Senin, 25/11/2019
 
Sahabat Pondok Ijo 2 dan PWI Peduli Bagikan 100 Paket Makan Siang

| Riau
Minggu, 03/11/2019 - 17:47:47 WIB

PEKANBARU, Riaueksis.com - Sahabat Pondok Ijo2 dan PWI Peduli  mengunjungi Panti Asuhan Al Ikhlas di Jalan Kapau Sari, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Jumat (01/11/2019) siang.


Kunjungan dalam rangka Jumat Barokah ini, Sahabat Pondok Ijo2 bersama PWI Peduli membagikan 100 paket makan siang.


Owner Pondok Ijo2, Martalena kepada Pimpinan Panti Asuhan Al Ikhlas menyampaikan, kunjungan Sahabat Pondok Ijo2 ke panti asuhan sudah menjadi kegiatan rutin pada setiap hari Jumat. Selain bersilaturahmi, Sahabat Pondok Ijo2 ingin berbagi kasih dengan sesama, terutama kepada anak-anak asuh yang ada di panti asuhan.


"Kedatangan kami ini sebagai wujud kasih sayang Sahabat Pondok Ijo2 dengan anak-anak asuh yang ada di panti asuhan. Disamping itu, pada moment Jumat Barokah ini kami ingin memberikan sedikit rezeki berupa paket makan siang," ujar Martalena.


Panti yang mengontrak di sebuah rumah di Jalan Kapau Sari ini ramai dengan anak-anak balita dan remaja yang bermain dan berkejaran di dalam dan di luar rumah tinggal yang dijadikan panti asuhan oleh Hendra.


Di rumah ini juga tinggal keluarga besar Hendra yaitu ayah, ibu, kakak dan adik-adik perempuannya. Mereka seperti sebuah keluarga yang super besar.


Pimpinan Panti Asuhan Al Ikhlas, Hendra (32) yang sudah 2  tahun mengelola Panti Asuhan Al Ikhlas ini mengatakan, dirinya memperlakukan anak-anak panti asuhanya seperti adik-adiknya sendiri tanpa aturan dan disiplin yang ketat seperti panti-panti asuhan pada umumnya.


"Anak saya bebaskan saja. Kalau mereka lapar, kapan saja boleh makan. Dan kalau anak-anak ini rindu kampungnya atau ibu, bagi anak-anak yang kurang mampu saya akan izinkan pulang ke kampungnya," tutur Hendra.


Dijelaskannya, anak-anak penghuni panti Ini berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Riau. Mereka terdiri dari 9 orang anak yang masih menimba ilmu di Sekolah Dasar (SD), 3 orang anak di SMK dan 18 orang anak di SMP  18 serta 1 orang anak belum sekolah.


Hendra yang pekerjaan sehari-harinya pedagang pakaian di pasar kaget ini hanya mengenyam duduk di bangku sekolah dasar. Itu pun hanya sampai kelas 3 saja, karena kemiskinan orang tuanya.


Hendra merupakan anak ke-3 dari lima bersaudara ini mempunyai cita-cita ingin anak-anak di panti asuhannya harus menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Dia tidak ingin anak-anak ini putus sekolah seperti dirinya.


"Sumber dana dari panti asuhan ini baru sebatas donatur dadakan. Anak-anak ini belum ada donatur tetap atau orangtua asuh yang membiayai pendidikan mereka," ujar Hendra seraya berharap pengurus PWI Peduli dan Sahabat Pondok Ijo2 bisa menjadi orangtua asuh anak-anak yatim piatu dan fakir miskin yang berjumlah 35 orang itu.(*)



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Mendambakan Keadilan Sosial.
  • Horeee....Murid SDN 02 Sonde Dapat Pembekalan PBB dari Babinsa Koramil 02/T. Tinggi
  • Cegah Karlahut Di Wilayahnya, Danramil 10/Perawang Perintah Babinsanya Tingkatkan Kinerja
  • Mantan diktator Mesir Husni Mubarok wafat diusia 91 tahun.
  • Dewan Minta PT. Riau Petroleum Serius Mempersiapkan Diri Kelola PI 10 Persen Blok Rokan.
  • Menkominfo Tanggapi Kabar Gojek dan Grab Merger
  • Setelah Natuna, Pulau Sebaru Disiapkan untuk Observasi 188 WNI awak kapal Diamond Princess dan world dream
  • 6 fakta menarik jelang laga Napoli VS Barcelona.
  • Komisi IV DPRD Bengkalis kembali Gelar Rapat Koordinasi terkait realisasi kegiatan 2020
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved