Senin, 10 Desember 2018
 
GELPER Marak Di Kota Pekanbaru
Ketua DPP LPPNRI Riau Minta Kapolda Riau Segera Tutup dan Tangkap Pelakunya

Ditma | Riau
Jumat, 09/03/2018 - 15:33:11 WIB
 PEKANBARU, Riaueksis.com - Ketua DPP LPPNRI Propinsi Riau Dedi Syahputra mengatakan kepada media dikantornya Komplek Damai Langgeng Rabu (8/3/18), minta Kapolda Riau agar segera menutup tempat-tempat perjudian tersebut pada khususnya seluruh gelanggang permainan elektronik (gelper) di kota Pekanbaru.

"Ini Kota Pekanbaru adalah Kota Madani, untuk itu kalau masih ada tempat-tempat perjudian dikota ini maka kurang layaklah disebut kota Pekanbaru adalah kota Madani,  kita meminta kepada Kapolda Riau untuk segera menutup dan menangkap pelaku gelper yang merajalela di Kota Pekanbaru ini. " Minta Dedi

Dedi menambahkan lagi, "bahwa hal ini juga beberapa Media sudah memberitakan namun kita sangat menyangkan sikap wakapolreta AKBP Edy Sumardi yang diduga interfensi media tersebut,  sebaiknya dengan ada info atau pemberitaan di media terkait gelper ini ada tindakan dari pihak penegak hukum bukan sebaliknya interfensi media." tegas Edy. 

AKBP Edy Sumardi saat di konfirmasi di kantor Polresta Pekanbaru Kamis (8/3/18), tidak bisa ditemui karena menurut ajudannya bernama Zai, bapak lagi rapat tidak bisa jumpai, silahkan konfirmasi melalui humas polresta Pekanbaru Iptu Polius sambil memberikan nomo telepon Iptu Polius, saat media ini mencoba menghubung melalui telepon selulernya tersebut Iptu Polius mengatakan, "dari tadi saya tunggu-tuggu sambil mengarahkan bagaimana kalau media konfirmasi dengan Kasat Reskrim aja karena itu masih atasan saya kata Polius atau biar saya cari datanya nanti saya akan hubungi kembali ya"... janji Polius hingga sampai berita ini naik belum ada kabar dari polius.

Kapolda Riau Irjen Drs Nandang MH saat dikonfirmasi oleh media ini pada Kamis (8/3/2018) melalui Kabid Humas Polda Riau Kombes Guntur Aryo Tejo namun sangat disayangkan karena Kabid Humas Polda Riau Kombes Guntur tidak ada dikantornya menurut stafnya lagi keluar kota.

Sejumlah gelanggang permainan (gelper) di Pekanbaru terindikasi judi. Permainan itu hanya bersifat untung-untungan.

Di Pekanbaru terdapat puluhan arena gelper yang beroperasi hingga pukul 03.00 dinihari, bahkan, ada yang buka hingga pagi hari. 

Arena ini nyaris tak tersentuh aparat yang berwenang baik Satpol PP Kota Pekanbaru maupun aparat kepolisian.

Berikut fakta-fakta kenapa gelper disebut judi:

1. Permainan adu nasib
Permainan mesin gelper di Pekanbaru hanya mengandalkan mesin-mesin judi jackpot. Para pemain bebas bermain menggunakan koin tanpa harus menggunakan keterampilan. Pemain hanya menekan-nekan tombol di mesin jackpot untuk mendapatkan poin. Kemudian poin tersebut ditukar dengan hadiah bahkan uang.

2. Melanggar Pasal 303 KUHP
Dalam Pasal 303 KUHPidana permainan judi itu bersifat untung-untungan atau sama halnya dengan adu nasib. Pemain tidak butuh keterampilan dalam bermain.

Pemain yang menang hanya faktor dari kebetulan bukan merupakan keterampilan si pemain. Jadi siapapun yang baru main ada kemungkinan menang dan kalah. Termasuk taruhan di dalamnya menjadi salah satu bukti gelper merupakan ajang judi. Berkedok game zone
     
Arena judi gelper di Pekanbaru Kota Madani tersebut kerap berkedok game zone anak-anak. Di depan lokasi yang biasa berada di mal atau di ruko-ruko kerap dipajang stiker permainan anak-anak. Bahkan di depannya terkadang diletakkan permainan jenis odong-odong. Ini sangat merusak generasi bangsa Koin bisa ditukar uang

Beberapa arena gelper bisa menukarkan poin mesin jackpot dengan uang atau semacam hadiah lainnya. Bagi pemenang yang sudah biasa bermain biasanya menukarkan poin itu dengan hadiah atau uang. Kerap buka terang-terangan

Kendati izin gelper itu adalah berupa permainan anak-anak namun izin itu disalahgunakan menjadi arena perjudian. Lemahnya pengawasan dari Pemko Pekanbaru membuat arena judi itu terus tumbuh subur. Di Perda Kepariwisataan, gelper ini cuma diizinkan di kawasan wisata tertentu. Namun belakangan sudah merambah ke kawasan pemukiman penduduk. (der) 


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Curhatan Mahasiswa S3 Polisikan Dosen Karena Dilempar Disertasi
  • Jadwal Lengkap Presiden RI Ke-6 Di Riau
  • Terduga Teroris Aksi Teror Natal Dan Tahun Baru Ditangkap Polisi
  • Kosmetik Ilegal Akan Diedarkan Ke Kota Besar Di Indonesia Tapi Dihentikan BPOM
  • Terseret Arus Sungai Kampar, Korban Ditemukan Kondisi Meninggal Dunia
  • Evalasi Waduk PLTA Koto Panjang Mengalami Penurunan
  • Terbongkarnya Bilik Cinta Di Lapas Sukamiskin
  • Kukang Jantan Berusia Setahun Sempat Terjebak Banjir
  • Kronologis Basarnas Tangkap Ular Saat Evakuasi Korban Banjir
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved