonomi
Selasa, 13/06/2017 - 13:25:21 WIB
Seminar sosialisasi dan bedah buku, Dinamika Produk dan Akad Keuangan Syariah di Indonesia di KpW BI Provinsi Riau, Selasa (13/6/2016).
TERKAIT:
PEKANBARU (riaueksis.com) - Provinsi Riau dinilai sangat berpotensi untuk pengembangan industri ekonomi berbasis syariah. Peluang ini disamping mayoritas masyarakat di Riau beragama Islam, juga didukung tumbuhnya sekolah-sekolah agama, pesantren dan terutama inovasi produknya sendiri.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Riau, Siti Astiyah dalam sambutannya pada cara Seminar Sosialisasi dan Bedah Buku "Dinamika Produk dan Akad Keuangan Syariah di Indonesia", Selasa, 13 Juni 2017 di Pekanbaru.
 
Potensi terlihat seiring terus meningkatnya aset syariah di Riau dari 2,285 persen pada tahun sebelumnya, kini menjadi 7,25 persen hinga Triwulan pertama 2017.

Beberapa peluang pengembangan ekonomi syariah di Riau, selain populasi melayu dan Islamnya, juga banyaknya sekolah-sekolah Islam seperti pesantren dan lainnya, maupun komunitas muslim yang cukup banyak.
 
"Akan sangat mudah memberikan pemahaman kepada orang yang punya latar belakang pemahanan Islam yang baik, makanya orang Riau harusnya bisa dengan sangat mudah dalam menerima konsep syariah," kata Siti lagi.

Namun demikian, meski perkembangan sektor syariah yang cukup baik di Riau, hal ini belum sepenuhnya sesuai dengan harapan. Karena perlu kerja keras dalam mendorong agar ekonomi syariah agar terus tumbuh dan berkembang baik dari sisi aset maupun penyaluran kredit.

"Memang sektor ekonomi syariah saat ini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Nasional, namun kontribusinya belumlah terlalu maksimal dari apa yang kita diharapkan," ujarnya.
 
Lanjut Siti Astiyah, ada beberapa tantangan yang harus dilalui, seperti masih terbatasnya sebaran kantor cabang Bank Syariah di Riau, modal bank syariah yang masih kecil serta masih terbatasnya sumber daya manusia (SDM) di sektor syariah.

Siti Astiyah mengakui masih terbatasnya sebaran perkembangan ekonomi syariah di Riau. Sehingga saat ini perkembangan dan pertumbuhan ekonomi syariah baru di Kota Pekanbaru, Bengkalis dan juga Dumai.

"Ini jadi perhatian kita, bagaimana mendorong daerah lainnya juga bisa meningkat pertumbuhannya dan kesadaran masyrakatnya untuk menggunakan jasa dan produk perbankan syariah," pungkasnya pula.

Pada kesempatan tersebut, juga hadir Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Kepala Departemen Riset Kebanksentralan BI Darsono, Wabup Siak Alfedri, para dosen dan lainnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim mengapresiasi tekad Ibu Siti Astiyah selaku Kepala Kantor Perwakilan BI Riau dalam mendukung pengembangan sistem keuangan syariah di Riau. Apalagi tingkat pemanfaatan produk keuangan semakin tinggi dan turut direspon lembaga keuangan.

"Diharapkan buku ini dapat memberi manfaat terhadap sistem keuangan syariah di tengah tingginya tingkat pemanfaatan produk keuangan oleh masyarakat. Terutama sekali dapat menambah pengetahuan tentang keuangan syariah, menambah keilmuan, wawasan, serta pemahaman masyarakat terhadap akad syariah," harap Wan Thamrin mengakhiri. (wan)





comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Setelah Natuna, Pulau Sebaru Disiapkan untuk Observasi 188 WNI awak kapal Diamond Princess dan world dream
  • 6 fakta menarik jelang laga Napoli VS Barcelona.
  • Komisi IV DPRD Bengkalis kembali Gelar Rapat Koordinasi terkait realisasi kegiatan 2020
  • Kapolda dan Wakil Gubernur Riau Hadiri Pelatihan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Unilak.
  • Begini Cara Unilak Dukung Pemerintah Dalam Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan
  • Parisman Ikhwan Fatah Minta Pengelola Pasar Sukaramai Pakai Hati Nurani
  • Koramil 04/Mandau Hadiri Bimtek Penanggulangan Karlahut Kec. Bathin Solapan
  • Mahatir mengundurkan diri dari jabatan perdana mentri Malaysia
  • SMSI Bantu Media Siber Riau Untuk Verifikasi ke Dewan Pers
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved