Minggu, 16 Desember 2018
 
Untuk Memburu Harimau Yang Menerkam Jumiati Hingga Tewas, BBKSDA Riau Pasang Perangkat Tradisional dan Modern

M Amin | Riau
Kamis, 11/01/2018 - 18:16:30 WIB
Pekanbaru (RiauEksis.Com) - Untuk memburu harimau yang menerkam Jumiati (33) hingga tewas di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, tim gabungan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau lakukan berbagai upaya. Di antaranya memasang peralatan tradisional dan modern.

Menurut Kepala BBKSDA Riau, Haryono, peralatan tradisional yang dipasang itu yakni perangkap berupa kandang yang didalamnya terdapat seekor kambing sebagai umpan. Sedangkan peralatan modern yang digunakan yakni 12 unit kamera pengintai yang terpasang di 12 titik di semak-semak.

Meskipun berbagai upaya dilakukan, namun tiga tim yang dikerahkan untuk menemukan binatang buas dilindungi itu belum berhasil juga. "Perangkap juga sudah dipindahkan ke lokasi lebih tertutup yang jauh dari pemukiman, tapi belum berhasil juga," sebutnya.

Pemidahan perangkap dilakukan karena hewan itu diyakini sudah jauh masuk ke semak-semak.

Haryono berharap tiga tim yang dikerahkan bergiliran secepatnya berhasil memancing marimau pemangsa Jumiati itu masuk dalam perangkap.

Diakuinya, sejauh ini tim ada menemukan jejak kaki harimau yang ukuran jejaknya tidak menunjukkan harimau tua dan kecil. Artinya ini harimau muda.

Untuk menangkap harimau pemangsa Jumiati itu, tim ahli juga dikerahkan. Tim ahli ini dikerahkan untuk mempelajari pola gerak harimau dan bagaimana cara menangkapnya agar tidak menyakiti 'si raja hutan' tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Jumiati (33) adalah karyawati PT THIP Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Inhil, Provinsi Riau. Dia diterkam harimau pada Rabu (3/1/18) sekira pukul 10.00 WIB.

Saat kejadian, korban sedang berkerja di KCB 76 Blok 10 Afdeling IV Eboni State PT THIP. Ganasnya terkaman binatang buas itu, korban pun langsung tewas di lokasi.

Menurut Kapolres Inhil, AKBP Christian Rony Putra, peristiwa mengenaskan itu berawal ketika tiga karyawati Eboni Estate, masing-masing, Jumiati (33), Yusmawati (33) dan Fitriyanti (40) sedang mendata pohon sawit terserang hama ganoderma.

Saat asyik bekerja, tiba-tiba seekor harimau menampakan diri. Terkejut dengan kehadiran binatang buas itu, ketiga karyawati tersebut berusaha menyelamatkan diri dengan memanjat pohon sawit yang berbeda-beda.

Raja hutan yang sempat menghilang, tiba-tiba muncul kembali dan melompati korban Jumiati yang berada di atas pohon sawit.

"Kaki korban berhasil digigit, sehingga mengakibatkan korban terjatuh. Setelah bergumul selama 15 menit, harimau tersebut berhasil mencengkeram bagian belakang leher korban dan selanjutnya memakan paha korban sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia," terang Kapolres.

Kapolsek Pelangiran yang mendapat informasi tentang kejadian yang mengerikan tersebut, langsung melakukan proses evakuasi ke perumahan Eboni Estate PT THIP Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran.

"Setelah dilakukan pemeriksaan medis, jenazah korban kemudian diberangkatkan ke Dusun III Desa Sidomulyo Kecamatan Balai Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara, untuk dimakamkan di sana," ucap Kapolres. (min/rec)







comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Pemkab Rohil Giatkan Pembangunan Wilayah Perbatasan
  • Curhatan Mahasiswa S3 Polisikan Dosen Karena Dilempar Disertasi
  • Jadwal Lengkap Presiden RI Ke-6 Di Riau
  • Terduga Teroris Aksi Teror Natal Dan Tahun Baru Ditangkap Polisi
  • Kosmetik Ilegal Akan Diedarkan Ke Kota Besar Di Indonesia Tapi Dihentikan BPOM
  • Terseret Arus Sungai Kampar, Korban Ditemukan Kondisi Meninggal Dunia
  • Evalasi Waduk PLTA Koto Panjang Mengalami Penurunan
  • Terbongkarnya Bilik Cinta Di Lapas Sukamiskin
  • Kukang Jantan Berusia Setahun Sempat Terjebak Banjir
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved