Senin, 25/11/2019
 
Ketika Ekonomi Negara Maju Melemah
Indonesia Ikut Terkena Dampak The New Standart

Ridwan alkalam | Ekonomi
Minggu, 11/06/2017 - 11:41:24 WIB
PEKANBARU (riaueksis.com) - Melemahnya ekonomi dunia seiring melehamnya ekonomi negara negara maju seperi Amerika dan Tiongkok memberi dampak second round effect ke negara lain termasuk Indonesia.

"Dampaknya, Indonesia yang masih memiliki basis ekspor bahan mentah dan tingginya impor bahan baku dan konsumsi mengalami defisit transaksi berjalan," ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara dalam acara Temu Stakeholder di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Jumat (9/6/2017).

Lanjut Mirza, kita tak bisa lagi kita pakai asumsi asumsi zaman dulu, karena zaman sudah berubah sangat drastis.

Seperti, berkurangnya permintaan komoditas ekspor Indonesia yang berdampak pada defisit memilki beberapa risiko. Resiko itu antara lain meningkatnya defisit transaksi berjalan, depresiasi mata uang, tingginya cost of fund, minimnya ruang gerak moneter dan terbatasnya kemampuan fiskal negara.

"Pemerintah dan BI telah melakukan beragam upaya untuk mempertahankan daya saing Indonesia melalui stabilisasi mata uang, reformasi birokrasi, upaya penigkatan kemudahaan melakukan bisnis serta pengembagan kapasitas lain," jelas Mirza lagi.

Respon kebijakan BI antara lain penurunan suku bunga acuan, pelinggaran LTV primer, penetapan giro wajib minimum averaging, kewajiban penggunaan uang rupiah, kewajiban penangguhan DHE dan lainnya.

Karena itu para pemangku kebijakan diminta lebih cermat dalam menetapkan kebijakan. Terutama beberapa opsi antara lain diversifikasi sektor ekonomi untuk mengurangi exposure atau konsentrasi, pegelolaan likuiditas yg prudent serta mencari jalur distribusi alternatif.

Dalam acara Temu Stakeholder di Hotel Pangeran, Pekanbaru tersebut, diikuti  60 lebih antara lain, Bapeda Riau, Biro Ekonomi, akademisi, perbankan, asosiasi, korporasi dan pelaku usaha di Riau. 

Pertemuan tersebut dipaparkan perkembagan ekonomi terkini dan prospek ke depan sehingga para stakeholder dapat mendapat insight dalam penyusunan kebijakan. (Wan)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Setelah Natuna, Pulau Sebaru Disiapkan untuk Observasi 188 WNI awak kapal Diamond Princess dan world dream
  • 6 fakta menarik jelang laga Napoli VS Barcelona.
  • Komisi IV DPRD Bengkalis kembali Gelar Rapat Koordinasi terkait realisasi kegiatan 2020
  • Kapolda dan Wakil Gubernur Riau Hadiri Pelatihan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Unilak.
  • Begini Cara Unilak Dukung Pemerintah Dalam Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan
  • Parisman Ikhwan Fatah Minta Pengelola Pasar Sukaramai Pakai Hati Nurani
  • Koramil 04/Mandau Hadiri Bimtek Penanggulangan Karlahut Kec. Bathin Solapan
  • Mahatir mengundurkan diri dari jabatan perdana mentri Malaysia
  • SMSI Bantu Media Siber Riau Untuk Verifikasi ke Dewan Pers
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved