Senin, 23 Juli 2018
 
Sesaat Setelah Diserahkan ke BBKSDA Riau, 89 Ekor Trenggiling Dilepasliarkan di Taman Nasional Zamrud

M Amin | Riau
Senin, 09/10/2017 - 00:37:15 WIB
Pekanbaru (RiauEksis.Com) - Sesaat setelah 89 ekor trenggiling (manis javanica) diserahkan pihak Bea Cukai Dumai kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, akhirnya hewan dilindungi itu dilapasliarkan di Taman Nasional Zamrud, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Puluhan trenggiling yang rencananya akan diselundupkan itu diamankan pihak Bea Cukai Dumai pada Kamis (5/10/17) malam.

"Sudah kita laksanakan pelepasliarannya. Semua dirilis," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV BBKSDA Riau, M Zanir kepada wartawan, pada Sabtu (07/10).

Ihwal penangkalan upaya penyelundupan puluhan ekor trenggiling itu bermula dari informasi masyarakat bahwa ada sebuah mobil minibus yang mengangkut hewan terancam punah dari Provinsi Jambi.

Dalam perjalanannya menuju Dumai, di perkebunan sawit tak jauh dari Jalan Lintas Sungai Pakning-Dumai, Kota Dumai, mobil tersebut ditemukan tanpa supir. Tak ada pelaku yang berhasil ditangkap.

Namun, para petugas Bea Cukai mendapati 95 ekor trenggiling dalam keadaan hidup serta dua kotak sisik trenggiling seberat 37,55 kilogram. Belakangan enam ekor trenggiling yang ditemukan mati dalam perjalanan.

Pejabat Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI) Bea Cukai Dumai, Khairil Anwar, mengatakan pihaknya menengarai puluhan ekor trenggiling dan dua kotak sisik trenggiling itu akan diseludupkan ke Malaysia melalui salah satu pelabuhan tikus di Dumai.

"Kasus ini masih dalam penelitian lanjutan kita. Kami masih mendalaminya," kata Khairil, seraya menambahkan pihaknya dibantu Kepolisian Resor Dumai untuk mencari orang-orang yang membawa trenggiling.

Binatang berlidah panjang, pemakan semut dan serangga lain yang tinggal di hutan ini dilarang untuk diperjualbelikan, sebagaimana tercantum dalam Appendix 1, Konferensi Internasional untuk Perdagangan Satwa Liar yang Terancam Punah (CITES) yang berlaku di negara asal seperti Indonesia maupun negara tujuannya.

Di Indonesia, trenggiling masuk daftar hewan yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999.

Jika seseorang terbukti memperjualbelikan trenggiling, dia dapat dipenjara maksimal lima tahun dan denda Rp100 juta berdasarkan Undang Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi dan Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Salah satu pihak mengamati perdagangan ini adalah Dwi Nugroho Adhiasto, manajer program perdagangan gelap satwa liar Wildlife Conservation Society (WCS).

Menurutnya, alasan mengapa trenggiling banyak diselundupkan ke luar negeri adalah binatang dilindungi ini dipakai untuk makanan dan obat di negara seperti Cina dan Vietnam. Satu lembar sisik trenggiling bisa mencapai US$1 atau Rp13.000.

Adapun satu kilogram daging trenggiling asal Indonesia dapat mencapai tujuh kali lipat di pasar Cina. Sementara satu ekor binatang ini dapat mencapai empat kilogram. Harga per ekornya sendiri dapat mencapai Rp50 juta di dunia, sementara harga di Indonesia Rp2 juta/ekor.

Atas alasan itu, ada sejumlah kasus penyelundupan trenggiling sepanjang setahun terakhir.

Pada Juli 2016 lalu, petugas bea cukai Surabaya berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton trenggiling beku yang akan dibawa ke Singapura.

Kemudian, pada Juni 2017, dua orang pria ditangkap di Medan, Sumatera Utara, atas dugaan terlibat perdagangan gelap 225 ekor trenggiling senilai Rp2,5 miliar.

Maraknya upaya penyelundupan trenggiling, menurut pegiat perlindungan satwa, karena hukuman yang ringan terhadap pelaku. (ma/re)



sumber: bbc.com


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Bj Habibie: Pilihlah Presiden Jejak-Jejaknya Yang Nyata
  • Kali Item Ditutup Dengan Waring, LIPI: Kurang Efektif Ngurangi Bau
  • Koordinator Isu Energi BEM Seluruh Indonesia Tolak Pelemahan Pertamina
  • Gempa Berkekuatan 5,5 Skala Richter Guncang Padang
  • Ahok Akan Bebas Bersyarat Agustus Nanti, Tapi...
  • Anies Pecat Walikota Melalui Aplikasi WhatsApp
  • Perbedaan Anies Dan Ahok Tangani Kali Item
  • Neymar: Kedatangan Ronaldo Akan Membuat Seri A Jaya
  • Kasus Coblos Lebih Satu Kali Divonis 24 Bulan Penjara Dan Denda 24 Juta Rupiah
  •  
     
     
    Senin, 29/08/2016 - 19:36:49 WIB
    Rupanya Seperti Ini Cara Tes Keperawanan Calon Polwan, Duh Ngerinya..
    Selasa, 17/07/2018 - 20:42:25 WIB
    Arsene Wenger: Saya Menyesal Telah Mengorbankan Segala Yang Saya Lakukan
    Kamis, 04/01/2018 - 18:37:13 WIB
    Pertarungan Jumiati Melawan Harimau di Sebuah Perkebunan Sawit di Riau...Sebelum Tewas, Leher Belakangnya Dicengkeram, Setelah Itu Pahanya Dimakan
    Rabu, 04/01/2017 - 13:09:56 WIB
    Malaysia dan Indonesia Berlomba Dalam Membuat Pesawat Tempur
    Minggu, 14/01/2018 - 13:42:13 WIB
    Zaman Sudah Mulai Edan, Ada Seorang Anak Remaja Mau Memperkosa Ibu Kandungnya Sendiri
    Senin, 22/01/2018 - 19:38:18 WIB
    Partai Gerindra Minta Tolak Dana Asing untuk Legalisasi LGBT
    Rabu, 17/05/2017 - 15:54:00 WIB
    Penegak Hukum Diminta Usut Otak Aksi Demo Bayaran di Riau
    Kamis, 05/03/2015 - 09:07:54 WIB
    Advertorial
    Panitia Pelaksana Konfercab NU Inhu ke-IV Gelar Audiensi dengan Bupati Inhu
    Kamis, 05/03/2015 - 12:18:03 WIB
    Danrem 031/WB Dampingi Mentan Kunker di Riau
    Senin, 22/01/2018 - 20:02:39 WIB
    Warga Sumatera Barat Bisa Saksikan Gerhana Bulan Total Yang Akan Terjadi Pada 31 Januari 2018
    Kamis, 05/03/2015 - 08:10:06 WIB
    Mentan Penuhi Janji Temui Petani di Pulau Ransang, Meranti
    Senin, 22/01/2018 - 19:18:29 WIB
    Dibanding Istrinya, Pria Ini Lebih Suka Bocah..Kalaupun Mau Berhubungan Dengan Istrinya, Lebih Dulu Berbuat Tak Senonoh kepada Anak-anak
    Kamis, 05/03/2015 - 07:53:52 WIB
    Menteri Pertanian Kagum Program Kemandirian Pangan Kampar
    Jumat, 05/01/2018 - 04:51:59 WIB
    Soal Yang Satu Ini, Ternyata Presiden Amerika Serikat Donald Trump Takut Juga
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved