" />


Rabu, 22 November 2017
 
Diskusi Terbuka: Menakar Peluang Cak Imin di Pilpres 2019

Ditma | Politik
Selasa, 14/11/2017 - 00:11:11 WIB
PEKANBARU, Riaueksis.com - Kendatipun pemilihan presiden dan wakil presiden masih lama. Namun Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah mulai menggaungkan Ketua Umumnya, Muhaimin Iskandar sebagai kandidat wakil presiden RI pada Pemilu tahun 2019 mendatang.

Diskusi publik ini diselenggarakan Kader PKB di Riau untuk menakar peluang Muhaiman Iskandar atau yang disebut Cak Imin pada pilres mendatang. Disamping itu, juga dalam rangka menyambut kedatangan  di daerah ini.

Cak Imin berencana akan maju sebagai Cawapres dan akan melakukan deklarasi di Riau.

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau Prof Dr Mudjahidin saat diskusi publik tentang peluang Cak Imin untuk maju sebagai cawapres pada pilpres 2019, mengatakan, jika peluang pria yang biasa disapa Cak Imin untuk maju sebagai cawapres dilihat melalui analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, dan threat).

Mudjahidin mengatakan bahwa SWOT merupakan alat analisis yang biasa digunakan untuk mengambil kebijakan strategis. Cara ini dilakukan untuk mengetahui elemen apa saja yang dimiliki olehnya.

"Kita bisa melihat fokus eksternal maupun internl dari apa yabg dimiliki Cak Imin saat ini untuk bisa maju ke Pilpres dan Wapres," sebut Mudjahidin, Senin (13/11) di Graha Pena Pekanbaru.

Pada fokus internal, ada kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh Cak Imin. Kelebihannya yakni basis pendukung Nahdatul Ulama (NU) yang tersebar di seluruh Indonesia. Dimana ada sekitar 79 juta orang lebih yang terdaftar sebagai anggota NU.

"Disamping pendukung dari NU, Cak Imin merupakan tokoh muda yang memiliki kelebihan sendiri yang mampu menarik simpatik pemilih pemula. Ditambah lagi, pengalamannya di eksekutif dan legislatif jadi bekalnya untuk bisa maju," sambung Mudjahidin.

Namun Ketua Umum DPP PKB itu juga memiliki kelemahannya sehingga saat ini maju sebagai cawapres. Mudjahidin mengatakan basis NU yang dimilikinya belum cukup kompak dan masih terpolarisasi. Ini terbukti masih banyak partai lain yang juga mengaku berbasis suara pada kader NU.

"Partai lain yang mengklaim berbasis NU seperti PPP, Golkar, bahkan Perindo pun mengatakan dukungan dari NU juga," sebutnya.

Selain itu Mudjahidin juga menyangkan jika dukungan dari PKB masih belum maksimal karena masih ada kader yang masih kurang kepercayaan diri.

"Meski PKB saat ini menjadi Partai berbasis Islam terbanyak wakilnya di DPR, namun masih dilihat kadernya yang belum percaya diri dan tidak mengangkat kadernya jadi Kepala Daerah," sebutnya.

Menurut Mujahidin, dirinya juga melihat bahwa ada peluang dan ancaman yang dimiliki oleh Cak Imin. Untuk peluang yang dimilikinya saat ini adalah kebersihan namanya di mata hukum. Hingga saat ini belum ada kasus hukum yang disangkutkan ke mantan Menakertrans tersebut.

"Muhaimin juga dekat dengan petahana. Baik secara personal maupun partai, Cak Imin menjalin komunikasi yang baik dengan penguasa saat ini. Itu menjadi nilai plus juga," paparnya.

Sedangkan untuk ancaman yang dimilikinya lanjutnya, adalah adanya islamphobia dan medsos negative masih menjadi permasalahan. Kampanye hitam tetap menjadi ancaman bagi Cawapres ini untuk maju. (len)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Sejumlah Tersangka Dugaan Tipikor Pembangunan RTH Tugu Integritas Tunjuk Ajar Dipanggil Kejati Riau
  • Gubernur Riau Sudah Teken UMK 2018 Untuk 12 Daerah, Paling Tinggi Kabupaten Bengkalis Yang Nilainya Mendekati Rp 3 Juta. Berikut Rinciannya..
  • Satpol PP Pekanbaru Berlakukan Proses Tipiring Bagi Pelanggar Perda
  • Satpol PP Pekanbaru Bongkar Reklame Raksasa Berbahaya
  • Sekretaris DPD Partai Demokrat Riau Belum Tahu Jadwal Ekpos Balon Kepala Daerah Riau
  • Manajer PSPS Riau Keluarkan Pernyataan Mengejutkan Soal 'Penyakit' Wasit
  • Ketua PKK Riau Hadiri Acara Pencanangan Bulan Bhakti PKK KB Dan Kesehatan
  • Gubri Serahkan Bonus Atlet Riau Peraih Medali Popnas XIV
  • Inilah Tiga Skema Penyediaan Rumah DP Nol Yang Disampaikan Gubernur DKI Anies Baswedan Saat Berpidato
  •  
     
     
    Senin, 29/08/2016 - 19:36:49 WIB
    Rupanya Seperti Ini Cara Tes Keperawanan Calon Polwan, Duh Ngerinya..
    Rabu, 04/01/2017 - 13:09:56 WIB
    Malaysia dan Indonesia Berlomba Dalam Membuat Pesawat Tempur
    Kamis, 05/03/2015 - 09:07:54 WIB
    Advertorial
    Panitia Pelaksana Konfercab NU Inhu ke-IV Gelar Audiensi dengan Bupati Inhu
    Kamis, 05/03/2015 - 12:18:03 WIB
    Danrem 031/WB Dampingi Mentan Kunker di Riau
    Kamis, 05/03/2015 - 08:10:06 WIB
    Mentan Penuhi Janji Temui Petani di Pulau Ransang, Meranti
    Kamis, 05/03/2015 - 07:53:52 WIB
    Menteri Pertanian Kagum Program Kemandirian Pangan Kampar
    Minggu, 09/07/2017 - 03:09:29 WIB
    Inilah Sosok Tam, Anggota Geng Motor yang Bunuh Prajurit TNI di Inhil
    Senin, 21/03/2016 - 23:43:06 WIB
    Pengembangan Kasus Narkoba di Cirebon
    Tim Mabes Polri Turun ke Kota Pekanbaru Lakukan Penggerebekan di SMP Islam Plus Jannatul Firdaus
    Senin, 11/04/2016 - 16:57:41 WIB
    Jadwal Pilkades Serentak Gelombang II Tahun 2017 Sudah Mulai Disusun BPMPD Kabupaten Kampar
    Kamis, 24/03/2016 - 00:07:53 WIB
    Fraksi PDI-P dan Fraksi Gabungan DPRD Pekanbaru Walk Out Saat Rapat ParipurnaRanperda PMBRW
    Senin, 21/03/2016 - 16:59:19 WIB
    Advertorial Pemkab Rohul
    Dinilai Terobosan Pertama di Indonesia, Bupati Rohul Lantik Pengurus Sekaligus Resmikan BUEK
    Rabu, 17/05/2017 - 15:54:00 WIB
    Penegak Hukum Diminta Usut Otak Aksi Demo Bayaran di Riau
    Rabu, 23/03/2016 - 23:49:31 WIB
    DBD Semakin Mengganas di Kota Pekanbaru, Lima Warga Sudah Meninggal
    Minggu, 20/03/2016 - 16:23:31 WIB
    Edarkan 3 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi, 3 Wanita dan 2 Pria Diamankan Petugas BNN Provinsi Riau
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved