Senin, 25/11/2019
 
Karya Luar Biasa Haman dan Namruz, Namun Mereka Mendustakan Tuhannya

ad | Religi
Rabu, 19/04/2017 - 21:17:34 WIB
Jakarta (RiauEksis.Com) - Dan, berkata Firaun, "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu, selain aku. Maka, bakarlah, hai Haman, untukku tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta." (QS Alqashash: 38).

Haman adalah seorang teknokrat di zaman pemerintahan Firaun. Di antara hasil karyanya adalah piramida yang merupakan produk keajaiban dunia.

Haman juga berhasil merancang kota-kota yang sangat megah dan menakjubkan. Sayangnya, produk pemikiran dan karyanya telah menjauhkan manusia dari mengingat Allah.

Piramida dibangun dengan biaya yang sangat mahal. Pembuatan piramida itu dikabarkan telah memakan korban ribuan pekerjanya. Demi kekuasaannya dan proyek monumentalnya, Firaun rela mengorbankan anggaran pembangunan negerinya untuk sebuah makam dirinya dan keluarganya.

Demi proyek monumentalnya, berapa anggaran biaya untuk pendidikan dan pemberantasan kemiskinan harus dikorbankan. Kemudian, Haman dengan kepintarannya dan keprofesionalannya sangat bangga dengan hasil karya monumentalnya.

Haman tidak sadar, dia hanya berpikir bahwa dia mampu menciptakan produk mercusuar. Dia tidak sadar, akibat dukungan ilmunya untuk Firaun, dia telah membantu menyengsarakan rakyat. Haman ikut menikmati kelanggengan kekuasaan Firaun dengan menempatkan dirinya sebagai elite kaum profesional.

Dia tidak sadar, kecerdasan dan keahliannya diabdikan kepada penguasa Firaun. Dia telah menjadi hamba Firaun dan hamba ilmu, teknologi dan profesionalisme.

Jauh sebelum Haman, di Babilonia muncul Nimrodz (Namruz) yang diperkirakan hidup pada tahun 2275-1943 SM. Ia hidup sezaman dengan Ibrahim.

Konon, dialah pemprakarsa berdirinya menara pencakar langit pertama di dunia, yaitu Menara Babil atau Babel (Babylonia) Tower, Tower of Babel. Kisah Menara Babel ini melambangkan keangkuhan, kesombongan manusia, yang disebut-sebut dalam Kitab Kejadian, Kitab Perjanjian Lama.

Apa yang mereka lakukan, baik Haman maupun Namruz (Nimrodz), merupakan sesuatu yang luar biasa. Sayangnya, mereka mendustakan Tuhannya. Begitu juga di zaman sekarang ini, banyak Haman dan Nimrodz yang mengabdikan diri dan ilmu pengetahuan serta kepandaiannya, namun hal itu telah menyebab dia lupa kepada Tuhannya. (re)


sumber: republika.co.id



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Kasus Corona Melonjak, Italia Tutup Sekolah dan Tempat Publik di 10 Kota.
  • Natuna, I’m Coming
  • Untuk negeri bernama Natuna
  • Wakil Ketua MPR Asrul Sani : Salm Pancasila bisa lengkapi salam agama.
  • Survei: Soeharto dan Jokowi Jadi Presiden Paling Disukai
  • Antisipasi Corona, RSUD Bengkalis Observasi Lima WNA di Ruang Isolasi
  • Pendapatan Daerah di APBD 2020 Turun, DPRD Riau: Pemprov Harus Kreatif
  • Anggota DPRD Riau Minta Bapenda Lebih Aktif Razia Pajak Plat non-BM
  • DPRD Riau Soroti Kinerja Tim Terpadu Penertiban Lahan
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved