Minggu, 16 Desember 2018
 
Tingkatkan Kualitas Hasil Produksi Pangan Olahan, Pemkab Bengkalis Laksanakan Pelatihan Secara Kontinu.

Yulianto | Advertorial
Senin, 04/06/2018 - 11:24:52 WIB
BENGKALIS,RiauEksis.Com - Bengkalis,RiauEksis.Com - Perekonomian merupakan salah satu pilar kekuatan utama dalam sebuah tujuan pembangunan, dimana kemandirian di bidang ekonomi sangat menjadi dambaan bagi semuanya, baik pemerintah maupun masyarakat nya, untuk itu kemandirian ekonomi masyarakat tentu menjadi perhatian utama bagi pemerintah kabupaten Bengkalis ini.

Guna mewujudkan kemandirian masyarakat di bidang ekonomi, pemerintah kabupaten Bengkalis sangat berharap agar pertumbuhan usaha ekonomi kreatif di negeri junjungan ini dapat dimaksimalkan, untuk mengoptimalkan pertumbuhan usaha ekonomi kreatif ini tentunya sangat dibutuhkan kemampuan masyarakat itu sendiri untuk menjalankan usaha maupun melihat peluang usaha, sementara pemerintah berkuajiban untuk memberikan pembinaan dan pengawasan.

Kalau kedua belah pihak antara masyarakat dan pemerintah sudah dapat saling bersinergi, maka harapan kita untuk menjadikan kekuatan dari usaha ekonomi kreatif sebagai penopang perekonomian daerah akan segera terwujud.

Dengan dilatar belakangi oleh peraturan menteri perindustrian Republik Indonesia Nomor 75/M-IND/PER/7/2010 tahun 2010 tentang Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik ( Good Manufacturing Practice ), pemerintah kabupaten Bengkalis melalui Dinas Peradangan dan Perindustrian melaksanakan kegiatan pelatihan terhadap para pelaku usaha industri di bidang pangan secara kontinyu dan berkesinambungan.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh kepala dinas perdagangan dan perindustrian kabupaten Bengkalis Drs.Raja Erlangga melalui Kepala Bidang Perindustrian Drs.Syamsir ketika diwawancarai secara eksklusif oleh wartawan riaueksis.com diruang kerjanya Jum'at, 25/05/2018 kemarin.

Menurut Syamsir, pihaknya sudah beberapa kali melaksanakan pelatihan yang ditujukan kepada pengusaha IMK ( Industri Kecil dan Menengah ) yang menjalankan usaha dibidang produksi pangan olahan yang ada di Bengkalis ini, hal ini dimaksudkan agar para pelaku usaha di bidang pangan olahan ini dapat lebih mengetahui tata cara pengolahan yang baik, sehingga mampu menghasilkan produk makanan yang sesuai dengan standar kesehatan yang baik juga.

Foto Marta Lena.

" Secara kontinyu kita sudah beberapa kali mengadakan pelatihan kepada para pengusaha IMK yang menjalankan usahanya dibidang produksi pangan olahan, hal ini kita lakukan agar para pelaku usaha industri pangan olahan dapat lebih memahami bagaimana tata cara mengolah pangan yang baik dan memenuhi standar kesehatan ", paparnya.

Disinggung tentang pembinaan terhadap pelaku usaha dibidang ini, Syamsir menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya melakukan pelatihan semata, namun pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap pelaku usaha didalam menjalankan usahanya.

" Tidak hanya kita berikan pelatihan, tapi juga kita kontrol,kita awasi, sejauh mana mereka ( para pelaku usaha.red) menerapkan ilmu yang telah kita berikan saat mereka mengikuti pelatihan ", katanya lagi.

Pada kesempatan ini, Syamsir juga mengatakan selain melaksanakan kegiatan tentang tata cara pengolahan dari bahan baku menjadi produk pangan olahan, pihaknya juga akan melaksanakan pelatihan sistem pengemasan dan penyimpanan yang baik.

" Dalam hal produk pangan hasil olahan ini, kita bukan hanya melaksanakan kegiatan pelatihan tentang tata cara produksinya semata, tapi kita juga akan melakukan pembinaan sampai dengan cara pengemasan dan sistem penyimpanan yang baik sehingga kualitas dari haril produksinya juga terjamin, " pungkasnya.

Ditempat terpisah, Kade Rismanto wakil ketua DPRD kabupaten Bengkalis ketika dimintai tanggapannya terkait Program Pelatihan Produk Makanan berdasarkan Good Manufacturing Practice ini menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung program tersebut dengan harapan akan mampu memacu pertumbuhan dunia usaha dibidang produksi pangan ini.

" Kita dukung, program ini kan sifatnya pembinaan terhadap usaha ekonomi kreatif, kita harapkan dengan adanya program pelatihan semacam ini akan mampu memacu pertumbuhan dunia usaha mikro dibidang produksi pangan yang diharapkan dapat menjadi penopang perekonomian masyarakat ",ujarnya.

Lebih lanjut kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDI-P) ini berharap agar pemerintah tidak hanya melakukan pelatihan dan memacu pertumbuhan dunia usaha semata, namun harus diimbangi dengan pembinaan dan mentoring dibidang pemasaran.

" Harapan kita, pemerintah jangan hanya melaksanakan pelatihan dalam hal produksi, tapi juga harus difikirkan tentang pemasarannya, artinya setelah barang itu diproduksi kemana harus dipasarkan dan dengan pola bagaimana sistem pemasaranya ?, Jangan sampai produk menumpuk tapi tidak laku untuk dijual ', tutup Ketua DPC PDIP Bengkalis ini dengan senyumnya yang khas.

Dalam pada itu, Kaderismanto berjanji akan menyampaikan pada instansi terkait mengenai hal ini, menurutnya program yang sangat baik dan layak untuk di apresiasi seperti pelatihan Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik ( Good Manufacturing Practice ) ini tidak boleh berhenti pada wacana, namun harus di implementasikan.

" Saya akan coba membicarakan hal ini pada dinas terkait tentang hal ini, program pelatihan Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik ( Good Manufacturing Practice ) ini sangat bagus dan layak untuk diberikan apresiasi tapi ya jangan berhenti sebagai wacana, bagaimana implementasinya di lapangan ?, Dan apa yang menjadi target akhirnya ?, Semua harus jelas dan terealisasi dengan baik," terangnya bersemangat.

Sementara itu, Nurizan, salah seorang pelaku usaha pangan olahan dari desa Simpang Ayam kecamatan Bengkalis mengaku dirinya sangat terbantu dengan diadakan pelatihan - pelatihan yang dilaksanakan oleh dinas Perdagangan dan Perindustrian kabupaten Bengkalis ini, menurutnya, ilmu yang didapatkan dalam mengikuti pelatihan tersebut sangat dirasakan manfaatnya, mulai dari produksi sampai dengan mengemas.


" Alkhamdulillah lah, setelah beberapa kali ikut pelatihan, kami dapat ilmu yang sangat bermanfaat, mulai cara produksi yang baik sampai cara pengepakan yang baik, sehingga produk kami pun sekarang tidak lagi dipandang sebelah mata, buktinya produk kami mampu menembus pasar di super market ", kata pengusaha kerupuk ikan ini bangga.

Selain Nurizan, Siti Zulaikha yang merupakan salah seorang pelaku usaha rumahan yang aktifitas keseharianya memproduksi pangan olahan berupa usaha kue kering didesa Damai kecamatan Bengkalis saat di temui wartawan media ini dirumahnya pada Minggu 27 Mei 2018 lalu mengatakan bahwa dirinya sangat berharap dapat mengikuti program pelatihan Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik ( Good Manufacturing Practice ) yang diadakan oleh dinas perdagangan dan perindustrian kabupaten Bengkalis ini.

Menurut ibu dua anak ini, dirinya sudah hampir 2 tahun menekuni usahanya tersebut namun belum sekalipun dirinya diikut sertakan dalam program pelatihan apapun, sehingga sampai saat ini wanita 26 tahun ini masih menjalankan usahanya dengan sedikit pengetahuan yang dimilikinya.

" Sebenarnya kami juga kepingin diikut sertakan dalam pelatihan seperti itu bang, tapi macem manelah kami tak pernah keno ajak, jadi kami ya jalan aja sebisanya, " kata wanita ini dengan logat Melayunya yang kental.

Selain menyampaikan keinginannya untuk mengikuti pelatihan Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik ( Good Manufacturing Practice ) ini, wanita yang akrab disapa Leha ini berharap agar pemerintah melalui dinas terkait dapat membantu perkembangan usahanya dengan memberikan suntikan dana Sebagai modal usaha.

" Kami masih butuh modal bang, untuk itu kalau bisa pemerintah itu juga membantu modal usaha, masalah sistemnya bagaimana kita ngikut saja asal dapat modal untuk mengembangkan usaha ini ", tutupnya.***

Penulis   : YULIANTO,S.PdI 


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Pemkab Rohil Giatkan Pembangunan Wilayah Perbatasan
  • Curhatan Mahasiswa S3 Polisikan Dosen Karena Dilempar Disertasi
  • Jadwal Lengkap Presiden RI Ke-6 Di Riau
  • Terduga Teroris Aksi Teror Natal Dan Tahun Baru Ditangkap Polisi
  • Kosmetik Ilegal Akan Diedarkan Ke Kota Besar Di Indonesia Tapi Dihentikan BPOM
  • Terseret Arus Sungai Kampar, Korban Ditemukan Kondisi Meninggal Dunia
  • Evalasi Waduk PLTA Koto Panjang Mengalami Penurunan
  • Terbongkarnya Bilik Cinta Di Lapas Sukamiskin
  • Kukang Jantan Berusia Setahun Sempat Terjebak Banjir
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved