Senin, 25/11/2019
 
Gugatan Partai Idaman Atas Keputusan KPU Didaftarkan Langsung Rhoma Irama Kepada Bawaslu

M Amin | Politik
Jumat, 29/12/2017 - 19:15:15 WIB
Jakarta (RiauEksis.Com) - Gugatan Partai Idaman atas keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) didaftarkan langsung oleh Ketua Umumnya, Rhoma Irama, kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), di Jakarta, Jumat (29/12/17).

Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Idaman, Ramdansyah mengatakan, KPU diduga tidak cermat dalam proses penelitian administrasi terhadap sembilan parpol. Karena itu, Partai Idaman kembali mengajukan gugatan atas keputusan KPU terhadap hasil penelitian administrasi parpol yang diumumkan pada 24 Desember lalu.

"Kami membuat petitum ingin mencabut keputusan KPU pada 24 Desember lalu terkait terhentinya Partai Idaman melaju ke tahapan berikutnya (verifikasi faktual). Secara umum, kami mempersoalkan sipol danketidakcermatan KPU ketika membuat cek list," ujar Ramdan kepada wartawan di Kantor Bawaslu Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (29/12/17) sore.

Cek list itu, lanjutnya, terkait hasil penelitian perbaikan administrasi Parpol calon peserta Pemilu 2019. Ramdansyah mengatakan partainya penuhi syarat formilnya saja.

"Materiilnya juga kita punya gugatan terkait Sipol. Dimana Sipol itu menyebabkan masalah. Ada data-data yang mungkin tidak cermat dicatat oleh teman-teman KPU, dimana ketika dianggap tidak memenuhi syarat, sementara menurut kami memenuhi syarat," jelas Ramdansyah.

Ramdansyah melanjutkan, ketidakcermatan KPU sudah ditelusuri oleh pihaknya. Ketidakcermatan itu merujuk kepada penelitian administrasi di daerah Indonesia timur. Ia juga mengkritisi hasil pencocokan data penelitian administrasi dengan Sipol KPU.

"Data dinyatakan tidak memenuhi syarat, misalnya Ketua Umum Rhoma Irama dan Sekjen Ramdansyah dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh Sipol. Padahal, Bendahara Umum Kami, Maria Farida disebut memenuhi syarat oleh Sipol. Persoalan teknis seperti ini yang menyebabkan kita dinyatakan tidak memenuhi syarat di sejumlah kabupaten/kota," katanya.

Sebelumnya, berdasarkan keputusan pada 24 Desember lalu, KPU menyebutkan hanya ada dua parpol, yakni PBB dan PKPI Hendriproyono yang lolos penelitian perbaikan administrasi dan berhak menjalani verifikasi faktual bersama 12 Parpol lain.

KPU juga menyatakan ada tujuh Parpol tidak lolos penelitian perbaikan administrasi dan tidak bisa mengikuti tahapan verifikasi faktual calon peserta Pemilu mendatang. Tujuh Parpol itu adalah Partai Idaman, PBI, PIKA, PPPI, Partai Republik, Partai Rakyat dan Parsindo. (min/rec)



sumber: republika.co.id



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Kasdim 0303/Bengkalis Hadiri Ijab Qobul Anak Plt Bupati Bengkalis 
  • Bertemu Ketua Dewan Pers, Proses Verifikasi Faktual SMSI Masih Berjalan
  • Mahfud MD usulkan Polsek tidak lakukan penyelidikan dan penyidikan.
  • Wakil Ketua DPRD Riau Buka Turnamen Bulu Tangkis Pangkalan Malako CUP I
  • Lahan Kantor Walikota Pekanbaru, Jaksa Periksa Tim 9
  • Laksanakan Intruksi Danramil 01/Bengkalis, Babinsa Team 2 Laksanakan Patroli dan Sosialisasi Karlahut
  • Memotivasi Semangat Kerja Petani, Babinsa Koramil 02/T. Tinggi Laksanskan Upsus
  • Pengurus PWI Riau Besuk Wartawan dan Sastrawan Senior Makmur Hendrik
  • BBKSDA Riau Evakuasi Dua Ekor Kucing Hutan
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved