Senin, 25/11/2019
 
Pemerintah Atur Transportasi via Aplikasi Online
Taksi Online Masuk Kategori Kendaraan Sewa Khusus

wan | Ekonomi
Selasa, 25/04/2017 - 20:51:31 WIB
JAKARTA (riaueksis.com) - Geliat angkutan taksi berbasis aplikasi daring atau online sempat membuat gejolak pada taksi konvensional karena kalah saing dengan tarifnya. Hal ini membuat pemerintah akhirnya mengatur transportasi umum yang memanfaatkan aplikasi online ini.

Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan, taksi online dimasukkan ke dalam kategori angkutan jalan tidak dalam trayek dengan tujuan tertentu. Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Hindro Surahmat mengatakan, karena layanannya yang khusus, dipesan melalui aplikasi, maka taksi online dimasukkan ke dalam kategori angkutan sewa khusus.

"Karena satu-satunya kendaraan bermotor umum yang memiliki tanda nomor kendaraan bermotor berwarna hitam hanya angkutan sewa sehingga nomenklaturnya taksi online kita masukkan dalam angkutan sewa di PM 32, sedangkan di revisi-nya kita masukkan ke kategori sewa khusus. Sehingga nama untuk taksi online adalah angkutan sewa khusus," kata Direktur Angkutan dan Multi Moda Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Cucu Mulyana dalam rapat dengan Komite II DPD RI di Gedung DPD, Jakarta, Selasa (25/4/2017).

Hal ini membuatnya berbeda dengan taksi karena taksi termasuk hanya sampai pada kategori angkutan jalan kendaraan umum yang tidak dalam trayek. Taksi online juga berbeda dengan angkutan sewa umum, karena kapasitasnya yang hanya bisa menjangkau daerah perkotaan, bukan digunakan ke semua tempat.

Masuknya taksi online sebagai jenis transportasi angkutan sewa khusus membuatnya harus diatur dalam beberapa hal. Kemenhub mewajibkan adanya stiker khusus untuk ditempelkan di kendaraan taksi online.

Stiker tersebut adalah stiker RFID, sebagai tanda bahwa kendaraan tersebut merupakan angkutan taksi online. Stiker ini akan terkoneksi dengan database angkutan perusahaan mereka per 1 Juni 2017. Hal ini nantinya juga akan terdata pada digital dashboard yang juga akan memuat sejumlah data mulai dari jumlah armada dan wilayah operasionalnya di mana saja.

"Sehingga nanti bisa termonitor. Jadi bisa monitor di lapangan dan ada juga yang di dashboard," pungkasnya, dilansir detikfinance.com. (wan)


Dikutip dari: detikfinance.com



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Pengusaha Travel Hormati Keputusan Arab Saudi Setop Kedatangan Jemaah Umrah
  • Babinsa Koramil 06/Sei Apit Pimpin Tim Laksanakan Patroli Karlahut di Wilayahnya
  • Porwada Pertandingan Catur Digelar Dengan Sistem Swiss Tujuh Baba
  • Goro Bersama Masyarakat Buatan Dua, Babinsa Himbau Jangan Buang Sampah Sembarangan
  • Ancol Resmi Jadi Lokasi Museum Rasulullah SAW Terbesar Dunia
  • KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Bengkalis
  • Siswa di NTT Dipaksa Jilat Sendok Bertinja, Kemdikbud Minta Buat Tim Pencegahan
  • 188 WNI dari Kapal Dream World Berhasil Dievakuasi
  • WNA asal Malaysia pembobol ATM ditangkap
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved