Senin, 24 09 2018
 
DUA INSTANSI VERTIKAL 'KECIPRAT' APBD RIAU 2018
Lebih dari Rp800M Anggaran PUPR Riau Tersedot untuk 8 Proyek Besar

Ditma | Riau
Senin, 12/03/2018 - 16:29:22 WIB
PEKANBARU, Riaueksis.com - Sepertinya tahun 2018 ini menjadi tahun 'proyek besar' bagi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau, meski terjadi rasionalisasi anggaran. Dari jatah 'kue' PUPR Riau yang bersumber dari APBD Riau 2018, hampir 80 persen tersedot untuk delapan proyek besar, termasuk dua proyek instansi vertikal.

Berdasarkan data-data yang dihimpun toRiau.co dari berbagai sumber dan juga pemberitaan di media massa, tercatat tahun 2018 ini Dinas PUPR Riau mendapatkan anggaran sebesar Rp1,226 triliun. Total belanja APBD Riau 2018 yakni  Rp10,2 Triliun.

Total anggaran yang diperoleh PUPR Riau itu termasuk peringkat kedua terbesar dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di bawah Pemprov Riau. Posisi teratas tetap ditempati Disdik Riau yakni Rp2,57 triliun. Baru disusul Dinas PUPR sebesar Rp1,226 triliun, Dinas Perkimnah Rp277 miliar dan Diskes Rp208 miliar. 

Menariknya, dari Rp1,226 triliun anggaran PUPR Riau itu hampir 80 persen tersedot untuk proyek-proyek skala besar. Paling tidak, dari data yang diperoleh toRiau.co, terdapat delapan proyek beranggaran besar di PUPR tahun ini. Totalnya lebih dari Rp800 miliar rupiah atau hampir 80 persen dari seluruh anggaran yang ada di PUPR Riau.

Kedelapan proyek besar itu, dua di antaranya untuk instansi vertikal, yakni Polda Riau dan Kejati Riau. Polda Riau 'keciprat' untuk membangun gedung baru di lokasi SPN saat ini, di Jalan Patimura, dengan anggaran sebesar Rp172,883,960,000. Sedangkan Kejaksaan Tinggi Riau membangun gedung baru di lokasi saat ini dengan hibah anggaran dari APBD Riau sebesar Rp94,078,328,000.

Saat ini pembangunan kedua instansi vertikal itu segera dimulai setelah proses tender selesai. Dua kontraktor Pemenang Lelang Gedung Polda dan Kejati tersebut sudah diumumkan langsung Unit Layanan Pengadaan (ULP) saat ini memasuki masa sanggah.

Dimana untuk pemenang lelang gedung Polda dimenangkan PT MAM dimana penawarannya Rp161 Miliar dan Gedung Kejati dimenangkan Hutama Karya dengan penawaran Rp89 Miliar.

"Pemenang Lelang Gedung Polda dan Kejati sudah diumumkan, dan untuk pengerjaan fisik akan segera dilakukan, "ujar Kepala Biro Pembangunan Setdaprov Riau Indra, seperti dikutip Tribun, Minggu (12/3/2018) kemarin.

Proyek besar PUPR Riau lainnya, yakni pembangunan dua jembatan layang (flyover) masing-masing di perempatan jalan Pasar Arengka dan Simpang Komersial Arengka (SKA).  Untuk jalan layang SKA anggarannya Rp160 miliar dan Pasar Pagi Arengka Rp80 miliar. 

Kedua proyek ini sudah mulai dikerjakan dengan masing-masing kontraktor pemenang tender adalah PT Sumber Sari Cipta Marga (SKA) dan PT Dewanto Cipta Pratama fly over simpang Pasar Pagi Arengka. PT Sumber Sari Cipta Marga mengajukan penawaran sebesar Rp 149 miliar dan PT Dewanto Cipta Pratama Rp75,5 miliar.

Proyek Durolis

Selain empat proyek itu, juga untuk membangun Satuan Kerja Non Vertikal (SNVT) dan kantor Satuan Kerja Riau yang berlokasi di Kampar dengan total anggaran Rp116,263,251,000, lanjutan jembatan Siak IV sebesar Rp80 miliar dan Pembangunan Masjid Raya Riau dengan anggaran Rp25,920,000,000.

Di luar tujuh proyek itu, sebenarnya masih ada satu proyek besar lainnya yang juga didanai APBD Riau namun tak terekspos selama ini, termasuk oleh Kadis PUPR Riau Ir H Dadang Eko Purwanto kepada wartawan beberapa waktu lalu. Yakni, megaproyek Sistem Penyaluran Air Minum (SPAM) Dumai-Rokan Hilir-Bengkalis (Durolis) yang berbasis di Rokan Hilir.

Pada tahun anggaran 2017 lalu, proyek bernilai total Rp1,1 triliun -- 'keroyokan' APBD Kab/kota, APBD Provinsi Riau, APBN serta bantuan luar negeri-- itu pada APBD Riau dianggarkan Rp50 Miliar. Dan, tahun 2018 ini, menurut data yang diperoleh untuk proyek multi years itu dianggarkan sebesar Rp85 miliar. 

Belum ada kabar kapan tender proyek untuk tahun 2018 ini dilaksanakan, mengingat pada anggaran tahun 2017 silam sempat timbul masalah karena kontraktor yang mengerjakannya, PT Rosa Lisca Jakarta, tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tahap I tersebut tepat waktu.

Dengan begitu, total anggaran PUPR Riau yang digunakan untuk delapan proyek besar itu, termasuk SPAM Durolis mencapai Rp812 miliar atau hampir 80 persen dari total anggaran yang diperoleh PUPR Riau dari APBD Riau tahun 2018 ini.

Dikritik

Banyaknya mega proyek fisik yang tahun ini dilaksanakan Dinas PUPR Riau selain diragukan bisa selesai tepat waktu, juga disayangkan banyak pihak. Salah satu pihak yang menyoroti kebijakan Pemprov tersebut datang dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau.

Menurut Kordinator Fitra Riau Usman dalam eksposnya Februari silam, pembangunan-pembangunan yang dilakukan Pemprov Riau melalui Dinas PUPR seperti dua kantor instansi vertikal serta SNVT dan Satuan Kerja Riau itu, sudah menyandera kepentingan rakyat Riau untuk menikmati pembangunan infrastruktur dasar yang mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, seperti jalan.

Apalagi saat ini terdapat 3033 km jalan milik Propinsi Riau dengan status lebih dari separoh 54% (1625 Km) dalam kondisi rusak berat, sedang dan ringan. Ironisnya, pembangunan yang diarahkan bukan untuk menyelesaikan masalah. Dan, kebijakan tersebut juga bertentangan dengan RPJMD dan RKPD 2018. 

Akan tetapi yang terjadi justru malah sebaliknya, Pemprov Riau justru menggelontorkan dana APBD untuk membangun yang bukan menjadi tanggung jawabnya, serta tidak berdampak langsung terhadap ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. 

Jika anggaran tersebut digunakan untuk membangun jalan dengan rerata Rp3 miliar per-kilometer, artinya sudah 136 kilo meter jalan dapat dinikmati masyarakat secara layak. “Dengan demikian artinya Pemprov Riau sebenarnya dapat menganggarkan pembangunan jalan sama seperti tahun 2017,” ujar Koordinator Fitra Riau Usman.

Selain Fitra Riau, sayangnya tidak banyak pihak terkait lain yang mau menyoroti dan mengkritisi pembangunan yang bukan berorientasi kepada kepentingan rakyat banyak. Termasuk kalangan DPRD Riau terkesan lebih banyak diam soal berbagai mega proyek yang nyaris menyedot seluruh anggaran di Dinas PUPR Riau tahun 2018 ini dan hanya sedikit saja yang berorientasi kepada infrastruktur dasar. (der) 


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Zikir Kebangsan Yang Dilaksanakan GP Ansor Di Siak Berjalan Lancar
  • Tabrakan Kapal Pompong, 1 Penumpang Hilang
  • Dinas Pariwisata Riau Menggelar Festival Jajanan Sumatera Di Pekanbaru
  • Titik Rawan Masuk Narkoba Di Pantai Sumatera
  • Pelaku Curanmor Ditangkap Polsek Rumbai Pesisir
  • Ma'aruf Dapat Cibiran Saat Memutuskan Maju Sebagai Cawapres 2019
  • Utang Pemerintah Naik Lagi
  • Daftar CPNS? Ini Instansi Yang Tunjangan Paling Tinggi
  • Jadwal Liga Inggris Pekan Keenam
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved