Senin, 23 Juli 2018
 
Potensi Pungli di Pasar Pagi Arengka Capai Rp 300 Juta Per Bulan, Nama Oknumnya Sudah 'Dikantongi'

M Amin | Riau
Selasa, 10/10/2017 - 23:42:26 WIB
Pekanbaru (RiauEksis.Com) - Oknum yang melakukan pungutan liar (pungli) di sejumlah kios ilegal di Pasar Pagi Arengka, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, sudah 'dikantongi' tim yustisi Kota Pekanbaru. Potensipnglis ditaksir mencapai Rp 300 juta per bulan.

"Ini kita sudah dapat infonya (praktik pungli, red). Oknum sudah kita kantongi namanya. Satu hari (pungutan, red) bisa Rp 25.000. Kalikan saja dengan 400 pedagang, kali sebulan?," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pekanbaru, Zulfahmi Adrian kepada wartawan di Pekanbaru, Senin (9/10/17).

Hal tersebut disampaikannya di sela-sela upaya penertiban kios ilegal di Pasar Pagi Arengka, yang merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Kota Pekanbaru.

Sebanyak 400 lebih kios ilegal yang ditertibkan petugas yang dilakukan sejak Senin pagi tersebut. Kios semi permanen dengan hanya bermodal meja kayu dan terpal itu berdiri persis di pinggir jalur lambat di seputaran Simpang Empat Pasar Pagi Arengka.

Saat penertiban berlangsung, para pedagang mengaku membayar 'upeti' kepada oknum pasar dengan besaran mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per hari.

Angka itu terbilang fantastis, karena terdapat 400 hingga 500 pedagang di lokasi tersebut. Secara hitungan kasar, setiap hari pelaku bisa meraup hingga Rp10 juta. Sementara per bulan diperkirakan mencapai Rp30 juta.

"Pedagang juga mengaku ke saya uang itu disetor ke dinas tertentu. Bahkan ada yang mengaku ke Satpol PP. Ini jelas tidak benar. Kalau ke kita, ngapain saya bongkar semua di sini," tegas Zulfahmi.

Dikatakannya, Satpol PP akan berkoordinasi dengan Tim Saber Pungli Pemko Pekanbaru dan Polresta Pekanbaru untuk mendalami hal tersebut.

Dari pantauan di lapangan, sejumlah pedagang resmi yang berjualan di komplek Pasar Pagi Arengka mengaku terganggu dengan keberadaan kios-kios ilegal.

Salah seorang pedagang sembako resmi yang berjualan di dalam komplek pasar mengaku bersyukur dengan adanya penertiban ini.

"Jelas terganggu dengan keberadaan mereka. Pasar jadi tidak teratur, parkir sembarangan. Namun kita pedagang kecil bisa apa, mereka pedagang yang berdiri di depan pasar katanya ada setor uang," kata pedagang tersebut.

Penertiban yang dilakukan tim yustisi itu melibatkan 200 personel gabungan Satpol PP Pekanbaru bersama instansi terkait digelar sejak Senin pagi.

Selain itu, personel gabungan yang juga dikenal sebagai tim yustisi tersebut turut mengerahkan dua unit alat berat dalam penertiban itu.

Sasaran tim yustisi merupakan ratusan pedagang sayur, buah dan kebutuhan sembilan bahan pokok yang berjualan di jalur lambat. Jalur lambat itu dibangun oleh pemerintah setempat guna mengurai kemacetan di Simpang empat Pasar Pagi Arengka yang terkenal 'biang' kemacetan saat jam sibuk.

Namun belakangan, jalur lambat justru dijadikan lahan parkir liar. Sementara di sisi kiri jalur lambat tersebut ditempati oleh pedagang. (ma/re)


sumber: antarariau.com


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Bj Habibie: Pilihlah Presiden Jejak-Jejaknya Yang Nyata
  • Kali Item Ditutup Dengan Waring, LIPI: Kurang Efektif Ngurangi Bau
  • Koordinator Isu Energi BEM Seluruh Indonesia Tolak Pelemahan Pertamina
  • Gempa Berkekuatan 5,5 Skala Richter Guncang Padang
  • Ahok Akan Bebas Bersyarat Agustus Nanti, Tapi...
  • Anies Pecat Walikota Melalui Aplikasi WhatsApp
  • Perbedaan Anies Dan Ahok Tangani Kali Item
  • Neymar: Kedatangan Ronaldo Akan Membuat Seri A Jaya
  • Kasus Coblos Lebih Satu Kali Divonis 24 Bulan Penjara Dan Denda 24 Juta Rupiah
  •  
     
     
    Senin, 29/08/2016 - 19:36:49 WIB
    Rupanya Seperti Ini Cara Tes Keperawanan Calon Polwan, Duh Ngerinya..
    Selasa, 17/07/2018 - 20:42:25 WIB
    Arsene Wenger: Saya Menyesal Telah Mengorbankan Segala Yang Saya Lakukan
    Kamis, 04/01/2018 - 18:37:13 WIB
    Pertarungan Jumiati Melawan Harimau di Sebuah Perkebunan Sawit di Riau...Sebelum Tewas, Leher Belakangnya Dicengkeram, Setelah Itu Pahanya Dimakan
    Rabu, 04/01/2017 - 13:09:56 WIB
    Malaysia dan Indonesia Berlomba Dalam Membuat Pesawat Tempur
    Minggu, 14/01/2018 - 13:42:13 WIB
    Zaman Sudah Mulai Edan, Ada Seorang Anak Remaja Mau Memperkosa Ibu Kandungnya Sendiri
    Senin, 22/01/2018 - 19:38:18 WIB
    Partai Gerindra Minta Tolak Dana Asing untuk Legalisasi LGBT
    Rabu, 17/05/2017 - 15:54:00 WIB
    Penegak Hukum Diminta Usut Otak Aksi Demo Bayaran di Riau
    Kamis, 05/03/2015 - 09:07:54 WIB
    Advertorial
    Panitia Pelaksana Konfercab NU Inhu ke-IV Gelar Audiensi dengan Bupati Inhu
    Kamis, 05/03/2015 - 12:18:03 WIB
    Danrem 031/WB Dampingi Mentan Kunker di Riau
    Senin, 22/01/2018 - 20:02:39 WIB
    Warga Sumatera Barat Bisa Saksikan Gerhana Bulan Total Yang Akan Terjadi Pada 31 Januari 2018
    Kamis, 05/03/2015 - 08:10:06 WIB
    Mentan Penuhi Janji Temui Petani di Pulau Ransang, Meranti
    Senin, 22/01/2018 - 19:18:29 WIB
    Dibanding Istrinya, Pria Ini Lebih Suka Bocah..Kalaupun Mau Berhubungan Dengan Istrinya, Lebih Dulu Berbuat Tak Senonoh kepada Anak-anak
    Kamis, 05/03/2015 - 07:53:52 WIB
    Menteri Pertanian Kagum Program Kemandirian Pangan Kampar
    Jumat, 05/01/2018 - 04:51:59 WIB
    Soal Yang Satu Ini, Ternyata Presiden Amerika Serikat Donald Trump Takut Juga
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved