Rabu, 24 Oktober 2018
 
Agar Insiden Pembakaran Istana Siak Tak Terulang Lagi, Bupati Terapkan Pengawasan Maksimum

M Amin | Riau
Rabu, 10/01/2018 - 15:43:44 WIB
Pekanbaru (RiauEksis.Com) - Agar insiden pembakaran Istana Kerajaan Siak tak terulang lagi, Bupati Siak Syamsuar akan menerapkan pengawasan maksimum di cagar budaya tersebut.

"Kita akan terapkan pengawasan yang maksimal untuk mencegah kejadian serupa," ucap Syamsuar saat ditemui usai pelantikan Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) di Pekanbaru, Rabu (10/1/18).

Syamsuar mengaku bahwa pihaknya memang kecolongan dengan aksi vandalisme tersebut. Pasalnya, dari hasil penyelidikan polisi, ia mengungkapkan beberapa ciri dari pelaku yang dinilai cukup ganjil untuk pengunjung tempat bersejarah itu.

Beberapa diantaranya ialah pelaku menggunakan alas kaki, padahal aturan untuk memasuki Istana tersebut telah ditetapkan bahwa siapa saja yang ingin memasuki Istana Siak haruslah melepas alas kaki.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa pelaku pembakaran tersebut juga membawa botol minuman yang belakangan diketahui berisi bensin.

Hal inilah yang kemudian menjadi pelajaran bagi pihaknya bahwa kejahatan memang tidak bisa diduga. Oleh karena itu untuk kedepannya demi meningkatkan pengamanan ia akan menambah personel penjagaan yang nantinya akan disebar disejumlah titik di Istana Siak.

"Di setiap ruangan akan ditambah penjaganya, kalau misalnya dulu hanya saru orang, akan kita jadikan dua orang yang berjaga," terangnya.

Selain itu, nantinya untuk jumlah pengunjung yang akan memasuki Istana tersebut akan dibatasi. Hal ini juga bertujuan untuk memudahkan pengawasan terhadap gerak-gerik yang mencurigakan dari para pengunjung.

"Untuk jumlah yang masuk dan pengunjung yang akan menaiki lantai kedua akan dibatasi. Kalau misalnya jumlah pengunjung di dalam istana mencapai 80 orang, untuk yang diperbolehkan menaiki lantai kedua hanya sekitar 20 hingga 30 orang saja. Begitu seterusnya," imbuhnya.

Poin lainnya yang juga menjadi perhatian ialah penambahan kamera pengawas atau "Closed Circuit Television" (CCTV). Dimana sebelumnya diberitakan bahwa sejumlah CCTV yang berada di Istana Siak dalam keadaan rusak.

Hal inilah yang kemudian menyulitkan pihaknya dan kepolisian untuk mengungkap dalang pembakaran salah satu Cagar Budaya Nasional tersebut.

"Saya sudah instruksikan kepada seluruh jajaran pemerintah kabupaten Siak untuk menambah jumlah CCTV dan memperbaiki kamera pengawas yang rusak. Selain itu untuk kedepannya kamera pengawas tersebut juga akan dijamin keberlangsungannya. Biara kalau ada yang macam-macam bisa langsung dicegah," pungkasnya. (min/rec)



sumber: antara




comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Jalan Lintas Riau - Sumatera Barat Longor
  • Kejari Pelalawan Musnahkan BB 102 Perkara
  • Mahasiswa STT Pelalawan Terpilih 30 Finalis BYTe 2018
  • Kenangan Cristiano Ronaldo Di Old Trafford Pada Laga Manchester United Vs Juventus
  • Olahraga Tak Sempat? Begini Cara Diet Biar Badan Tak Melar
  • BNN Menangkap Perempuan Kirim Ganja Ke Rutan Sialang Bungkuk
  • Satu Pelaku dan Mobil SUV Penghadang Tim KLHK Diamankan
  • Kostum Capres Nomor Urut 2, Prabowo Subianto Dianggap Bikin Bosen Pemilih
  • Pengusaha Sawit Kuansing Dirampok, Kerugian Sekitar 500 Juta
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved