Senin, 25/11/2019
 
Setya Novanto Tersangka, Fahri Hamzah Sebut Untuk Menghibur Publik

wan | Politik
Selasa, 18/07/2017 - 01:50:21 WIB
Jakarta (riaueksis.com) - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ikut angkat bicara soal penetapan Setya Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP yang ditangani KPK. Menurut Fahri, penetapan tersebut hanya untuk menghibur publik. 

"Ya, kan memang sudah direncanakan. Dari awal kan bahwa mau ditersangkakan. Itu sudah direncanakan dari awal untuk menghibur publik, baguslah," kata Fahri saat dihubungi wartawan, Senin (17/7/2017). 

"Ya, kan Ketua KPK yang omong, 'Kami tidak akan mengecewakan, ya.' Gitu aja," imbuhnya. 

Fahri mengatakan, Selasa (18/7) besok pimpinan DPR baru akan menggelar rapat. "Besoklah, kita besok mau rapim (rapat pimpinan) pagi, jam 10," ujarnya 

Fahri sempat mengatakan kasus e-KTP itu tidak ada dan hanya rekayasa. Dengan penetapan tersangka ini, Fahri menuding KPK hanya ingin memenuhi janji kepada masyarakat. 

"Ya, makanya seperti yang sudah dikatakan oleh pimpinan KPK itu, karena ini kan tidak boleh antiklimaks. Publik kan menginginkan tersangka baru, ya sudah sudah ditetapkan tersangka sesuai janji pimpinan KPK, kan," tutur Fahri. 

Fahri menceritakan, ketika Novanto selesai menjalani pemeriksaan, ia sempat menanyakan bagaimana hasilnya. Menurutnya, hingga saat ini Novanto belum mengetahui alat buktinya. 

"Belum (komunikasi dengan Novanto), kemarin waktu pulang dari pemeriksaan, katanya nggak ada masalah. Jadi memang alat buktinya belum diketahui juga sama Pak Nov sampai sekarang," cerita Fahri. 

Ia memastikan Novanto akan hadir pada sidang paripurna, Selasa (18/7). "Kan dia nggak ditahan. Adalah kok dia (Novanto)," tutupnya. 

Jeratan Setnov

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, nama Setya Novanto muncul dalam dakwaan e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto. Tak hanya itu, sejumlah pengakuan terkait Novanto juga muncul di persidangan. 

KPK menetapkan Novanto sebagai tersangka setelah salah satunya mencermati fakta persidangan terdakwa Irman dan Sugiharto. 

"Setelah mencermati fakta persidangan terhadap dua terdakwa Saudara Irman dan Sugiharto dalam dugaan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan KTP berbasis nomor induk kependudukan secara nasional atau KTP-El tahun 2011-2012 pada Kemendagri RI, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan seorang lagi sebagai tersangka," tutur Ketua KPK Agus Rahardjo dalam jumpa pers di KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (17/7/2017). 

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, Novanto pernah disebut sebagai kunci proyek e-KTP. Hal tersebut disampaikan salah satu terdakwa e-KTP yang juga mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Irman. (wan)



Dikutip dari: detik.com



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Mahfud MD usulkan Polsek tidak lakukan penyelidikan dan penyidikan.
  • Wakil Ketua DPRD Riau Buka Turnamen Bulu Tangkis Pangkalan Malako CUP I
  • Lahan Kantor Walikota Pekanbaru, Jaksa Periksa Tim 9
  • Laksanakan Intruksi Danramil 01/Bengkalis, Babinsa Team 2 Laksanakan Patroli dan Sosialisasi Karlahut
  • Memotivasi Semangat Kerja Petani, Babinsa Koramil 02/T. Tinggi Laksanskan Upsus
  • Pengurus PWI Riau Besuk Wartawan dan Sastrawan Senior Makmur Hendrik
  • BBKSDA Riau Evakuasi Dua Ekor Kucing Hutan
  • Gagalkan Penyelundupan, BNN dan Bea Cukai Amankan 10 Kg Sabu dan 30.000 Butir Ekstasi
  • Haramkah Mengunci Pintu Masjid di Luar Waktu Shalat
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved