Senin, 25/11/2019
 
Tahun Demi Tahun, Islam Semakin Kuat Mengakar di Tengah Masyarakat Asli Jepang

an | Religi
Senin, 08/02/2016 - 23:08:20 WIB
Umat Muslim Jepang saat berdoa terkait pembunuhan warga Jepang oleh ISIS
TERKAIT:
Pekanbaru (RiauEksis.Com) - Tahun demi tahun, Islam semakin kuat mengakar di tengah masyarakat Jepang. Jepang kini adalah rumah bagi sekitar 100 ribu Muslim. Sebanyak 10 persen di antaranya adalah penduduk asli Jepang sedangkan sisanya adalah warga asing dari Jepang.

Kendati berorientasi ekonomi, kebijakan menggenjot aspek wisata syariah ini membuka celah penyebaran Islam. Kepentingan Jepang menarik lebih banyak wisatawan Muslim merupakan arus baru yang mengakrabkan Islam kepada rakyat Negeri Sakura. Mengandalkan zona ramah untuk Muslim (Muslim friendly zone), berbagai fasilitas dibangun bagi para wisatawan Muslim.

Dilansir dari japantimes.co.jp, Senin (8/2), pemerintah menjadikan Jepang sebagai tujuan wisata halal menyusul meningkatnya jumlah wisatawan Muslim ke Negara Sakura tersebut. Untuk itu, pemerintah melakukan pembenahan di industri pariwisata agar memberikan kenyamanan bagi mereka.

Untuk memenuhi permintaan fasilitas halal, Jepang telah melakukan beberapa hal. Salah satunya memperbaiki sarana dan prasarana masjid. Selain itu, Jepang juga telah menyediakan makanan halal, tempat penginapan halal, dan layanan terkait wisata lainnya bagi umat Islam.

Jepang juga menghilangkan persyaratan visa bagi wisatawan dari negara-negara Asia Tenggara. Dengan meningkatnya kesadaran ini, perusahaan Jepang secara bertahap menggeser pendekatan mereka agar dapat memenuhi paket pariwisata bagi Muslim.

Restoran halal bukan hanya diperuntuklan wisatawan Muslim. Makanan halal juga diperkenalkan di universitas di Jepang untuk melayani mahasiswa Muslim. Dengan fasilitas makanan yang lebih baik bagi siswa Muslim, Pemerintah Jepang bermaksud untuk meningkatkan jumlah mahasiswa asing yang menjalani pendidikan di Jepang.

Saat ini, terdapat lebih dari 7.000 mahasiswa Muslim belajar di Jepang. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat menyusul peningkatan ketersediaan fasilitas.

Seperti diketahui, kedatangan Islam di Jepang cukup baru jika dibandingkan dengan negara-negara lain di seluruh dunia. Islam masuk ke Jepang menjelang akhir abad ke-19. Padahal, cahaya Islam memendar dari Semenanjung Arab dan menyebar ke arah timur, yakni ke Irak, Iran, Afghanistan, dan sub-Benua India, kemudian ke Malaysia dan mencapai Cina dan Filipina, tapi tak menyentuh Jepang.

Ini masih menjadi tanda tanya besar hingga saat ini. Namun, ungkap Salih Mahdi al-Samarrai dalam tulisannya yang berjudul Islam in Japan History, Spread, and Institutions in the Country, perkembangan Islam di Jepang dimulai pada era sebelum 1900 atau abad ke-19.

Pada era sebelum 1900 atau awal Renaissance Jepang yang juga dikenal sebagai era Meiji, hanya dua negara di Asia yang menikmati kemerdekaan, yaitu Kekaisaran Ottoman dan Jepang. Karena kedua negara berada di bawah tekanan negara-negara Barat, Ottoman dan Jepang memutuskan untuk membangun hubungan persahabatan dan mulai melakukan kunjungan antarnegara.

Dalam kunjungan antarnegara ini, Kekaisaran Ottoman melakukan misi yang dilakukan oleh Abdul Hamid II (memerintah 1876-1909) ke Jepang dengan kapal al-Togrul. Ekspedisi ini membawa lebih dari 600 petugas dan tentara yang dipimpin oleh Laksamana Utsman Pasha pada 1890.

Dalam perjalanan pulang setelah misi berhasil dicapai dan bertemu Kaisar Jepang, kapal pasukan Turki diterpa badai saat masih berada di perairan Jepang. Kecelakaan ini menyebabkan kematian lebih dari 550 orang, termasuk adik Sultan. Akibat kecelakaan ini, didirikanlah sebuah museum peringatan tak jauh dari lokasi kecelakaan. (re)



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Kasus Corona Melonjak, Italia Tutup Sekolah dan Tempat Publik di 10 Kota.
  • Natuna, I’m Coming
  • Untuk negeri bernama Natuna
  • Wakil Ketua MPR Asrul Sani : Salm Pancasila bisa lengkapi salam agama.
  • Survei: Soeharto dan Jokowi Jadi Presiden Paling Disukai
  • Antisipasi Corona, RSUD Bengkalis Observasi Lima WNA di Ruang Isolasi
  • Pendapatan Daerah di APBD 2020 Turun, DPRD Riau: Pemprov Harus Kreatif
  • Anggota DPRD Riau Minta Bapenda Lebih Aktif Razia Pajak Plat non-BM
  • DPRD Riau Soroti Kinerja Tim Terpadu Penertiban Lahan
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved