" />


Sabtu, 21 Oktober 2017
 
Sesaat Setelah Diserahkan ke BBKSDA Riau, 89 Ekor Trenggiling Dilepasliarkan di Taman Nasional Zamrud

M Amin | Riau
Senin, 09/10/2017 - 00:37:15 WIB
Pekanbaru (RiauEksis.Com) - Sesaat setelah 89 ekor trenggiling (manis javanica) diserahkan pihak Bea Cukai Dumai kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, akhirnya hewan dilindungi itu dilapasliarkan di Taman Nasional Zamrud, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Puluhan trenggiling yang rencananya akan diselundupkan itu diamankan pihak Bea Cukai Dumai pada Kamis (5/10/17) malam.

"Sudah kita laksanakan pelepasliarannya. Semua dirilis," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV BBKSDA Riau, M Zanir kepada wartawan, pada Sabtu (07/10).

Ihwal penangkalan upaya penyelundupan puluhan ekor trenggiling itu bermula dari informasi masyarakat bahwa ada sebuah mobil minibus yang mengangkut hewan terancam punah dari Provinsi Jambi.

Dalam perjalanannya menuju Dumai, di perkebunan sawit tak jauh dari Jalan Lintas Sungai Pakning-Dumai, Kota Dumai, mobil tersebut ditemukan tanpa supir. Tak ada pelaku yang berhasil ditangkap.

Namun, para petugas Bea Cukai mendapati 95 ekor trenggiling dalam keadaan hidup serta dua kotak sisik trenggiling seberat 37,55 kilogram. Belakangan enam ekor trenggiling yang ditemukan mati dalam perjalanan.

Pejabat Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI) Bea Cukai Dumai, Khairil Anwar, mengatakan pihaknya menengarai puluhan ekor trenggiling dan dua kotak sisik trenggiling itu akan diseludupkan ke Malaysia melalui salah satu pelabuhan tikus di Dumai.

"Kasus ini masih dalam penelitian lanjutan kita. Kami masih mendalaminya," kata Khairil, seraya menambahkan pihaknya dibantu Kepolisian Resor Dumai untuk mencari orang-orang yang membawa trenggiling.

Binatang berlidah panjang, pemakan semut dan serangga lain yang tinggal di hutan ini dilarang untuk diperjualbelikan, sebagaimana tercantum dalam Appendix 1, Konferensi Internasional untuk Perdagangan Satwa Liar yang Terancam Punah (CITES) yang berlaku di negara asal seperti Indonesia maupun negara tujuannya.

Di Indonesia, trenggiling masuk daftar hewan yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999.

Jika seseorang terbukti memperjualbelikan trenggiling, dia dapat dipenjara maksimal lima tahun dan denda Rp100 juta berdasarkan Undang Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi dan Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Salah satu pihak mengamati perdagangan ini adalah Dwi Nugroho Adhiasto, manajer program perdagangan gelap satwa liar Wildlife Conservation Society (WCS).

Menurutnya, alasan mengapa trenggiling banyak diselundupkan ke luar negeri adalah binatang dilindungi ini dipakai untuk makanan dan obat di negara seperti Cina dan Vietnam. Satu lembar sisik trenggiling bisa mencapai US$1 atau Rp13.000.

Adapun satu kilogram daging trenggiling asal Indonesia dapat mencapai tujuh kali lipat di pasar Cina. Sementara satu ekor binatang ini dapat mencapai empat kilogram. Harga per ekornya sendiri dapat mencapai Rp50 juta di dunia, sementara harga di Indonesia Rp2 juta/ekor.

Atas alasan itu, ada sejumlah kasus penyelundupan trenggiling sepanjang setahun terakhir.

Pada Juli 2016 lalu, petugas bea cukai Surabaya berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton trenggiling beku yang akan dibawa ke Singapura.

Kemudian, pada Juni 2017, dua orang pria ditangkap di Medan, Sumatera Utara, atas dugaan terlibat perdagangan gelap 225 ekor trenggiling senilai Rp2,5 miliar.

Maraknya upaya penyelundupan trenggiling, menurut pegiat perlindungan satwa, karena hukuman yang ringan terhadap pelaku. (ma/re)



sumber: bbc.com


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Apakah Anak Anda Masuk Kategori Berbakat Super? Jawabnya, Lihatlah Beberapa Sifat Ini
  • Tanda Dimulainya Pengiriman Mobil Sport Honda di Indonesia, HPM Serahterimakan Honda Civic type R kepada 10 Konsumen Pertama
  • Ternyata Praktik Judi Toto Gelap Masih Marak di Pekanbaru, Buktinya Polda Riau Tangkap Seorang Bandar
  • Anggota Polisi Amankan 43 Kg Daun Ganja Kering Dari Loket Lorena Expres, 4 Orang Ditangkap
  • Alasan Pembentukan Densus Tipikor Oleh Polri Belum Jelas Sehingga Memunculkan Kecurigaan
  • Babhin di Riau Yang Punya Ide dan Terobosan Kreatif Penggunaan Dana Desa Akan Diberi Penghargaan
  • Saat Ini Pemprov Riau dan DPRD Provinsi Riau Sedang Menyusun Ranperda Transportasi Haji ke Embarkasi dan Sebaliknya
  • Bupati Tandatangani MoU Nota Perubahan KUPA dan PPAS Perubahan 2017 Disaksikan Ketua DPRD Bengkalis
  • Gol Mario Mandzukic Jadi Penentu Kemenangan si 'Nyonya Tua' Atas Sporting CP
  •  
     
     
    Senin, 29/08/2016 - 19:36:49 WIB
    Rupanya Seperti Ini Cara Tes Keperawanan Calon Polwan, Duh Ngerinya..
    Rabu, 04/01/2017 - 13:09:56 WIB
    Malaysia dan Indonesia Berlomba Dalam Membuat Pesawat Tempur
    Kamis, 05/03/2015 - 09:07:54 WIB
    Advertorial
    Panitia Pelaksana Konfercab NU Inhu ke-IV Gelar Audiensi dengan Bupati Inhu
    Kamis, 05/03/2015 - 12:18:03 WIB
    Danrem 031/WB Dampingi Mentan Kunker di Riau
    Kamis, 05/03/2015 - 07:53:52 WIB
    Menteri Pertanian Kagum Program Kemandirian Pangan Kampar
    Kamis, 05/03/2015 - 08:10:06 WIB
    Mentan Penuhi Janji Temui Petani di Pulau Ransang, Meranti
    Minggu, 09/07/2017 - 03:09:29 WIB
    Inilah Sosok Tam, Anggota Geng Motor yang Bunuh Prajurit TNI di Inhil
    Senin, 21/03/2016 - 23:43:06 WIB
    Pengembangan Kasus Narkoba di Cirebon
    Tim Mabes Polri Turun ke Kota Pekanbaru Lakukan Penggerebekan di SMP Islam Plus Jannatul Firdaus
    Senin, 11/04/2016 - 16:57:41 WIB
    Jadwal Pilkades Serentak Gelombang II Tahun 2017 Sudah Mulai Disusun BPMPD Kabupaten Kampar
    Kamis, 24/03/2016 - 00:07:53 WIB
    Fraksi PDI-P dan Fraksi Gabungan DPRD Pekanbaru Walk Out Saat Rapat ParipurnaRanperda PMBRW
    Senin, 21/03/2016 - 16:59:19 WIB
    Advertorial Pemkab Rohul
    Dinilai Terobosan Pertama di Indonesia, Bupati Rohul Lantik Pengurus Sekaligus Resmikan BUEK
    Minggu, 20/03/2016 - 16:23:31 WIB
    Edarkan 3 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi, 3 Wanita dan 2 Pria Diamankan Petugas BNN Provinsi Riau
    Rabu, 23/03/2016 - 23:49:31 WIB
    DBD Semakin Mengganas di Kota Pekanbaru, Lima Warga Sudah Meninggal
    Rabu, 16/03/2016 - 17:33:28 WIB
    Dugaan Pungli Beasiswa, Kepala Disdikbud Kampar Diperiksa Kejari Selama 3 Jam
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved